Kopi dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Kopi dengan aroma yang menggoda dan rasa yang nikmat, serta beragam manfaatnya bahkan bagi kesehatan. Kebiasaan meminum segelas kopi di pagi hari, yang memberi semangat di hari baru, dirasakan oleh banyak orang. Apa gerangan yang dikandungnya?

Kopi adalah tanaman yang tumbuh di dataran tinggi. Tanaman ini dikenal berasal dari Ethiopia yang kemudian dikembangkan di berbagai negara, termasuk Indonesia.; Saat ini kopi adalah minuman yang sangat populer, nomor 3 terbanyak dikonsumsi setelah air putih dan teh. Seringkali disajikan pada acara budaya, diskusi dan rapat, atau kegiatan sosial. Selain itu juga, bagi banyak orang kopi adalah minuman wajib di pagi hari, atau diminum saat ngobrol santai di kafe atau warung kopi.

Nutrisi Kopi

Banyak orang menanyakan apakah minuman hitam ini bernilai gizi? Kebanyakan orang menganggap kopi hanya mengandung kafein. Namun, tidak banyak orang yang tahu kalau kopi mengandung berbagai mineral, serat, bahkan antioksidan. Seperti halnya makanan lain, kopi juga kaya akan gizi.Dalam kopi sesungguhnya terkandung berbagai mineral seperti magnesium, potasium, niacin, dan mangan.; Mineral-mineral ini berperan dalam metabolisme energi, yakni membantu tubuh melepas energi yang berasal dari karbohidrat, protein dan lemak. Disamping itu juga kopi kaya akan poliphenol, antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas.

Kafein pada Kopi

Kafein merupakan sejenis alkaloid yang ditemukan pada lebih dari 60 jenis tanaman, dan terdapat pada biji, daun maupun buahnya. Berfungsi sebagai pestisida alami untuk menjaga tanaman dari serangan serangga. Banyak orang menganggap kafein hanya terdapat pada kopi. Padahal thein, yang terdapat pada teh, adalah kata lain dari kafein untuk teh. Kopi, teh, coklat, dan kola adalah tanaman sumber kafein yang banyak dikonsumsi masyarakat. Kafein berperan sebagai stimulan pada sistem syaraf pusat, memperbaiki ”alertnes” dan ”awareness”, sehingga orang menjadi lebih waspada dan cepat tanggap.Kafein dalam kopi juga dapat mengurangi kelelahan dan membuat orang lebih segar. Kandungan kafein bervariasi, tergantung pada jenisnya dan proses pengolahan. Kopi instan kandungan kafeinnya lebh rendah dibanding kopi yang hanya difilter. Demikian pula ”decafeinated” kopi adalah cara untuk menghilangkan kandungan kafein pada kopi.

Kopi Kaya Antioksidan

Benarkah? Banyak yang mempertanyakan apakah pernyataan bahwa kopi kaya akan antioksidan adalah fakta atau mitos. Memang tidaklah berlebihan jika ada yang menyatakan kopi adalah sumber utama antioksidan, khususnya poliphenol dari keluarga chlorogenic acid.

Peminum kopi yang mengonsumsi lebih dari 5 cangkir kopi sehari, asupan poliphenolnya sebanyak 500 – 2000 mg, peminum kopi 1-5 cangkir sehari sebanyak 100 – 500 mg, sedangkan yang tidak minum kopi asupan poliphenol hanya 10 -100 mg.; Poliphenol juga banyak terdapat pada buah-buahan (jeruk, apel, anggur), sayuran seperti tomat, bawang, lada, disamping teh, coklat dan minuman anggur. Rata-rata makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari mengandung 1g poliphenol per hari. Namun tidak ada rekomendasi berapa banyak yang disarankan.

Seperti kita ketahui, antioksidan berperan melawan kerusakan oksidatif akibat radikal bebas. Studi epidemiologi menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara moderat (2 cangkir) sehari memberi dampak positif bagi kesehatan. Hal ini diduga disebabkan oleh poliphenol yang dikandungnya. Poliphenol mengurangi resiko terhadap penyakit kronik dan penyakit “degeneratif” seperti kanker, diabetes tipe 2 dan penyakit kanker.

