Manfaat dan Mudarat Kosmetik

Manusia modern tak luput dari pemakaian kosmetik. Kosmetik membantu mengangkat performa fisik agar lebih tampil menarik. Bukan saja kaum Hawa, kaum Adam pun kini mulai memanfaatkan kosmetik agar tampil lebih menarik. Betulkah ada mudarat (efek negatif) kosmetik selain manfaatnya, mari kita bicarakan di bawah ini

SEKARANG kosmetik bukan sekadar alat rias belaka, tapi juga bersifat terapi. Kita mulai memasuki era cosmedic, memanfaatkan bahan obat ke dalam kosmetik. Itu sebabnya bila kosmetik dipakai secara keliru semakin besar kemungkinan mudarat kosmetik, selain manfaat yang mungkin kita dapat.
Kalau ditanya apakah kosmetik bermanfaat tentu saja benar begitu. Demikian pula dengan peran cosmedic atau kosmetik medik. Jenis kosmetik ini selain sebagai alat rias juga untuk memperbaiki kondisi kulit.

Pertimbangan Efek Positif-Negatif
Sebagaimana pemakaian obat-obatan, dalam memakai kosmetik, sebaiknya tetap berdasarkan pertimbangan efek positif-negatif. Bila risikonya lebih besar ketimbang manfaatnya, lebih baik tidak dipakai. Suatu kosmetik hanya dipakai bila memberikan sejumlah manfaat bagi tubuh, sedangkan risiko dianggap bagian dari konsekuensi pemakaiannya.

Kalau kulit bisa lebih indah dengan memakai suatu kosmetik, pakailah selama risiko pemakaiannya masih tergolong aman. Sebaliknya bila keindahan kulit yang ingin kita dapatkan dari sebuah kosmetik justru merugikan bagian tubuh lainnya, pemakaiannya harus dihindari. Bila bahan kosmetik mengandung bahan berbahaya seperti mercuri, misalnya. Mercuri memang bisa memutihkan kulit, namun bersifat racun bagi tubuh.

Kita tahu obat jerawat juga ada beberapa jenis. Yang ringan bila tidak ditambahkan bahan obat corticosteroid. Penambahan obat ini pada obat jerawat agar radang kulit berjerawatnya lekas mereda, dan jerawat cepat kering. Namun satu efek buruknya, obat ini menyisakan bercak hitam pada bekas jerawatnya.

Sisi Mudarat Kosmetik
Tidak semua kosmetik aman dipakai, kendati berkhasiat menambah indah penampilan. Bukan saja kosmetik rias, parfum, bedak, deodoran tidak semuanya aman. Pertimbangan dunia medik, tak semata mempertimbangkan khasiat suatu kosmetik, melainkan penting pula pertimbangan apakah aman dipakai.

Kosmetik atau mungkin yang tergolong cosmedic pemutih kulit dengan memakai bahan retinoin (vitamin A asam), apakah selalu aman? Bukan bahannya benar yang perlu dipakai dengan beberapa peringatan, melainkan cara pakai, dan berapa dosis yang tepat.

Bahan pemutih mengandung retinoin ini yang dijual bebas tanpa resep dokter sering kelebihan dosis. Berbeda dosisnya dalam bentuk cair, krim, atau jel. Kelebihan dosis obatnya bisa merusak kulit. Termasuk bila pemakaian siang hari. Kulit menjadi mengelupas seperti terbakar.

Bagaimana pun komsetik terbuat dari bahan kimia yang belum tentu akrab dengan kondisi kulit kita. Apalagi yang diminum, atau disuntikkan. Tidak semuanya aman dipakai untuk setiap orang. Mereka yang sensitif terhadap kandungan di dalamnya dapat memunculkan reaksi alergi.
Tidak semua kosmetik dari negeri empat musim cocok untuk dipakai mereka yang bermukim di iklim tropik. Kebutuhan akan kelembaban kulit tidak sama bagi setiap negara dengan musim yang berbeda. Kulit di iklim tropik tidak membutuhkan banyak kelembaban seperti kulit di iklim dingin.

Semua jenis obat yang menunjang kecantikan, atau memulihkan kondisi kulit, atau membentuk kembali struktur tubuh dengan bantuan obat-obatan lebih besar mudaratnya bila tak tepat memakainya.***


 

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan

Share artikel ini:

Artikel Terkait