Memahami Istilah Kosmetik

Istilah kosmetik perlu dipahami supaya tidak keliru memilih, dan aman bagi tubuh atau wajah kita. Bagi yang berbakat alergi perlu lebih waspada karena reaksi alergi bisa terjadi kalau kosmetik yang dipilih tak cocok. Lebih dari itu, penting membaca label untuk mengetahui apa kandungan suatu kosmetik. Sekarang ini masih banyak beredar kosmetik yang berisi bahan kimia berbahaya, dan terlarang. Selain itu ada pula bahan kimia yang berlebihan takarannya sehingga merugikan kesehatan. Kita membahas semua itu di sini.

ADA lebih dari sepuluh ribu jenis bahan kimia yang dipakai dalam industri kosmetik. Tidak semua aman untuk tubuh manusia. Setidaknya ada 9 jenis bahan kimia yang lazim dipakai dalam kosmetik yang sudah dilarang. Maka tak cukup hanya mengamati tepat tidaknya pilihan suatu kosmetik bagi tubuh kita, terlebih perlu juga diperhatikan apakah produk tersebut mengandung bahan kimia berbahaya. Berbeda dengan di negara maju, di negara kita masih banyak beredar dengan bebasnya aneka ragam kosmetik yang sebetulnya tak diperkenan karena membahayakan kesehatan. Belum lagi apabila masyarakat kesulitan memahami istilah-istilah yang banyak menggunakan bahasa asing, sehingga tidak bisa membaca kandungan dalam produk tersebut dan cara pakai yang tepat. Ketidaktahuan masyarakat hanya memperhatikan keberkhasiatannya semata, lupa kalau di balik khasiat tersimpan unsur merugikan.

 

Istilah kosmetik

Paling sering kita membaca istilah hypoalergic, ini berarti kosmetik yang dimaksud mengandung bahan yang kecil kemungkinannya bikin menimbulkan reaksi alergi. Kita tahu kasus terbanyak pada pemakaian kosmetik berupa serangan reaksi alergi. Bagi yang berbakat alergi  sebaiknya hanya memilih kosmetik jenis hypoalergic.

Setiap kosmetik tentu sudah melewati berbagai uji agar selain betul memberi khasiat sebagaimana dijanjikan, perlu aman pula. Hanya apabila sudah memiliki izin dari Depkes kosmetik tidak disangsikan untuk digunakan. Persoalan yang bisa muncul dalam hal cara pakai.

Pengetahuan mengenai kandungan bahan kimia kosmetik tertentu perlu disosialisasikan agar tidak merugikan konsumen.

Walau tidak dilarang, vitamin A asam (retinoic acid) yang sekarang banyak dipakai untuk meremajakan kulit perlu diperhatikan dosisnya. Bila berlebihan akan merusak kulit. Harus berbeda dosisnya pada tiap produk dalam bentuk cairan (lotion), gel, atau cream.

 

Ada 9 bahan kimia kosmetik dilarang

Dari sepuluhan ribu jenis bahan kimia yang dipakai dalam kosmetik sedikitnya ada 9 jenis yang dilarang pemakaiannya dalam kosmetik. Namun sayang belum semua masyarakat mengetahui, dan produsen kosmetik nakal masih beredar di pasaran. Tak hanya bahaya kanker bila dipakai terus-menerus untuk waktu lama, berpotensi melahirkan bayi cacat, gangguan hormon tubuh, merusak saraf, selain mengganggu organ ginjal dan hati.

Kesembilan bahan kimia kosmetik yang sudah lama ditinggalkan itu coal tar; dietalamine (DEA); formadehyde; lead (timbal); glycerol ethers; mercury (Hg); paradens; phenylenediamine (PPD); phthalates (DBP/DMP/DEP) sebagai pengharum. Semua ini tidak boleh hadir dalam kosmetik apa pun kalau kesehatan kita tak ingin dirugikan.

Selain itu triclosan, semacam antibakteri bisa memasuki ASI selain mencetuskan kanker (carcinogenic). Butylacetate dalam kutek dapat menimbulkan pusing; dioxane banyak dipakai dalam sabun,shampo juga carcinogenic; talc dalam eye-shadow, blush, bedak bayi, deodorant dan sabun juga carcinogenic, khususnya kanker indung telur (ovarian cancer) dan kanker paru. Bahan toluen dalam semir rambut bahan pengkilap (gloss) selain carcinogenic, menurunkan kesuburan dan merusak ginjal.

Sebaiknya memang kita tidak memilih kosmetik kimiawi, tukar saja dengan yang lebih alami. Urang-aring untuk penyubur; lidah buaya peyubur rambut, daun sirih untuk antisepsis kulit dan organ vital, mentimun, alpukat sebagai masker; lalap beluntas untuk pengharum badan; sabun lemon grass (sereh); daun pandan sebagai pengharum, dan masih banyak yang bisa kita gali dari alam kita, tetap berkosmetik tanpa mengganggu utuhnya sosok kesehatan kita. Penggunaan kosmetik apapun harus dilakukan secara cermat dan bijak. Jangan asal memilih dan menggunakan suatu produk tanpa memahami apa yang dikandungnya dan cara penggunaannya yang tepat.***

Share artikel ini:

Artikel Terkait