Hasil penelitian lainnya yang mulai terlihat adalah adanya dampak positif kopi terhadap penurunan kerusakan syaraf, seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer.

Walaupun demikian, masih diperlukan berbagai penelitian lainnya untuk melihat konsistensi hasilnya. Antioksidan pada kopi sebanyak 30%, terdiri dari 5-7% polipheneol bebas dan sisanya sebagai melanoidin yang terikat dengan karbohidrat dan protein. Melanoidin merupakan pigmen coklat pada kopi.

Adakah Konsumsi Maksimum Harian?

Kecepatan penyerapan kopi pada setiap orang bervariasi. Rata-rata half life dari kafein (waktu yang diperlukan tubuh untuk mengeluarkan ½ dari total yang dikonsumsi) adalah 3 jam. Waktu ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Wanita hamil membutuhkan waktu yang lebih panjang (8 jam) dan perokok berat mengeluarkan lebih cepat (1-2 jam). Karenanya, berapa banyak kopi yang seharusnya kita minum, kita sendirilah yang mengetahuinya.

Namun, secara umum bisa dikatakan bahwa minum 2-3 gelas per hari memberikan dampak positif kesehatan bagi kebanyakan peminum kopi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sejauh ini kopi tidak membuat ketagihan (adiktif) seperti merokok ataupun obat-obatan. Kalaupun orang menjadi ketagihan, hal ini disebabkan karena nikmatnya rasa kopi. Orang yang terbiasa minum; kopi bisa saja menghentikan kebiasaan itu tanpa terganggu kesehatannya.

Fakta tentang Kopi

Kopi tidak menyebabkan osteoporosis.

Osteoporosis atau kerapuhan tulang, yang meningkatkan resiko tulang patah, disebabkan oleh berbagai faktor antara lain pola makan, kurangnya asupan kalsium dan vitamin D, kurangnya aktivitas fisik, kelebihan berat badan (obese), konsumsi alkohol dan merokok, faktor keturunan, serta kondisi hormonal.

Pada tahun 1994 komisi penasehat NIH (National Institute of Health) USA menyimpulkan bahwa kafein tidak mempengaruhi penyerapan maupun pengeluaran kalsium. Banyak studi menunjukkan bahwa minum kopi tidak berhubungan dengan penurunan densitas tulang selama asupan kalsium cukup dan dikonsumsi dalam jumlah moderat.

Kopi tidak menyebabkan keguguran atau kelahiran premature

Metabolisme kafein melambat pada wanita hamil. Kafein bisa melewati dinding plasenta bayi yang menyebabkan adanya hubungan antara konsumsi kopi pada ibu hamil dan kondisi bayi. Namun penelitian menunjukkan 2-3 gelas kopi (kafein <300mg) tidak menyebabkan keguguran maupun kelahiran prematur pada bayi.

Kopi tidak menimbulkan tekanan darah tinggi.

Kafein tidak menyebabkan hipertensi kronis. Individu yang sensitif terhadap kafein mungkin akan mengalami kenaikan tekanan darah selama beberapa saat dan kemudian kembali normal. Sedangkan mereka yang tidak sensitif tidak terkena dampak apa-apa.

Tips untuk Menikmati Segelas Kopi

Kopi enak dikonsumsi panas maupun dingin dengan es, tergantung selera masing-masing. Kopi juga nikmat diminum dengan tambahan krim ataupun tanpa penambahan krim (black coffee) Sebaiknya minum kopi tidak pada saat perut kosong. Minumlah kopi dalam jumlah moderat, 2-3 gelas perhari. Ikuti irama tubuh Anda untuk mengetahui sensitivitas terhadap kopi. Kopi decafeinated adalah alternatif pilihan jika Anda sensitif terhadap kafein. Have fun and be healthy with a glass of NESCAFÉ!

Share artikel ini:

Artikel Terkait