Pentingnya Sarapan Sehat dalam Menjalankan Pola Hidup Sehat

Breakfast is the most important meal of the day, atau sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang paling penting dalam sehari. Ibu tentu kerap mendengar ungkapan ini bukan? Tetapi, apa sih pentingnya sarapan sehat sampai-sampai muncul ungkapan ini? Dan seberapa pentingnya sarapan sehingga dijadikan sebagai langkah menjalankan pola hidup sehat? Simak ulasan berikut ya, Bu.

Pentingnya sarapan dalam memenuhi kebutuhan gizi harian

Kita membutuhkan asupan gizi sepanjang hari, meskipun saat beristirahat atau tidur. Zat gizi ini didapatkan dari makanan dan minuman. Dalam satu hari proses pemenuhannya dilakukan secara bertahap yang pada umumnya setiap 4-6 jam, kecuali saat tidur. Jika sarapan dilewatkan, tentu akan sulit untuk memenuhi total kebutuhan gizi harian.

Selama kita tidur di malam hari, makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelum tidur akan dicerna tubuh dan zat gizi yang didapat akan mulai digunakan. Karena itu lah kita merasa lapar setelah bangun tidur. Dengan mengonsumsi sarapan tubuh akan mendapat pasokan 15-30% dari kebutuhan gizi harian yang dibutuhkan untuk beraktivitas di pagi hari sampai siang nanti. Mengingat pentingnya sarapan dalam memastikan tubuh mendapat gizi seimbang, maka Ibu perlu memastikan bahwa menu sarapan sehat mengandung karbohidrat, protein, vitamin, lemak, mineral, serat dan air.

Pentingnya sarapan dalam peningkatan energi

Saat kita bangun tidur di pagi hari, biasanya kadar gula darah yang dibutuhkan tubuh untuk kerja otot dan otak masih rendah. Salah satu pentingnya sarapan adalah untuk ‘mengisi ulang’ energi yang oleh tubuh akan diubah menjadi glukosa. Jika kita kekurangan gula darah dan di saat yang bersamaan cadangan energi di tubuh tidak memadai maka perut akan terasa lapar dan tubuh lemas. Kondisi seperti ini tentu akan mengganggu aktivitas kita, bukan?

Pentingnya sarapan dalam mencegah kegemukan

Banyak orang beranggapan bahwa tidak sarapan akan dapat menurunkan berat badan mereka. Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Christy C. Tangney, PhD, seorang clinical dietitan dan ahli mengenai efek pola makan dan nutrisi terhadap kesehatan jantung dari Rush University Medical Center, mengatakan bahwa menurut penelitian orang yang tidak sarapan, meskipun konsumsi kalorinya lebih sedikit dalam sehari, cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi dibanding orang yang terbiasa sarapan sehat. Saat kita memenuhi kebutuhan gizi dengan menyantap sarapan, maka kita memberi informasi kepada tubuh bahwa akan ada asupan kalori yang memadai untuk hari itu. Sementara jika kita tidak sarapan, tubuh justru akan menyimpan kalori yang ada dan bukannya membakarnya.

Tangley juga menjelaskan bahwa jika kita sarapan sehat, kita akan terhindar dari kebiasaan menyemil sepanjang hari. Tidak sarapan bisa membuat kita merasa sangat lapar yang diikuti dengan makan siang berlebihan atau menyantap camilan yang kurang sehat sepanjang hari.

Pentingnya sarapan dalam meningkatkan konsentrasi

Bagi orang dewasa hal ini akan membantu dalam bekerja sementara bagi si Kecil hal ini akan membantu dalam proses belajarnya. Dengan sarapan sehat otak akan mendapat asupan gizi yang dibutuhkan dalam proses kerjanya. Penelitian yang dilakukan Faridi (2002) menunjukkan hubungan antara kebiasaan sarapan dengan kadar glukosa darah pada anak sekolah. Kekurangan glukosa, atau hipoglikemia, akan berakibat menurunnya semangat belajar si Kecil, kecepatan reaksi, dan membuat si Kecil kesulitan menerima pelajaran yang diberikan di sekolah.

 

Nah, mengingat pentingnya sarapan sebagai awal pola hidup sehat, yuk selalu biasakan seluruh anggota keluarga Ibu untuk menyantap sarapan sehat sebelum mulai beraktivitas.

Share artikel ini:

Artikel Terkait