Kekuatan Cinta

Kekuatan cinta sungguh luar biasa. Dan cinta sendiri beragam rupanya, namun satu akarnya. Ia keluar dari dalam diri, jujur, tulus. Cinta ibu kepada anak, cinta antar saudara, cinta sepasang suami-istri, cinta sesama, dan cinta kita kepada Sang Pencipta. Kepada siapa pun, cinta sebuah semangat dalam hidup. Karena cinta orang menjadi sehat dan bersemangat. Benarkah begitu?

BENAR. Cinta itu lembut hati, toleransi, penuh maaf, dan menciptakan perasaan nyaman. Cinta itu memberi. Dengan segala hal yang positif disimpan dalam benak cinta, maka menanam cinta menyehatkan. Bukan saja menambah sehat jiwa dan raga diri sendiri, tetapi orang lain yang tersentuh merasa sejahtera dan terasa menyejukkan. Jadi pupuklah terus.

Kesuksesan akan menjadi kebahagiaan hidup apabila itu ditempuh dengan rasa cinta. Orang menjadi lekas letih, dari uang, harta, materi, kuasa dan jabatan yang diperoleh tanpa rasa cinta pada yang dikerjakan. Mencintai yang kita kerjakan bukan saja menghasilkan buah manis, melainkan menyehatkan jiwa dna raga.

Endorphine
Tubuh menghasilkan hormon bernama endorphine, yang lebih banyak dikeluarkan saat rasa cinta merebak. Saat tertawa riang, merasa sejahtera. Saat melakukan segala yang menyehatkan, termasuk bergerak badan dan berolah raga. Endorphine bersifat menenangkan, melemaskan otot-otot badan.

Kehidupan yang keras butuh lebih banyak endoprhine supaya badan tidak terus tegang, dan jiwa pun tenang. Oleh karena itu pilihlah kegiatan yang lebih banyak merangsang keluarnya endorphine. Membangkitkan dan memelihara rasa cinta salah satu caranya.

Mendidik dan membesarkan anak dengan penuh rasa cinta berbeda dengan cinta yang seadanya. Anak, dan siapa pun akan merasakan apakah sebuah cinta itu tulus, sepenuh hati. Tak cukup hanya naluri saja, tetapi dengan menunjukkan sikap untuk memberi cinta secara penuh. Kalau hal itu selalu dilakukan, yang akan disehatkan bukan cuma kita, melainkan semua orang.

Bila kita selalu menumbuhkan cinta dalam hati, kita akan dicari dan dirindukan banyak orang. Cinta juga menuntun dan membimbing hanya berbuat kebaikan. Memberi tanpa pamrih, berbagi tanpa letih, dan berkorban tanpa merasa menderita. Itulah sosok cinta. Dengan begitu endorphine tubuh akan terus lancar berproduksi.

Jangan pelihara perasaan negatif.
Sebaliknya, bila pikiran, perasaan, dan sikap negatif senantiasa terpelihara dalam diri, bukan saja itu melemahkan badan melainkan juga jiwa. Orang yang pikiran dan perasaannya selalu negatif (negative thinking), bukanlah orang yang sehat.

Memiliki pikiran dan perasaan negatif akan membuat orang, yang sakit bertambah sakit dan yang belum sakit menjadi rentan jatuh sakit.

Kalau rasa cinta memancarkan sinar dari wajah dan pikiran kita, spirit hidup akan merekah. Perasaan benci, dengki, iri hati, dan cemas menambah suram segalanya. Penyakit tertentu, kanker misal, tidak lekas memburuk atau ada kemungkinan sembuh kalau kita dapat menerima penyakit itu dengan rasa cinta. Sebaliknya perasaan negatif dapat mempercepat penyakit bertambah parah. Maka pupuklah terus cinta, terlebih kepada orangtua, anak, suami/istri, dan semua sesama kita.

Share artikel ini:

Artikel Terkait