Kenalkan Anak Anda Rambu-Rambu Berteman Di Dunia

Anak-anak kita saat ini menghadapi tantangan yang tidak sama dengan kita. Dulu, kita mungkin menghadapi tantangan berupa kekurangan atau keterbatasan. TV nasional hanya satu. Belum ada internet, Facebook, Twitter, handphone, Game, dan lain-lain. Kini, mereka dikelilingi fasilitas murah secara berlimpah.

Kalau kita melarangnya 100%, ini tidak masuk akal. Larangan yang tidak masuk akal, tak bisa dipatuhi. Bahkan jika mereka mematuhi larangan kita pun, mungkin mereka akan menjadi manusia yang paling terbelakang di zamannya.
 
Tapi, bila kita biarkan begitu saja, mereka akan hanyut dan larut ke dalamnya. Berita di TV sudah mengungkap berbagai penyimpangan dan pelanggaran anak-anak karena salah memperlakukan fasilitas yang berlimpah itu.

Jadi bagaimana? Baik kemajuan atau perubahan zaman itu selalu dapat difungsikan secara ganda. Satu sisi, ia bisa menjadi berkah bagi kemajuan, tetapi di sisi lain bisa juga menjadi musibah. Ini  bukan karena teknologinya. Teknologi hanya enabler (alat yang tidak bisa apa-apa kecuali disuruh). Oranglah yang menjadi creator-nya (yang mampu berbuat apa saja). 

Supaya kemajuan ini tidak menjadi musibah, kita perlu membantu mereka, terutama untuk usia menjelang remaja sampai remaja akhir (SD-SLTA), sebab pada usia itu konstruksi mental seseorang belum kokoh. Walaupun dia anak baik, tetapi itu belum bisa dijadikan patokan 100% karena masih labil.

Bantuan yang sangat diperlukan adalah bekerjasama dalam membuat dan menaati rambu-rambu, yang antara lain di bawah ini:

  1. Tidak memberikan identitas diri / keluarga kepada sembarang orang
  2. Tidak memberi privacy yang berlebihan, taruhlan internet di ruang terbuka 
  3. Jangan tertipu oleh asumsi buta bahwa anak kita orang baik, matang, sehingga tak perlu diawasi, lalu kita terlena. Monitor berkala tetap perlu
  4. Menjadi teman anak di dunia maya
  5. Sepakati waktunya. Berlebihan bersahabat dengan teknologi, dapat mempengaruhi cara berpikir dan pertumbuhan fisik.
  6. Tetap ada waktu untuk bergaul dengan orang dan lingkungan nyata karena di sinilah kematangan itu berkembang
  7. Berkompetisi dengan anak dalam menemukan hal-hal yang baik dari teknologi, misalnya untuk menambah pengetahuan
  8. Tetap memberikan pengetahuan dan penyadaran mengenai fungsi teknologi yang bisa bahaya atau bahagia
  9. Ajaklah anak untuk mendialogkan berbagai fenomena agar konstruksi mentalnya jelas.
  10. Tetap membekali dia nilai-nilai yang sifatnya dari interaksi langsung

Intinya, fokus kita haruslah pada bagaimana mengarahkan anak menyikapi kenyataan dengan lebih matang, bukan pada teknologi atau zaman, sehingga tidak melarangnya 100% atau membiarkannya 100%. Semoga bermanfaat.

 

* lifeskill facilitator, penulis dan learning counselor

Share artikel ini:

Artikel Terkait