Loobie Lobster

Jika kebanyakan kita menganggap hidangan barat harus selalu mahal; sering di-persepsikan eksklusif, mungkin ya juga tidak. Para juru masak berpengalaman harus punya jurus andal untuk menyajikan hidangan lezat berharga ekonomis. Salah satunya adalah Chef Afit dan Lucy Wiryono yang membuka resto bernama Loobie Lobster.

Benar, lobster adalah menu hidangan yang ditawarkan. Lobster memang mahal, tapi bukan berarti sangat ekslusif sehingga tidak bisa terjangkau. Resto Hollycow berhasil membuat resep hidangan steak yang sukses sehingga menantang Loobie Lobster untuk mencoba menjadikannya sebagai menu andalan.

Sebelumnya, Loobie Lobster hanya buka malam hari mulai dari pukup 16.30. Namun, terhitung bulan Maret 2013 ini, resto Loobie Lobster mulai buka pada siang hari. Terletak dijalan Gunawarman, Jakarta Selatan, resto ini menempati ruangan mini dimana hanya tersedia tujuh meja dengan kapasitas kurang dari 30 kursi. Jadi, pastikan datang paling awal atau bersiap menunggu sabar jika ingin mencicip lobster asal Kalimantan atau udang galah.

Selain tempatnya yang mini, ternyata menu hidangannya juga mini karena hanya ada 2 jenis yang ditawarkan: lobster atau udang.  Jadi, tidak perlu waktu lama untuk memilih. Sedang untuk yang ingin mencicipi kombinasi keduanya sekaligus, mix platter adalah jawabannya.

 

Setelah memesan sepiring hidangan berisi lobster atau udang, keduanya disajikan dengan nasi hangat dimana kita dapat memilih antara sambal matah atau bawang putih (spicy garlic). Menu lobster yang dihidangkan merupakan 1 ekor lobster yang dibelah dan dibakar setelah diberi bumbu bawang putih. Cangkang lobster berisi daging putih mirip udang, tidak begitu besar dibanding lobster yang umumnya hanya digunakan bagian ekor dan capitnya saja. Tekstur daging lobster yang lembut sedikit menempel pada kulit, perlu usaha untuk mengambilnya dengan garpu atau sendok. Saran saja, tidak ada salahnya untuk langsung menggunakan jari tangan agar lebih cepat dan langsung menikmati semua hidangan dengan penuh.

Selanjutnya, sambal matah asal Bali merupakan sesuatu yang berbeda dengan racikan bawang merah, putih, sereh juga cabe rawit memberi rasa pedas yang unik. Sedang spicy garlic atau sambal dengan bawang putih memiliki rasa pedas mirip seperti sambal lampung. Hanya saja, untuk mencicip hidangan lobster seberat 300gr, sambal tidak selalu diperlukan karena daging lobster sudah berbumbu dan tampil pas dengan rasa gurih khas seafood juga sedikit manis.

Seperti kita telah bahas sebelumnya, selain lobster terdapat menu udang. Untuk menu udang, sepiring akan berisi 2 ekor yang juga dibelah sehingga terdapat 4 potong udang yang telah dibakar dibakar. Berbumbu sama menggunakan udang berukuran lumayan besar; perlu banyak tempat didalam perut…kesegaran daging udang yang menggiurkan memang layak dinanti. Sedang untuk mix platter berisi setengah lobster dan udang juga dengan nasi beserta sambal, cocok dengan untuk  melengkapi koleksi citarasa istimewa.

Lebih istimewa lagi, semua hidangan berada dalam kisaran harga dibawah 100 ribu rupiah kecuali mix platter yang seharga 125 ribu. Lalu, jika ingin menghemat lagi, harga khusus berlaku pada hari Senin dan Selasa, mix platter menjadi 90 ribu rupiah.

Untuk hidangan penutup, ada satu hidangan andalan yaitu tiramisu. Cake ini bisa jadi pilihan manis mengimbangi semi rasa yang sudah dinikmati dari hidangan sebelumnya.

Loobie Lobster mungkin menjadi jawaban untuk keingintahuan hidangan lobster yang sudah sering Anda temui atau dengar. Bersiaplah untuk mendapat pengalaman berbeda dari hidangan seafood ataupun tempat mini dengan citarasa unik.

Selamat bersantap.

Share artikel ini:

Artikel Terkait