Utak-Atik Daging Sapi

Daging sapi merupakan sumber protein yang bermanfaat untuk tubuh. Cita rasanya yang lezat membuat bahan pangan ini menjadi lauk favorit kebanyakan anggota keluarga. Simak tip khusus memilih potongan daging yang tepat dan bagaimana mengolahnya agar tercipta hidangan dengan cita rasa prima!

Sebelum mengolah daging sapi, kenali terlebih dahulu jenis potongannya karena setiap bagian potongan daging sapi memiliki karakteristik berbeda.

Seperti bagian daging has dalam yang cocok untuk steak karena kitahanya waktu yang diperlukan untuk mengolahnya relatif cepat dan mudah lunak. Sebaliknya untuk daging rawon maupun gulaibiasanya menggunakan jenis daging sapi bagian sandung almur yang sedikit liat dan banyak mengandung urat dan lemak karena proses memasaknya lama.

Selain aneka potongan bagian daging sapi, ada kiat khusus agar daging sapi menjadi empuk, lezat dan menggugah selera. Mari kita kenali masing-masing jenis bagian potongan daging dan tip mengolah daging sapi yang tepat.

 

Ragam Jenis Potongan Daging Sapi

Potongan daging sapi atau karkas daging dibagi menjadi beberapa bagian. Anda harus mengenal setiap bagiannya karena jika salah pilih hasil masakan Anda tidak akan maksimal atau bahkan gagal.

1.        Leher (shoulder)

Daging bagian leher sifatnya sedikit liat dan berlemak. Cocok dimasak yang memakan waktu lama, seperti kalio soto atau sup.

2.   Dada (brisket)

Sering disebut bagian sandung lamur. Daging dada biasanya berlemak dan bertulang. Cocok dijadikan daging cincang untuk soto, sup, rawon, atau asem-asem.

3.   Punggung (chuck)

Daging punggung sapi atau tengkuk beserta ‘punuk’ sapi, sifatnya lunak dan empuk, cocok menjadi hidangan sate, bistik, rib eye steak atau steak punggung.

4.   Irisan (blade)

Posisi daging ini di belakang dan di bawah ‘punuk’ sapi, sifatnya empuk dan sedikit lemak. Cocok diolah menjadi steak atau empal.

5.   Rusuk atau iga (rib)

Daging rusuk dibagi menjadi bagian daging rusuk depan dan belakang. Dagingnya lunak dan cocok diolah menjadi hidangan panggang atau sate.

6.   Pinggang atau lulur (loin)

Dagingnya berserat halus dan empuk. Disebut juga has. Daging loin dibagi menjadi sirloin (lulur luar), fillet/tenderloin (lulur dalam), t-bone, dan porterhouse. Cocok dijadikan bahan baku steak, empal, atau rendang.

7.   Tungging (rump)

Bokong sapi bagian atas, dagingnya agak berserat dan liat. Cocok diolah menjadi empal, sate, atau rendang.

8.   Pangkal kaki belakang

Dagingnya berotot dan agak liat serta sedikit berlemak. Bagian ini dibagi menjadi topside (lunak, cepat matang), silverside (daging berserat namun rasanya lezat, cocok untuk sup), aitch bone cut (daging bagian sekeliling tulang punggung), dan top rump (bagian daging berlemak, cocok untuk rawon atau soto).

9.   Kaki atau sengkel (shank)

Daging berotot dan liat, cocok dijadikan bahan baku kaldu soto atau sup.

10.Sayak (skrit)

Bagian perut belakang sapi, dagingnya tipis dan berlemak. Cocok diolah menjadi hidangan berkuah seperti sup dan soto serta gulai.

11.     Sisi atau samcan (flank)

Daging bagian perut sapi bagian depan, berserat, berlemak, dan berotot. Memerlukan waktu lama agar lunak sehingga cocok diolah menjadi bahan kaldu soto, bakso, atau sup.

Share artikel ini:

Artikel Terkait