Mitos dan Fakta Seputar Menu Sarapan Sehat

Tahukah Ibu bahwa pemenuhan kebutuhan zat gizi setiap harinya diawali pada saat sarapan? Di dalam Naskah Akademik Pekan Sarapan Nasional disebutkan bahwa sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan sebelum jam 9 pagi untuk memenuhi 15-30% kebutuhan gizi harian. Oleh karena itu, menu yang dikonsumsi saat sarapan tentu harus mengandung gizi seimbang. Sayangnya, masih banyak mitos seputar menu sarapan sehat yang ternyata bertolak belakang dengan hal ini. Nah, apa saja sih mitos-mitos tersebut dan bagaimana faktanya? Simak di bawah ini, yuk.

 

Buah saja cukup untuk sarapan

Tidak ada buah yang mengandung semua gizi yang diperlukan tubuh, padahal seperti yang disebutkan di atas, sarapan sehat harus memenuhi beragam kebutuhan gizi di pagi hari. Buah biasanya mengandung karbohidrat, serat, air serta beberapa vitamin saja dan minim kandungan protein juga lemak. Karena itu, mengonsumsi buah saja saat sarapan tidaklah cukup. Tentu saja bukan berarti buah tidak perlu dikonsumsi saat sarapan. Buah bisa dijadikan bagian dari menu sarapan, misalnya dengan menambahkan potongan buah saat mengonsumsi oatmeal atau sereal. Ibu juga bisa menyantap buah potong setelah makan menu yang mengandung karbohidrat atau protein.

Teh dan kopi tidak dapat mengganti sarapan

Setelah minum teh atau kopi di pagi hari memang tubuh terasa berenergi. Tetapi ternyata kedua minuman ini saja tak bisa dijadikan menu sarapan sehat lho, Bu. Teh manis hangat yang sering dinikmati orang Indonesia di pagi hari mengandung air, teh, dan gula. Gula di dalam teh memang mengandung kalori dan karbohidrat yang dapat menghasilkan energi sehingga tubuh terasa bertenaga setelah meminumnya. Namun, energi yang dihasilkan gula ini akan cepat habis. Selain itu, minuman ini tidak memenuhi zat gizi seperti vitamin, mineral, protein, dan lemak yang dibutuhkan tubuh. Sama halnya dengan konsumsi kopi saat sarapan tanpa disertai menu sehat lainnya.

Minum susu berarti sudah sarapan

Sarapan sehat setidaknya perlu memenuhi seperempat kebutuhan gizi harian. Susu memang mengandung hampir semua zat gizi, tetapi mengonsumsi susu saja untuk sarapan tidaklah cukup. Segelas susu mengandung energi sekitar 180 kalori, jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan kalori orang dewasa di pagi hari. Susu, tergantung jenisnya, juga hanya mengandung sedikit zat besi dan minim serat. Karena itu, konsumsi susu di pagi hari perlu dilengkapi dengan bahan pangan lain sehingga memenuhi kebutuhan tubuh. Misalnya dengan disertai roti, sereal, atau buah seperti pisang dan pepaya.

Sereal sebagai menu sarapan sehat

Sereal terbuat dari karbohidrat berserat dan ditambahkan vitamin serta mineral tertentu. Pastikan sereal disajikan dengan tambahan susu serta buah untuk memastikan menu tersebut memenuhi kebutuhan gizi tubuh di pagi hari. Dengan cara ini menu sarapan sereal mengandung karbohidrat, serat, protein, lemak, air, vitamin serta mineral.

Makan nasi putih saat sarapan bisa membuat kenyang lebih lama

Jenis makanan yang menimbulkan rasa kenyang lebih lama adalah yang tinggi serat, tinggi protein, dan/atau tinggi lemak sehingga lebih lambat dicerna oleh tubuh. Nasi putih rendah kandungan seratnya maka lebih cepat dicerna tubuh. Nasi putih yang diolah menjadi nasi goreng dengan ditambahkan sayur dan telur akan mengandung gizi yang lebih lengkap dan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan dengan nasi putih yang dimakan dengan telur rebus saja, misalnya.

 

Nah, setelah membaca penjelasan di atas, yuk bersikap cermat dalam memilih menu sarapan sehingga menu yang Ibu konsumsi bersama keluarga tak sekadar untuk mengisi perut di pagi hari tetapi juga memberi manfaat yang optimal bagi tubuh sebagai bekal memulai hari. 

Share artikel ini:

Artikel Terkait