©shutterstock

Yakin Kebutuhan Vitamin D Si Kecil Optimal?

Berbicara tentang vitamin D pandangan orang mungkin tidak lepas dari sinar matahari. Sampai saat ini sinar matahari memang dianggap sebagai salah satu sumber vitamin D yang cukup baik. Lewat bantuannya, vitamin D dalam tubuh dapat diaktifkan dan membantu penyerapan kalsium yang tak lain untuk menunjang kesehatan dan kekuatan tulang dan gigi. Terlebih bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Dr. Betty Kovacs dari Medicine Net menyatakan secara umum vitamin D dibagi dalam dua bentuk. Vitamin D2 yang juga dikenal sebagai ergokalsiferol banyak ditemukan dalam sumber makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Selain itu ada vitamin D3 atau kolekalsiferol yang dapat ditemukan dalam sumber makanan hewani, seperti telur, ikan dan hati. Vitamin ini akan dibuat secara internal dalam tubuh saat terkena sinar matahari.

Dari sini dapat dipahami jika sumber vitamin D tidak sepenuhnya dari matahari. Si kecil juga memerlukan asupan makanan yang sehat terutama yang mengandung banyak vitamin D. Beragam olahan sayuran hijau seperti brokoli, bayam dan kale menjadi sumber vitamin D yang baik. Tambahan protein yang sekaligus sumber vitamin D dari hewani seperti ikan, susu dan telur juga diperlukan si kecil untuk memenuhi kebutuhan vitamin D agar maksimal.

Menurut Dr. Betty vitamin D termasuk jenis vitamin yang larut dalam lemak. Selama si kecil tidak melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, maka proses pembakaran lemak tidak akan terjadi. Sebaliknya, jika si kecil aktif berolahraga vitamin D ini akan digunakan oleh tubuh untuk menunjang proses metabolisme khususnya dalam memaksimalkan penyerapan kalsium yang amat dibutuhkan oleh tulang.

Dampak kekurangan vitamin D dalam tubuh dapat menimbulkan beragam gangguan. Proses pertumbuhan dan perkembangan tulang menjadi terhambat. Bukan hanya itu saja, Dr. Betty menambahkan pada anak-anak kekurangan vitamin D yang cukup tinggi dapat membuat kelainan bentuk kerangka. Maka dari itu, ajaklah si kecil untuk beraktivitas di pagi hari agar bisa terkena sinar matahari dengan bebas, di samping mendukung asupan vitamin D-nya dengan makanan bergizi.

Share artikel ini:

Artikel Terkait