Perlukah Suplemen Harian?

Kebingungan banyak orang tentang suplemen mana yang selayaknya dipilih menimbulkan kerancuan, seolah semua yang ditawarkan perlu dikonsumsi. Betulkah seperti itu adanya? Apakah kita membutuhkan semuanya?

Krisis gizi orang berpola menu junk-food

Sejatinya menkonsumsi menu junk-food atau menu tak seimbang berisiko mengalami kekurangan gizi-mikro. Menu harian mereka terancam mengalami kirisis dalam pengertian sudah kehilangan sebagian kandungan nutrisinya. Tidak semua nutrisi yang dibutuhkan tercukupi lagi oleh menu harian yang mereka konsumsi. Mengapa?

Kebanyakan menu junk-food telah melalui proses penyimpanan, pengawetan, sampai pengolahan yang dapat menyebabkan hilangnya sebagian kandungan gizi di dalamnya.

Pengawetan makanan seperti ikan, daging, buah bahkan sayuran dalam kaleng,  juga mengurangi nilai gizi didalamnya. Beruntung, bila bahan masakan di rumah  bisa kita peroleh masih segar.

Selain itu belum lagi cara mengolahnya. Sudah bahan bakunya sendiri yang tidak lagi segar dan kehilangan sebagian zat gizinya, cara mengolahnya pun berisiko menghilangkan zat gizi yang ada. Suatu contoh lain, menggoreng dengan minyak banyak (deep fried) dengan panas tinggi hingga merusak sebagian kandungan gizi. Demikian juga pemberian garam yang berlebihan. Bagi yang  lebih sering mengonsumsi sayur dan lalapan, kebutuhan chlorophyll (zat hijau daun) kemungkinan tidak masalah.

Berpantang yang salah

Tak sedikit orang keliru memahami arti berpantang. Sejatinya berpantang tidak diartikan sama sekali tidak mengonsumsinya. Yang betul, membatasi. Bukan berarti tidak boleh makan telur kalau kolesterol tinggi, tapi membatasi konsumsi telur. Kekurangan telur berarti kehilangan asam amino (unit terkecil protein) yang vital buat pemeliharaan tubuh. Begitu juga dengan daging, minyak, dan zat gizi esensial. Sebagian zat gizi tidak bisa dibuat oleh tubuh sendiri dan harus datang dari menu harian. Bila tubuh kekurangan atau sama sekali tidak mendapatkan zat gizi esensial ini, maka kerja mesin tubuh akan mengalami gangguan. Inilah sebagian musabab kekurangan suatu zat gizi.

Jantung bisa terganggu kerja bila kekurangan kalium, misalnya. Orang yang melupakan buah bisa terancam kekurangan kalium. Begitu juga bila kekurangan selenium, salah satu zat gizi vital mineral-mikro (trace-elements). Yang berhenti makan daging, selain terancam kehilangan asam amino, juga beresiko kehilangan  unsur mineral yang dikandung daging, zat besi misalnya. Sedangkan zat besi dari daging jauh lebih bermutu dan mudah diserap, dibanding zat besi dari tumbuhan. Sebaiknya kita wajib mengonsumsi segala jenis makanan, dan cukup membatasi bila karena penyakit ehingga kita dilarang mengkonsumsinya secara berlebihan.

Kapan Perlu Suplemen?

Jadi kalau ditanya apakah perlu suplemen, tergantung seberapa lengkap menu harian kita. Kalau kita yakin asupan makanan kita memiliki bermacam variasi menu yang cukup porsinya, seharusnya semua kebutuhan zat gizi tubuh bisa terpenuhi.

Sebaliknya bila menu harian tak lengkap, dan kita banyak tidak sukanya, serta mengidap suatu penyakit, suplemen bisa saja diperlukan berdasar kebutuhan saja. Konsumsi suplemen tidak selalu harus tiap hari, melainkan hanya ketika ada indikasi (alasan rasional yang kuat) saja. Paling kurang untuk melengkapi vitamin dan mineral, sehingga kita butuh multivitamin (berisikan lebih 35 vitamin dan mineral), selain vitamin C dan vitamin E sebagai antioksidan. Itulah kebutuhan dasar gizi mikro yang sebaiknya bersumber dari menu ragam makanan. Namun bila tidak ‘terkejar’ karena suatu hal misalnya: program pembatasan asupan energi atau ada penyakit tertentu, barulah minum suplemen dipertimbangkan.

Selain itu tergantung penyakit yang diidap. Orang kencing manis membutuhkan lebih banyak trace-elements chromium, yang mengalami gangguan prostat selain tomat (lycopen) juga perlu lebih banyak seng (Zn). Darah tinggi perlu lebih banyak kalium dari buah. Dari makanan apa sumbernya dan berapa banyak dikonsumsi, silakan konsultasikan dengan ahli gizi. Sedangkan mengenai jenis supplemen dan dosisnya, dapat dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.

Sesungguhnya semua kebutuhan gizi tubuh itu tersedia di alam dalam wujud makanan. Bumi sudah menyediakannya buat kita, Tinggal kita pintar-pintar dan bijak memilih dan mengolahnya, serta mengatur porsinya. Maka tambahan suplemen itu mestinya tidak lagi diperlukan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait