Sayangi Jantung Anda

Meski hanya berukuran sekepal tangan pemiliknya, jantung sangat berperan dalam kehidupan manusia. Organ tubuh yang bekerja tanpa henti ini memiliki "tugas" berat, yaitu memompa 38.000 liter darah dengan 100.000 denyutan setiap hari.

Jadi bisa dikatakan saat seseorang menginjak usia 28 tahun, jantungnya telah berdetak kurang lebih 1 milyar kali dan telah memompa hampir 400 juta liter darah. Karena itu, jantung harus memperoleh pasokan gizi dan oksigen dari pembuluh darah agar dapat melaksanakan ‘tugasnya’ dengan baik.

Tetapi tak dapat dipungkiri pula, bertambahnya usia serta menurunnya kondisi kesehatan akan sangat mempengaruhi kerja jantung kita. Melakukan cek kesehatan secara berkala ke dokter merupakan tindakan yang bijaksana untuk memperoleh informasi tentang kondisi jantung. Tetapi ada langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan "kinerjanya" yaitu dengan menjalani pola hidup sehat.

Ini artinya, kita harus melakukan olaraga secara teratur, melakukan pola makan yang seimbang dan menghindari stress.

  • Seperti otot tubuh lainnya, kondisi jantung juga akan lebih sehat jika diajak berolahraga. Olahraga akan mengurangi risiko penyakit jantung karena meningkatkan sirkulasi darah, membakar lemak dan gula serta membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol.

    Aerobik adalah olahraga yang sangat dianjurkan. Aerobik yang dilakukan secara teratur akan memberikan manfaat maksimal karena mengkombinasikan beberapa gerakan sekaligus sehingga otot seluruh tubuh akan terlatih

  • Pola makan yang tidak terkendali, terutama jika berlebih dalam mengkonsumsi makanan mengandung lemak jenuh, dapat berdampak buruk pada pembuluh darah, misalnya arterio-sklerosis (pengapuran pembuluh darah) yang akan berdampak negatif bagi jantung.

    Kelebihan lemak dalam tubuh juga akan membuat berat badan semakin bertambah dan jantung pun akan bekerja lebih keras. Tetapi bagaimanapun juga, tubuh kita tetap membutuhkan lemak sebagai sumber energi seperti halnya karbohidrat dan protein.

    Dalam hal ini, Departemen Kesehatan RI telah mengeluarkan 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang yang menganjurkan konsumsi lemak sampai batas maksimum 25 % dari kebutuhan energi.

    American Heart Association (AHA) juga menganjurkan agar kita tetap mengkonsumsi lemak, terutama lemak tak jenuh. Lemak "baik" ini dikenal sebagai Omega, baik Omega-3 maupun Omega-6 yang dapat diperolah dari ikan dan sayuran berdaun hijau.

  • Penelitian menunjukkan faktor emosi seperti khawatir, marah, kesal dan stress dapat memicu jantung berdebar lebih cepat. Jika kondisi emosi tersebut tidak segera diatasi dapat menyebabkan jantung tidak sehat. Cara mudah untuk mengatasinya adalah dengan berolahraga dan berpikir postif. Mempelajari teknik relaksasi, seperti yoga ataupun meditasi, juga akan membantu kita menjaga keseimbangan emosi. Lakukan pula hobi yang menyenangkan untuk melepaskan stress.

Sejalan dengan upaya pencegahan penyakit jantung, Yayasan Jantung Indonesia telah memasyarakatkan program "Panca Usaha Kesehatan Jantung" atau dikenal pula dengan akronim SEHAT. Yaitu: S-eimbang gizi; E-nyahkan rokok; H-indari stress; A-wasi tekanan darah; T-eratur berolah-raga.

Kita memang tidak dapat menunda usia yang semakin bertambah, tetapi kita dapat memperpanjang usia dengan menjaga kesehatan jantung dengan menjalani pola hidup SEHAT dari sekarang.

*Nestlé hanya memberikan saran umum dan bukan saran medis. Selalu konsultasikan dengan dokter anda sebelum menerapkannya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait