Karakter Kerja Orang Tua, Keteladanan Bagi Anak

Sederhanya, karakter atau etos adalah cara hidup. Etos kerja adalah cara hidup yang kita terapkan dalam dunia kerja. Etos sering diartikan juga dengan sikap, tradisi atau kebiasaan.

Setiap keluarga atau orangtua menganut etos tertentu, misalnya punya tanggung jawab yang kuat, punya gairah berprestasi yang tinggi, hemat dan sederhana, disiplin, berpikir positif pada orang lain dan dunia ini, dan seterusnya.

Karakter yang dipraktekkan orangtua, baik yang menyangkut urusan pekerjaan atau kehidupan secara umum, adalah pendidikan yang paling efektif dan mujarab bagi anak-anak.

Itulah kenapa setiap kali kita menjumpai anak-anak yang berprestasi, pasti terkait dengan ajaran keluarga atau lembaga pendidikan atau orang dewasa tertentu yang menjadi guru bagi anak.

Etos orangtua terkait dengan bagaimana anak-anak belajar. Mereka memang bisa belajar dari apa yang kita omongkan. Tetapi ini kecil sekali efeknya. Yang paling besar adalah cara observasi dan imitasi.

Dengan cara itu, mereka mengamati kita dulu lalu mempraktekkan hasil pengamatannya. Sampai ada istilah begini:

“Jangan kau pikirkan apakah anakmu mau mendengarkanmu atau tidak. Justru yang perlu kau pikirkan adalah anakmu selalu mengamatimu.”

Dalam dunia pendidikan, contoh dari orang dewasa atau keteladanan bukanlah salah satu cara untuk mendidik, tetapi satu-satunya cara. Biar pun kita sudah menerapkan berbagai cara mendidik, tapi kalau contoh ini hilang, dipastikan pendidikan kita gagal.

Demikian juga dengan etos yang buruk. Contoh yang buruk malah lebih cepat menular ke anak, meski kita tidak mengajarkannya secara lisan. Hal-hal yang negatif itu energinya lebih kuat.

Dengan kata lain, etos positif yang kita terapan dalam dunia kerja tidak saja positif buat kita dan perusahaan, tetapi lebih jauh dari itu, positif juga buat pendidikan anak-anak kita.

Sebagi bentuk pendidikan, sebaiknya kita mengkomunikasikan etos kerja kita pada anak supaya penyerapannya lebih cepat. Misalnya kita menjelaskan komitmen kita pada janji dan tanggung jawab.

Bisa juga kita ceritakan kasus yang kita alami lalu kita jelaskan sikap dan tindakan kita. Akan lebih bagus kalau kita merangsang dia untuk bernalar tentang moral. Semakin kuat nalrnya, maka akan semakin kuat juga karakternya.

Intinya, ada dua hal yang penting untuk dikomunikasikan, yaitu usaha kita untuk menjadi orang yang baik dan usaha kita untuk menjadi orang yang kuat dalam menghadapi hidup.

Share artikel ini:

Artikel Terkait