@shutterstock

Kualitas Tidur Bisa Pengaruhi Gaya Hidup Sehat?

Pernahkah mengalami pusing di pagi hari, otak tak fokus saat bekerja atau tiba-tiba mengantuk berat di siang bolong? Hal-hal semacam ini sering terjadi manakala pola tidur tidak teratur dan kurang dari delapan jam. Kurang tidur memang menjadi salah satu hal yang paling mengganggu kegiatan. Kerja menjadi lamban dan hasilnya juga kurang maksimal. Ironisnya, banyak orang yang sering mengalaminya baik disengaja maupun tidak.

Salah satu faktor yang bisa membuat gaya hidup lebih sehat adalah tidur. Kegiatan mengistirahatkan diri ini sangat penting untuk mengembalikan kinerja otak agar kembali prima. Sebab, kurang tidur hanya akan mengganggu memori otak dan menyebabkan proses berpikir menjadi tak maksimal. Hal ini sesuai dengan pernyataan Dr. Robert Rosenberg, DO, praktisi kesehatan Amerika dalam lansirannya di Every Day Health.

Penelitian yang  dilakukan di Unversity of California, San Diego, Amerika Serikat, menemukan penurunan fungsi kognitif yang terjadi pada orang yang sulit tidur dengan nyenyak akibat apnea. Berbeda dengan insomnia yang terjadi lantaran faktor mental atau pikiran seperti stres dan depresi, apnea lebih dikarenakan gangguan fisik pada saluran pernapasan. Ketika penderita apnea tidur, saluran pernapasan akan tersumbat sehingga membuat orang tersebut terbangun dan sulit tidur.

Dari hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa penurunan memori bukan hanya akibat otak kekurangan oksigen. Kurang tidur juga akan meningkatkan produksi hormon kortisol. Menurut Dr. Robert, hormon ini berpengaruh erat dengan terjadinya stres. Maka tak heran jika orang yang kurang tidur cenderung sulit mengontrol emosi dan suka uring-uringan. Stres yang tinggi juga akan membuat kekebalan tubuh menurun, sehingga orang yang kurang tidur lebih mudah mengalami sakit.

Lebih lanjut, Dr. Robert juga mengemukakan kadar kortisol yang terlalu tinggi akan berpengaruh secara langsung terhadap fungsi kognitif otak. Jika hal ini terus terjadi secara berulang-ulang, maka akan langsung berpengaruh pada Hipocampus. Bagian otak tersebut memiliki peran dan fungsi menyajikan informasi dan menyalurkannya dalam sebagai ingatan dalam jangka panjang. Bila kadar kortisol tidak terkontrol, hipocampus akan mengalami penurunan fungsi dan orang tersebut rentan terkena demensia atau kepikunan dini.

Share artikel ini:

Artikel Terkait