Tips Praktis Mimilih dan Merawat Sedotan Stainless serta Sedotan Pakai Ulang Lainnya

Kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah plastik mendorong semakin banyak orang memilih untuk menggunakan sedotan pakai ulang (reusable straw) daripada sedotan plastik sekali pakai yang biasanya. Sekarang pun semakin banyak jenis sedotan pakai ulang yang dapat dengan mudah ditemui di pasaran. Misalnya sedotan stainless steel, sedotan kaca, sedotan bambu dan sebagainya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa jenis sedotan pakai ulang yang dapat membantu Ibu dalam memilih jenis mana yang paling sesuai untuk Ibu dan keluarga.

 

  1. Sedotan stainless steel

  • Tersedia bentuk lurus maupun bengkok di bagian atas.
  • Tersedia yang diameter agak besar
  • Kuat dan awet sehingga dapat digunakan berkali-kali.
  • Aman karena bahannya bebas BPA atau bahan kimia berbahaya lainnya.
  • Mudah dibersihkan.
  • Sebaiknya hanya untuk minuman dingin dan hindari pemakaian pada minuman panas.

 

  1. Sedotan bamboo

  • Tersedia bentuk lurus saja.
  • Bahannya ringan.
  • Mudah dibersihkan.
  • Sebaiknya segera dibersihkan dan dikeringkan setelah penggunaan.
  • Ada bau bambu yang mungkin tidak disukai oleh sebagian orang.
  • Aman untuk minuman dingin maupun panas.

 

  1. Sedotan kaca

  • Tersedia bentuk lurus maupun bengkok di bagian atas.
  • Tersedia diameter agak besar untuk minuman dengan tambahan topping seperti bubble tea.
  • Transparan sehingga dapat dilihat bagian dalamnya saat dibersihkan
  • Mudah dibersihkan.
  • Tidak perlu segera dibersihkan setelah pemakaian sehingga praktis saat Ibu sedang tidak di rumah.
  • Awet tetapi perlu berhati-hati karena mudah pecah.
  • Aman untuk minuman dingin maupun panas.

Sedotan-sedotan ini memang dirancang untuk dapat digunakan berkali-kali. Tetapi, tentu Ibu tetap perlu merawatnya dengan baik agar sedotan selalu bersih, menjadi makin awet dan tidak membahayakan kesehatan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Ibu coba untuk merawat sedotan stainless steel maupun sedotan pakai ulang lainnya.

 

  1. Cuci sedotan dengan air mengalir. Biarkan air mengaliri bagian luar maupun bagian dalam sedotan untuk mendorong sisa minuman keluar dari sedotan.
  2. Gunakan sikat kecil (pipe cleaner) untuk membersihkan bagian dalam sedotan. Sikat ini biasanya dijual satu paket dengan sedotan pakai ulang. Masukkan sikat dari salah satu lubang sampai muncul di sisi yang satunya untuk memastikan seluruh sisa minuman atau kotoran jika ada sudah keluar.
  3. Gunakan sabun pencuci saat menggunakan sikat dan bersihkan berulang kali agar benar-benar bersih dan tidak berbau.
  4. Gunakan baking soda untuk memastikan tidak ada residu meniman atau jus yang menempel. Bubuhkan sedikit baking soda di sikat, gosok ulang dan kemudian bilas dengan baik. Proses ini bisa dilakukan seminggu sekali.
  5. Jika masih ada bau yang menempel, siram sedotan dengan air panas. Berhati-hatilah pada proses ini ketika Ibu mencuci sedotan stainless steel.
  6. Pastikan. Sedotan benar-benar kering sebelum kembali disimpan, khususnya untuk sedotan dari bambu.
  7. Simpan sedotan di wadah khusus, baik berupa kantung kain atau kotak penyimpan, ketika dibawa bepergian. Untuk sedotan kaca, sebaiknya Ibu menggunakan kotak penyimpan agar tidak mudah terbentur dan pecah.

Share artikel ini:

Artikel Terkait