Olahraga dan Energi yang Dikeluarkan

Pola hidup sehat selalu menjadi idaman banyak orang. Namun demikian, tidak banyak yang mau berusaha untuk menerapkannya. Salah satu konsep hidup sehat yang perlu diterapkan adalah olahraga. Selain bisa menyehatkan badan, olahraga juga bisa membakar kalori menjadi energi yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari.

Untuk mendapatakan kalori terlebih dulu, tubuh perlu mendapatkan asupan makanan yang cukup. Karbohidrat, protein, vitamin dan mineral dapat menjadi bahan utama penyumbang kalori dalam tubuh. Anda bisa menyajikan, makanan ini secara komplit dalam menu hariannya. Misalnya, sarapan pagi dengan salad dan ikan panggang, makan siang dengan sandwich lezat dari roti gandum dan telur, serta bistik daging untuk jamuan makan malam.

Sumber makanan ini akan diubah menjadi energi, lewat aktivitas fisik si kecil. Dengan sering bermain, berlarian dan berlompatan bersama teman-temannya, kalori pada tubuh si kecil akan terbakar menjadi energi. Meski begitu, pengeluaran energi ini juga memiliki batasan, sehingga tubuh harus terus mendapatakan asupan pada setiap waktunya.

Sebelum memulai olahraga, janganlah memberikan sajian yang berat bagi si kecil. Sebab, hal itu bisa membuatnya kekenyangan dan malas untuk bergerak. Sebagai gantinya, segelas susu dengan sebuah pisang bisa menjadi nutrisi penyumbang energi sebelum berolahraga. Pasca olahraga, si kecil akan kehilangan banyak energi, Anda butuh memberinya asupan yang tepat saat sarapan pagi.

Tiba waktu makan siang, segera sajikan makanan yang bergizi tinggi sebagai ganti dari energinya yang hilang untuk bermain. Makan siang akan memberinya cadangan energi hingga jam ngemil sore datang. Sajikan camilan lezat penahan lapar, seperti sop buah atau biskuit gandum dan cokelat hangat. Barulah saat makan malam, sajikan makanan tinggi protein seperti daging dan ikan. Dengan pola makan dan olahraga yang teratur, energi dalam tubuh si kecil dapat termanfaatkan untuk aktivitas yang berguna.

Share artikel ini:

Artikel Terkait