Mengenal Kangaroo Care

Kangaroo care atau cara menggendong bayi bergaya hewan kanguru sudah lama dikenal. Awalnya bukan ditujukan bagi semua bayi normal, melainkan bayi yang lahir sebelum waktunya (preterm baby). Namun gaya menggendong alami kanguru ini nyatanya memberikan sejumlah manfaat, sekurang-kurangnya sentuhan langsung kulit ke kulit, selain dekapan yang berlangsung panjang.

BETUL. Dulu gaya menggendong ala kanguru dipilih kalau bayi baru lahir memerlukan inkubator. Di unit layanan bayi yang belum memiliki fasilitas inkubator, ibu diwajibkan menggendong bayinya dengan gaya hewan kanguru.

Lebih dari sekadar memanfaatkan hangatnya kulit ibu yang terasakan oleh bayi yang digendong, dengan catatan baik ibu maupun bayi tak dilapis pakaian,bayi juga merasakan degup jantung, selain suara pernapasan ibu. Sentuhan kulit ke kulit menambah kuat ikatan batin ibu dan anak.

Seiring dengan perjalanan perawatan bayi baru lahir, menggendong bayi bergaya kanguru kemudian menjadi bagian dari “Inisiasi Menyusui Dini”. Begitu lahir, bayi langsung menemplok di dada ibu sekitar beberapa puluh menit, merasakan sentuhan kulit ibu. Proses pemberian ASI pun lebih lancar bila diawali dengan cara ini. Bayi mengenal “bau” ibunya, dan ibu juga merasakan sentuhan belahan jiwanya.

 

Bagian dari NICU

Bayi baru lahir yang mengalami kondisi kegawatdaruratan, memerlukan fasilitas intensif care unit atau NICU (neonatal intensive care unit). Secara lebih alami, layanan NICU bisa untuk sementara digantikan dengan kangaroo care.

Bayi yang memerlukan NICU namun tidak mendapatkannya, lalu digantikan dengan kangaroo care, ternyata lebih berhasil bertahan hidup dibanding yang tanpa memilih gendongan kanguru.

Dalam kangaroo care, dengan bertelanjang bayi maupun ibu saling mendekap di dada. Dengan posisi bayi bertengkurap di dada ibu, selain menambah kehangatan fisik maupun psikis, cara ini juga memberikan rangsangan pendengaran (vestibular) kepada telinga bayi yang datang dari degup jantung ibu selain juga suara pernapasan ibu.

Namun tidak selalu ibu yang baru melahirkan bisa melakukan perawatan kanguru sebagaimana dimaksud. Pada kasus ibu dengan melahirkan sectio casarea, misalnya, bayi tak bisa ditengkurapkan langsung di dada ibu. Pada saat demikian, peran ibu bisa digantikan oleh ayah.

 

“Mr. Mom”

Sekarang zamannya setiap ayah juga tidak perlu malu atau canggung kalau harus menggendong bayinya. Lebih dari sekadar menggendong bayi, wajar kalau ayah juga dapat membantu ibu menggantikan popok dan memandikan bayi, selain jenis pekerjaan pengasuhan anak lainnya.

Itu sebab mengapa kini gerakan “Mr Mom”, yakni sikap suami yang juga mau mengerjakan jenis pekerjaan yang dipandang feminin, makin dilumrahkan. Termasuk mau menggendong bayi ala kanguru. Pada saat itu bayi menjadi tidak asing mendengar juga suara ayah.

Menggendong ala kanguru juga menambah rasa percaya ibu maupun ayah setelah anak dilahirkan. Ada ikatan batin yang kuat bertumbuh di sana. Jauh lebih penting dari itu, risiko penyakit maupun kematian bayi yang memerlukan perawatan intensif sangat menurun bila dirawat secara kangaroo care. Lalu mengapa kita tidak melakukannya? ***

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait