Yakin Anda Paham Demam Berdarah?

Musim penghujan hampir tiba. Selain meningkatkan kekebalan tubuh guna menangkal berbagai penyakit umum yang menyertai hujan seperti flu, pilek dan diare, kita juga perlu waspada terhadap mewabahnya penyakit demam berdarah (DBD).

Apa sih demam berdarah itu? Dr. Ika Fitriana dari Sahabat Nestle menjelaskan bahwa demam berdarah adalah penyakit infeksi yang diakibatkan oleh virus dengue. Virus ini masuk ke dalam pembuluh darah dan menyerang dinding pembuluh darah. Setelah virus masuk, akan terjadi reaksi komplek di dalam tubuh hingga mengakibatkan kebocoran pembuluh darah. Akibatnya terjadi penurunan jumlah trombosit.  

Tubuh akan melawan dengan menetralisir virus pada tahap awal. Akan tetapi jika gagal, virus akan menganggu fungsi pembekuan darah dan timbul perdarahan. Jika hal ini tidak ditanggulangi, akan terjadi perdarahan saluran cerna yang ditandai dengan warna tinja yang hitam. Terjadi pula perdarahan pada organ tubuh lain seperti ginjal dan paru-paru. Pada stadium akhir, dapat terjadi muntah darah.

Lantas bagaimana cara mengetahui jika tubuh sudah terjangkit demam berdarah? Anda perlu memahami terlebih dahulu gejala demam berdarah, antara lain:

1. Demam mendadak tanpa sebab yang jelas
2. Demam disertai kemerahan di wajah dan leher serta muntah
3. Timbul perdarahan, baik dari gigi, mulut, hidung, kulit, atau tinja
4. Terjadi penurunan suhu secara tiba-tiba setelah beberapa waktu penderita mengalami demam. Gejala ini diikuti dengan rasa gelisah, sakit perut, dan badan lemas. Hati-hati, gejala pada tahap ini menandakan DBD akan memasuki fase syok yang sangat berbahaya.

Agar tubuh berhasil melawan virus, maka dibutuhkan daya tahan tubuh yang kuat. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, diperlukan asupan makanan yang sarat gizi dan vitamin, salah satunya vitamin C. Namun jika sudah terjangkit DBD, sebaiknya segera bawa si penderita ke rumah sakit. Perlu segera dilakukan pemberian cairan agar tidak sampai mengalami dehidrasi. Penderita harus diinfus jika muntah setiap kali makan dan minum atau derajat kebocoran plasmanya cukup berat.

Dokter akan memberikan obat penurun panas dan pereda nyeri. Selanjutnya, dokter akan memantau perkembangan penderita DBD. Jika sampai terjadi perdarahan cerna, maka dokter akan melakukan transfusi darah.

Share artikel ini:

Artikel Terkait