Pipiltin Cocoa

Mendengar kata cocoa atau kakao dalam bahasa Indonesia, kita akan langsung mengaitkannya dengan produk berbahan cokelat. Cokelat dapat berarti warna, juga jenis makanan yang menyenangkan, manis, dan sensasional, minimal bagi saya. Dan inilah yang mengantar saya pada kunjungan siang menjelang sore ke Pipiltin Cocoa. Restoran ini terletak di Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan Barito 2, mudah ditemui, serta cukup strategis karena terletak di ruas jalan yang padat lalu lintasnya.

Restoran ini sendiri terletak di lantai atas, setelah membuka pintu, anak tangga akan menyambut kedatangan Anda. Sedangkan dapur ada di lantai dasar, hanya dibatasi kaca bening sehingga memperlihatkan semua aktifitas tim juru masak saat mereka menyiapkan hidangan. Gaya industrial sangat terasa dalam desain restoran ini, di mana ruangan hanya berlapis semen pada dinding dan lantai. Kursi meja berbahan kayu berwarna alami dan ditambah tata lampu pijar yang membuat cuaca panas di luar restoran berganti sejuk dan menghadirkan suasana hangat, ramah juga modern.

Ingin sekadar mencicip hidangan penutup ditemani minuman ataupun bersantap siang juga malam? Pipiltin Cocoa mampu menyajikan kedua hal ini. Hanya saja karena tema kakao yang dikedepankan, saya langsung memesan beberapa jenis cake plus satu hidangan dengan dua jenis kopi. Pramusajinya sigap dan lumayan informatif dalam menjelaskan berbagai jenis hidangan. Sedikit catatan, jika saja layanan mereka lebih proaktif dalam menawarkan banyak jenis hidangan unik dari restoran ini, saya yakin sesi kunjungan akan lebih berwarna, menyenangkan, dan juga lebih lama. More chocolatey....

Cake pertama yang jadi incaran adalah Opera Coffee. Cake yang ukuran per potongnya tidak terlalu besar seharga Rp25.000 ini berhiaskan cokelat berbentuk biji kopi warna emas. Sepotong kecil langsung berhasil memberi sensasi cokelat beraroma kopi yang nikmat di mulut. Walau tampilannya sangat cokelat dengan lapisan yang tebal, tidak terasa berat. Sedangkan kadar gula yang dimiliki juga tidak terlalu tinggi, sehingga memberi kesempatan kita untuk bisa lebih menikmati bahan utamanya, yaitu  cokelat. Untuk lebih menghadirkan kelengkapan cita rasa, kopi tanpa gula dan susu seperti espresso ataupun americano, bisa jadi pilihan ideal untuk menemani.

Untuk cake berikutnya adalah White Chocolate Cheese Cake, cake keju dengan cokelat putih. Ini adalah cake yang berbeda karena tampilan sederhana, putih bersih menghadirkan rasa krim yang sangat tebal. Beruntunglah, tegukan kopi espresso dengan cepat menghilangkan sensasi creamy ini, sehingga satu potong cake dapat dinikmati sampai habis dengan perlahan. Jika kandungan kalori juga lemak masih memberati pikiran, satu hal yang dapat dilakukan adalah: sharing atau berbagi. Cukup mencicipi satu atau dua potongan kecil cake sehingga kebaikan rasa cokelat, keju, atau yang lainnya dapat dinikmati tanpa harus terlalu khawatir tentang diet, jika ada.

Cake terakhir yang siap dicicipi adalah Green Tea, dengan lapisan cream aroma teh hijau yang diberi topping cokelat. Kali ini, teh hijau dengan rasa khas yang pahit tapi menyenangkan harus kalah set dengan kehadiran si cokelat. Jika saja rasa teh hijau muncul, saya yakin cake ini akan menghadirkan rasa khusus kombinasi yang segar dari teh, cokelat, krim dan lapisan cake yang sulit terlupakan.

Sejauh ini, tiga potong cake masing-masing seharga kurang dari Rp30.000 sudah dicoba. Mungkin Anda bertanya, adakah menu hidangan lain diluar cokelat? Pasti ada. Dalam buku menu, ada lebih dari cukup hidangan mulai dari salad, sop, pasta, roti, dan berbagai jenis minuman sampai smoothies yogurt rasa buah. Apapun selera Anda, restoran yang buka dari pukul 10.00 pagi ini, boleh ditambahkan pada daftar pribadi Anda untuk dikunjungi.

Hal lain yang jadi nilai tambah, Pipiltin mengolah semua hidangan cokelat dari biji cokelat lokal, proses dijelaskan dalam diagram di dinding, dan merangkap jadi satu-satunya dekor pada restoran ini. Kesegaran dan mutu cokelat dijaga dengan menyiapkan hidangan sesaat setelah dipesan, semua ini dapat diintip pada dapur di lantai bawah. Pemandangan yang berbeda, menambah wawasan ilmu per-cokelat-an dan tentunya menyenangkan.

Sebagai hidangan ke-empat, tidak bisa dibilang penutup yah, karena sedari awal semua yang diicip adalah hidangan penutup, adalah sesuatu di luar cokelat yang harus dicoba. Hidangan bernama Mango seharga Rp47.000 jadi rekomendasi yang harus dicoba. Alasannya mudah, tidak semua yang datang ingin mencicipi cokelat saja. Pipiltin menyediakan beberapa pilihan non-cokelat, dan ini salah satunya.

Ternyata kehadiran cokelat memang sulit dipisahkan, kali ini potongan cokelat putih pindah peran menjadi dekor dalam pinggan berwarna gelap, sangat kontras. Tampilannya unik berupa cake roll mini berwarna oranye dalam format jelly dan krim, beserta tambahan lain seperti sponge, mousse atau busa, buah mangga juga markisa. Segera sepotong kecil cake masuk ke mulut seakan lumer menyelimuti seluruh permukaan lidah dengan lembut.  Sedang krim mousse melengkapi rasa asli mangga yang manis sedikit kecut. Menyenangkan, dan kali ini seteguk kopi tidak diperlukan, cukup air es yang dingin berhasil menyapu bersih rasa mangga untuk siap menyantap lebih banyak lagi hidangan ala molecular gastronomy ini.

Jika Anda memang penggemar cokelat, ada beragam menu cokelat yang unik, yang pastinya tidak Anda temui di tempat lain. Seperti misalnya Egg No, berupa white chocolate pannacotta yang disajikan menyerupai telur dengan saus mangga di bagian tengahnya untuk menyerupai kuning telur. Disajikan di piring besar dengan dikelilingi bubuk kakao dan chili soil, rasanya tak kalah unik dari penampilannya. Ada lagi Motion, yang berupa ‘gundukan’ mousse cokelat yang disajikan dengan dikelilingi kuah raspberry. Satu lagi yang juga konon banyak digemari orang adalah Tabanan Chocolate yang penyajiannya terinspirasi oleh pantai Tabanan.

Di tengah kesibukan hidup seperti bekerja dan berkendara, mungkin Anda memerlukan satu tempat yang menyenangkan. Jika ya, Pipiltin hadir seperti sebuah oase. Sekadar menyegarkan mata lelah, menyingkirkan perasaan galau, dan meluruskan kaki pegal. Waktunya relax sembari menikmati hidangan berbasis cokelat ditemani secangkir kopi atau teh aroma buah, berharap kemacetan berkurang, juga berusaha melupakannya. Selamat bersantap!

Share artikel ini:

Artikel Terkait