Susu Kedelai Bukanlah Jenis Susu, Ini yang Harus Diketahui

Susu merupakan minuman yang kaya akan zat gizi dan baik untuk semua usia sesuai jenisnya. Mulai dari susu sapi, susu kedelai, susu almond, hingga susu yang dibuat berdasarkan proses yang berbeda-beda seperti susu UHT, susu pasteurisasi hingga susu bubuk. Dua jenis susu yang paling lazim dikonsumsi segala usia adalah susu sapi dan susu kedelai. Keduanya memiliki popularitas yang tinggi di kalangan ibu akan kepraktisan maupun kemudahan untuk didapatkan.

 

Namun tahukah Ibu, bahwa jika selama ini menyebut susu kedelai, ternyata bukanlah jenis susu? Ya, sejatinya susu adalah cairan putih yang berasal dari kelenjar mamalia, seperti manusia ataupun sapi, bukan tumbuhan. Hal ini diungkap oleh ahli gizi, Emilia Achmadi MS., RD., yang juga menyebut bahwa susu yang berasal dari tumbuhan seperti kedelai atau almond adalah cairan ekstraksi dari tanaman sehingga tidak tepat dikatakan sebagai susu. Namun karena alasan kemudahan penyebutan, orang Indonesia pun terbiasa menyebut cairan ekstraksi kedelai sebagai susu kedelai.

 

Manfaat Susu Kedelai

Terlepas dari kesalahpahaman akan penyebutan susu kedelai, cairan ini banyak dijual di pasaran, baik yang diproduksi rumahan maupun massal oleh merek tertentu. Susu kedelai merupakan sumber yang baik untuk mendapatkan protein, vitamin A, B12, D dan potassium. Karena berasal dari tumbuhan, makan susu kedelai memiliki kalori yang lebih rendah ketimbang susu dari hewani. Bagi penderita jantung, susu ini juga tidak mengandung kolesterol dan rendah lemak sehingga tidak menyebabkan penyumbatan arteri.

 

Kekurangan Susu Kedelai

Dengan banyaknya manfaat, adapula kekurangan yang harus dicermati bagi Ibu yang menyukai susu ini. Studi yang dikeluarkan Harvard tahun 2008 menunjukkan konsumsi susu kedelai terlalu banyak akan menyebabkan gangguan kesuburan dan jumlah sperma menurun pada pria. Begitupula bagi ibu hamil anak lelaki, para dokter pun melarang untuk mengonsumsinya karena kandungan estrogen yang sangat tinggi sehingga ketika lahir, anak lelaki menjadi kemayu. Bagi beberapa wanita, studi dari Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, menemukan susu kedelai juga memicu sel kanker payudara. Tak hanya itu, kandungan phytic acid dalam susu ini juga mengurangi kemampuan tubuh menyerap manfaat berbagai jenis mineral penting untuk tubuh seperti kalsium, magnesium hingga zinc.

 

Susu kedelai untuk anak kecil pun harus diperhatikan karena menurut studi yang dikeluarkan oleh US National Library of Medicine National Institutes of Health, anak balita perempuan yang signifikan mengonsumsi susu kedelai, sel payudaranya akan berkembang lebih cepat saat remaja ketimbang mereka yang minum ASI atau susu sapi. Studi lainnya juga menunjukkan bahwa anak perempuan akan lebih cepat mencapai pubertas di usia muda jika rajin meminumnya. Untuk keseimbangan saraf, sebaiknya hindari terlalu sering meminum susu kedelai karena kandungan mangan yang sangat tinggi akan mengganggu sistem saraf dan memicu ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

 

Melihat banyaknya kekurangan dan hal-hal yang perlu diwaspadai dalam hal efek samping zat gizi dari susu kedelai, sebaiknya untuk mengonsumsinya tidak terlalu sering dan sifatnya rekreasional. Konsultasikan dahulu dengan ahli gizi sesuai keadaan kesehatan diri sendiri sebelum memgonsumsinya secara rutin.

Share artikel ini:

Artikel Terkait