Tips Mudah Menyiapkan Menu Sahur Sehat untuk Keluarga

Di bulan Ramadhan, kebutuhan asupan nutrisi tubuh kita sama saja dengan hari lainnya saat kita tak berpuasa. Hanya saja, jam makan kita berubah dan waktunya cenderung lebih sedikit. Padahal, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang baik dan seimbang untuk mendukung aktivitas kita sehari-hari. Bagi si Kecil, nutrisi dibutuhkan bukan hanya untuk beraktivitas, tetapi juga untuk mendukung proses tumbuh kembangnya. Selama bulan Ramadhan kita akan beraktivitas dalam keadaan berpuasa, karenanya pemenuhan nutrisi ini harus dijaga dengan baik agar tubuh tetap fit dan berenergi. Nah, menu sahur berperan penting dalam memastikan tubuh kita siap menjalani aktivitas sambil berpuasa. Berikut ini adalah beberpa hal yang perlu Ibu perhatikan untuk menyiapkan menu sahur sehat bagi keluarga selama bulan Ramadhan.

  • Menu seimbang

Pastikan Ibu menyiapkan menu sahur yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat dan lemak sehat. Zat gizi mikro berupa vitamin dan mineral juga perlu ada di dalam menu sahur ya, Bu. Maka, penting sekali untuk menyertakan sayur dan buah ke dalam menu sahur keluarga.

  • Pilih karbohidrat kompleks

Makan berlebihan saat sahur justru dapat mengganggu saat kita berpuasa. Untuk mengurangi rasa lapar sebaiknya kita bukan menambah porsi karbohidrat, tetapi memilih jenis karbohidrat kompleks yang dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Beberapa karbohidrat kompleks yang dapat dijadikan menu sahur sehat adalah beras merah, roti gandum, ubi, kentang, jagung, pisang dan alpukat.

  • Minum cairan yang cukup

Agar kita tetap minum sebanyak 8 gelas sehari, pastikan untuk setidaknya minum 2 gelas air putih saat sahur, agar tidak cepat lelah saat berpuasa. Tentu, cairan dalam hal ini bisa dikombinasikan dengan jus buah segar atau susu.

  • Hindari jenis makanan yang merangsang asam lambung

Untuk menjaga kesehatan pencernaan selama berpuasa, hindari menyajikan jenis-jenis makanan yang dapat merangsang asam lambung. Misalnya makanan yang terlalu pedas, asam, terlalu manis serta yang mengandung kafein. Hindari pula makanan yang mengandung gas seperti kol, nangka, duren dan minuman berkarbonasi ya, Bu.

  • Hindari makanan yang cepat membuat haus

Misalnya, kopi dan teh yang sifatnya diuretik sehingga membuat kita sering buang air kecil atau penggunaan garam maupun bumbu penyedap yang berlebihan karena akan membuat kita cepat haus.

  • Makan sahur mendekati waktu imsak

Bukan berarti hanya menyisakan waktu makan 5 menit saja lho, Bu. Tetapi hindari pula makan sahur terlalu jauh dari waktu imsak agar perut tidak cepat merasa lapar nantinya.

  • Persiapkan menu sahur sebulan

Agar proses menyiapkan sahur bisa lebih mudah dan praktis, Ibu dapat membuat daftar menu sahur sebulan. Dengan cara ini Ibu bisa mengkombinasikan menu yang bukan hanya lezat tetapi juga mengandung gizi yang seimbang. Cara ini juga memungkinkan Ibu untuk mempersiapkan bahan-bahan yang Ibu perlukan terlebih dahulu dan bahkan menyiapkan bumbu di malam hari sehingga proses memasak dini hari untuk sahur menjadi lebih praktis dan cepat. 

 

Jika si Kecil sudah mulai belajar berpuasa, Ibu dapat melibatkannya dalam menyiapkan menu sahur juga, lho. Dengan demikian ia akan semakin semangat bangun untuk makan sahur bersama seluruh anggota keluarga.

Share artikel ini:

Artikel Terkait