Kesalahan Umum yang Dilakukan Saat Menurunkan Berat Badan

Berbagai metode diet sehat sudah dijalani, tapi berat badan tak kunjung menyusut. Secara tidak sadar, mungkin ada beberapa kesalahan yang kelihatannya sepele tapi ternyata berdampak besar terhadap kesuksesan diet Ibu.

Sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya Ibu ketahui dahulu kesalahan apa saja yang menyebabkan berat badan tidak turun meskipun telah menjalani diet. Mungkin saja Ibu membuat salah satu dari kesalahan berikut ini.

 

Kurang Persiapan

Saat mulai berdiet, banyak orang yang langsung mengurangi porsi makan normalnya, misalnya dengan mengurangi porsi makan nasi, menjadi lebih sedikit atau tanpa nasi. Namun hal tersebut justru akan menimbulkan rasa lapar yang datang lebih cepat dan lebih sering karena tubuh sedang beradaptasi. Karena kurangnya persiapan, terkadang Ibu pun kerepotan dan panik saat menghadapi rasa lapar sehingga membuat keputusan yang tidak tepat, contohnya makan camilan seperti gorengan dan makanan ringan yang belum tentu menyehatkan.

Contoh persiapan yang baik menurut Stephanie Clarke, RD, ahli diet & nutrisi Mayo Clinic adalah dengan menyiapkan camilan sehat dalam beberapa kemasan kecil untuk dimakan saat rasa lapar datang, seperti salad dalam porsi kecil atau stok buah dan kacang-kacangan seperti kacang kedelai, almond dan edamame untuk seharian penuh atau seminggu.

 

Tidak Memberi Tahu Orang Sekitar Jika Ibu sedang Diet

Menurut ahli diet, Willow jarosh, RD, salah satu faktor kegagalan diet adalah karena pengaruh orang lain. Orang di sekitar tentu akan mengajak Ibu makan atau berbagi camilan yang tidak sesuai dengan pola diet. Bukan karena sengaja ingin menyabotase diet Ibu, namun karena tidak tahu jika Ibu sedang dalam program diet. Jadi sebaiknya beritahu orang sekitar bahwa Ibu sedang berdiet. Karena semakin banyak orang di sekitar yang tahu jika Ibu sedang menjalankan diet , maka semakin tipis kemungkinan diet Ibu terganggu.

 

Terlalu Banyak/Sedikit Protein

Menurunkan berat badan identik dengan mengurangi asupan karbohidrat. Sebagai penggantinya, protein pun ditingkatkan untuk meningkatkan masa otot. Banyak pula Ibu yang khawatir protein dapat meningkatkan massa otot, sehingga asupan protein pun jarang dikonsumsi. Hal ini tentu tak baik karena tubuh tetap memerlukan asupan keduanya. Mitzi Dulan, RD, ahli gizi dari Mayo Clinic menyarankan untuk tetap mengonsumsi zat gizi secara seimbang agar sistem pencernaan lancar. Karbohidrat bermanfaat untuk memberikan energi, sedangkan protein memiliki manfaat memberikan rasa kenyang lebih lama. Jika Ibu kekurangan asupan tersebut, maka rasa lapar akan cepat datang dan Ibu akan merasa lemas.

 

Makan Sepuasnya Asal Olahraga

Prinsip ini ternyata banyak diterapkan oleh Ibu yang suka berolahraga, khususnya olahraga kardio. Hal ini sebenarnya menjebak, karena jika Ibu berlari 30 menit dan telah membakar 250 kalori, lalu makan sepotong kue cokelat dengan kandungan sebesar 300 kalori, maka tubuh hanya menyerap zat gizi yang sangat sedikit namun kalori berlebih, sehingga kalori tersebut akan disimpan sebagai lemak. Perlu diingat ya Bu, olahraga tetap harus didukung dengan pola makan yang sehat.

 

Terlalu Banyak Jus

Menurut ahli diet & nutrisi dari situs Health, Louis Aronner, MD, Ibu kerap menggantikan makanan padat dengan jus buah dengan anggapan kaya akan serat dan mudah dikonsumsi. Namun pada kenyataannya, kebanyakan jus mengandung banyak kandungan gula yang berasal dari buah itu sendiri. Apalagi jika Ibu juga menambahkan gula tambahan untuk menciptakan rasa manis. Akhirnya tubuhpun memproduksi lebih banyak insulin, yang menyebabkan stamina turun, sehingga Ibu cepat lelah dan rasa lapar semakin meningkat. Ketimbang jus, sebaiknya konsumsi buahnya saja secara langsung untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal.

 

Pantang Camilan

Dalam menjalankan diet, tentu Ibu merasa khawatir dalam menjaga asupan kalori sehingga menghindari asupan camilan. Padahal para ahli diet menyarankan untuk tetap mengonsumsi camilan di sela-sela waktu makan. Diet ketat cenderung membuat pikiran Ibu penat.  Oleh karena itu, agar Ibu lebih relaks, konsumsilah camilan sehat seperti buah, agar-agar, yoghurt atau dark chocolate. Namun dalam jumlah yang terbatas, yakni 150-200 kalori per hari. Pikiran pun terasa lebih ringan dan perasaan senang tetap terjaga saat menjalani diet.

Tak hanya itu, camilan juga bisa membantu Ibu dalam mengontrol rasa lapar dan membantu menjaga metabolisme tubuh, terutama jika camilannya kaya protein, seperti kacang almond dan kacang merah.

 

Tidak Mencatat Asupan makan

Hal yang satu ini paling disepelekan Ibu namun ternyata pengaruhnya sangat signifikan.  Dalam menjalankan program menurunkan berat badan, Ibu wajib untuk tetap diperhitungkan jumlah asupan total kalori harian. Dengan mencatat apa saja yang dimakan, Ibu bisa mengira-ngira berapa banyak kalori yang telah dikonsumsi dan jika sudah terlalu banyak, Ibu bisa dengan mudah untuk mengendalikannya.

Cukup catat di selembar kertas, untuk melihat dimana letak kesalahan pola makan yang membuat program diet gagal.Jika Ibu tidak mau repot, cara terbaiknya adalah menghitung jumlah kalori dengan menggunakan aplikasi penghitung kalori di smartphone, agar Ibu lebih mudah melacaknya. 

Share artikel ini:

Artikel Terkait