Kebaikan Air Untuk Kesehatan

Ketika tubuh terasa lelah, kita berpikir akan sakit. Anggapan ini belum tentu benar. Mungkin, kita hanya kehausan. Pasalnya, tubuh sangat membutuhkan air agar tetap sehat. Air adalah investasi kesehatan sepanjang masa.

Kesehatan yang kita miliki saat ini, bukan hanya ditentukan oleh apa yang kita makan, melainkan juga oleh apa yang kita minum. Sama seperti planet bumi yang sebagian besar terdiri dari air, tubuh kita juga mayoritas dibangun oleh air. Darah yang membawa nutrisi ke seluruh tubuh, 82% terdiri dari air. Paru-paru yang mengolah oksigen, 90%-nya adalah air. Otak, sebagai pusat pikiran kita, mengandung air sebanyak 76%. Bahkan, tulang kita 25%-nya adalah air juga. Inilah sebabnya mengapa air sangat menentukan derajat kesehatan kita.

Mengingat bahwa air sangat vital bagi kehidupan, tentu kita tidak akan membiarkan tubuh “menangis” kehausan. Apalagi, aktivitas minum air sebenarnya tidak menyita waktu kita terlalu lama. Belakangan ini, kita mengenal istilah terapi air yang mampu menyembuhkan banyak penyakit. Kedengarannya menarik. Namun, untuk mereguk segala kebaikan dari air secara menyeluruh, kita tidak perlu “kalap” belajar terapi air. Mari beranjak dulu dari pemahaman lebih dalam seputar air dan bagaimana agar kita bisa mendapat manfaat maksimal setiap hari. Seperti yang terpapar melalui tanya-jawab dalam artikel kali ini.

Tanya: Apa saja manfaat air bagi tubuh kita?

Jawab: Banyak sekali. Selain membangun seluruh jaringan tubuh, fungsi air yang paling sederhana adalah sebagai pelepas dahaga. Menurut para ahli, dahaga merupakan salah satu sinyal bahwa tubuh mengalami kekurangan cairan. Berkurangnya cairan sebanyak 1%-2%, dapat menyebabkan gangguan fisik dan pikiran.

Fungsi air lainnya adalah sebagai sumber mineral bagi sel-sel tubuh kita. Air adalah satu-satunya zat gizi makro yang mengandung mineral dalam komposisi yang sangat banyak, demikian menurut DR. Ir. Endang S. Sunaryo, M.Sc. DR. Ir. Endang adalah Vice President Research & Development PT. Tirta Investama sekaligus dosen S2 ilmu gizi di Institut Pertanian Bogor.  Mineral sendiri memiliki kegunaan beragam bagi tubuh kita. Antara lain, mengaktifkan keseimbangan enzim, bersama protein membentuk keseimbangan hormon dan sistem kelenjar, membantu toleransi gula darah, mengaktifkan saraf, serta meningkatkan penyerapan dan metabolisme zat gizi lain. Tidak ada metabolisme di dalam tubuh yang tidak melibatkan air.

Tanya : Berapa banyak air yang kita perlukan setiap hari?

Jawab : Setiap hari tubuh kita mengeluarkan sekitar 2,4 liter air. Sebanyak 40 persennya atau sekitar 1 liter keluar melalui air seni, keringat, dan pernapasan.  Untuk menggantikan air yang keluar, sebaiknya kita mengonsumsi tidak kurang dari 2 liter air setiap hari. Menurut DR. Ir. Endang, hal ini juga dikukuhkan oleh penelitan yang pernah dilakukan oleh IPB terhadap masyarakat dari beragam usia di daerah Jakarta Utara dan kota Lembang, Jawa Barat. Tapi, kalau kita mau mengonsumsi air lebih dari 2 liter sehari, itu tidak akan menyebabkan efek negatif. Sebab, air mudah diserap dan dikeluarkan lagi oleh tubuh sehingga tidak menyebabkan tubuh gemuk atau perut buncit.

Tanya : Apa tandanya kalau kita kekurangan cairan?

Jawab : Biasanya tubuh akan memberikan sinyal berupa kehausan, rasa lelah, kepala pusing, otot kaku. Sinyal-sinyal ini bisa diartikan bahwa  kita mengalami dehidrasi sebanyak 2%. Jangan biarkan bertambah lagi, agar tidak terjadi efek yang lebih merugikan.

Untuk mencegah dehidrasi, kita juga harus cermat memperhatikan warna air seni yang keluar. Sebab, rasa haus sama sekali bukan indikator  yang baik penanda dehidrasi. Salah satu contoh: Orang lanjut usia, jarang merasakan haus, meski sebenarnya mengalami dehidrasi. Ini dikarenakan saraf perasa mereka sudah sangat berkurang. Air seni yang berwarna jernih atau kuning bening, adalah tanda bahwa kita telah cukup minum air.

Tanya: Dari mana saja kita bisa mendapat cairan yang baik untuk tubuh?

Jawab: Selain dari air minum, kita juga mencerna cairan dari makanan yang disantap. Demikian menurut Dr. Norman Walker, ilmuwan dari Norwalk Laboratory of Nutritional Chemistry and Scientific Research di New York. Penulis Water Can Undermine Your Health dan Colon Health Key to Vibrant Life ini juga menyatakan, bahan makanan yang paling banyak mengandung air adalah sayur-sayuran dan buah-buahan. Dari setiap sajian buah dan sayur, sepertiganya adalah air. Sedangkan olahan gandum, hanya seperenamnya saja mengandung air.

Minuman manis, seperti limun dan kopi, juga mengandung cairan. Hanya saja, kandungan gula atau pemanis dalam minuman ini memiliki konsentrasi zat terlarut yang lebih tinggi dari tekanan osmotik  darah. Akibatnya, justru air mudah keluar dari sel-sel di tubuh kita. Hasil akhirnya, bukan kecukupan air yang kita dapat, tetapi malah kerongkongan semakin terasa kering kerontang.

Tanya: Air minum seperti apa yang layak untuk kita konsumsi? 

Jawab: Air yang baik adalah air yang tidak memiliki rasa, tidak berbau, jernih, tidak berwarna, dan tidak mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh kita. Zat-zat berbahaya itu antara lain adalah pestisida dan logam berat seperti air raksa, mangan, arsen, dan timah hitam. Termasuk juga di antaranya adalah mikroba, bakteri, dan cemaran kimia yang berasal dari aktivitas manusia.

Menurut peraturan Menteri Kesehatan No. 97 tahun 2002, pemerintah berusaha menyediakan air yang baik bagi masyarakat melalui saluran PDAM.  Supaya lebih aman, air dari PDAM lebih baik kita rebus dulu sebelum dikonsumsi. Pasalnya, di beberapa kota besar seperti Jakarta, misalnya, masih ada air PDAM yang hanya memenuhi syarat air bersih, namun tidak bisa langsung diminum. Ini adalah hasil penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Air yang bersih berarti air yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari dan baru bisa diminum jika sudah dimasak.

Share artikel ini:

Artikel Terkait