Sehat dengan Belly Dance

Apa sih yang terbersit di pikiran Anda jika mendengar kata ‘belly dance’? Mungkin penari seksi dengan busana ala Timur Tengah yang menari dengan iringan musik gambus. Anda tidak salah, tetapi ternyata belly dance bukan hanya sekedar menari, ada banyak kelebihan dari tarian ini. Salah satunya adalah manfaatnya bagi tubuh Anda. Maka jangan heran apabila Anda mengobrol dengan seorang perempuan yang menyatakan bahwa olahraga pilihannya adalah belly dance. Ya. Belly dance memang sudah dianggap sebagai aktivitas olahraga.

 

Belly Dance sebagai Olahraga

Rani Adityasari yang biasa dipanggil Adith, seorang pengajar belly dance di sanggar tari Dancewave Centre, menjelaskan bahwa sebenarnya seni tari dan aktivitas olahraga itu memang perbedaannya amat tipis. Karena, segala jenis bentuk tarian adalah olah fisik juga. Di Indonesia sendiri, tarian yang kemudian menjadi olahraga contohnya adalah senam Poco-poco, Sajojo, dan SKJ.

Belly dance yang sifatnya low impact kemudian diserap oleh banyak pelaku olahraga di Indonesia. Gerakan dan tekniknya bisa amat menguras keringat, juga amat berguna untuk pembentukan tubuh.

Itu sebabnya, penggemarnya kebanyakan adalah ibu-ibu atau mereka yang sudah melahirkan. Semua dalam rangka mengencangkan lemak yang mengendur, dan pembentukan tubuh karena berat badan naik. Satu hal lagi yang sering menjadi alasan seseorang memilih belly dance sebagai aktivitas olahraganya adalah karena dengan cara ini ia tidak merasa berolahraga. Lagunya yang riang, liukan mengikuti musik gambus membuat hati riang, tak terasa sesungguhnya tubuh sudah berolahraga.

Lebih lanjut, Adith menjelaskan bahwa belly dance untuk olahraga, atau belly for fitness,  dan belly as an art tentu ada perbedaannya. Untuk kebugaran, fokusnya memang lebih kepada gerak cepat, berulang, dan biasanya itu-itu aja teknik yang digunakan.  Sementara sebagai seni tari lebih banyak pengembangan ritmik, pola, teknik, hingga properti (misalnya pakai veil, finger cymbal, dan lain sebagainya).

 

Manfaat Belly Dance bagi Tubuh

Untuk manfaat dari belly dance sendiri, Adith menyebutkan tentu belly dance memiliki efek positif terhadap postur tubuh. Kunci utama dalam setiap teknik belly dance adalah isolation. Ini berarti mengisolasi tubuh, sehingga ketika bagian atas bergerak, lower body tetap diam. Dan sebaliknya, ketika lower body bergerak, upper body tetep diam. Hal ini bisa dilakukan jika kita menahan dan menarik perut ke dalam (tuck in), dan mengangkat atau membuka bagian dada.Adith sendiri merasakan bahwa sejak belajar belly dance 6 tahun lalu, postur tubuhnya menjadi lebih tegak. Karena selama menari, mau tidak mau postur tubuh harus selalu dijaga. Ketika tubuh terbiasa tegak, otomatis akan membuat seluruh bagian tubuh lebih baik karena otot dibiasakan untuk mengencang.

Selain postur, ketika melakukan belly dance, bagian-bagian tubuh lainnya pun ikut dilatih. Yang utama adalah kaki, pinggul, dan perut.

Dalam perjalanannya akan ada gerakan chest up-chest down , di mana penari menaik-turunkan tulang iga tanpa ikut menggerakkan pundak, gerakan tangan snake arms melatih otot bisep, trisep, dan secara otomatis melatih bagian belikat. Berkaitan dengan manfaat, mengingat namanya yang berarti ‘tari perut’ Adith menjelaskan bahwa jika setiap teknik dilakukan dengan benar, maka otot perut secara otomatis akan terlatih. Jika diperhatikan, penari perut umumnya memiliki bentuk perut yang mirip. Ada semacam garis yang membingkai bentuk rahim di sisi kiri dan kanan pusar, sementara otot yang terbentuk juga lebih alamiah.

Lebih jauh lagi, secara umum, menari itu melepas stress, berkeringat itu membuang racun dalam tubuh. Karena itu tentu efeknya tidak hanya membuat jasmani lebih sehat, tetapi juga secara rohani. Otot kaki, perut, lengan, hingga punggung bisa terlatih dengan baik, tanpa menjadi otot yang berlebihan, tambah Adith lagi.  

 

Mereka yang Aktif dalam Belly Dance

 

Menurut pengalaman Adith, ia pernah menari bersama anak berusia 9 tahun dan nenek berusia 60 tahun. Ini pula yang menurutnya merupakan salah satu kelebihan belly dance, siapa pun bisa melakukannya, usia berapa pun, dan bagaimana pun bentuk tubuhnya. Memang ketika bicara kondisi tubuh, Adith berkata bahwa siapapun yang memiliki masalah pada lutut atau pinggang, sebaiknya berkonsultasi dulu pada ahlinya sebelum melakukan belly dance, mengingat tumpuan utama saat menari ada di kaki.

Di Indonesia, peminat belly dance sekarang ini cukup banyak dan banyak pusat kebugaran yang mengadakan kelas belly dance. Dancewave sendiri, dimana Adith aktif menari dan mengajar belly dance, adalah komunitas tari yang berdiri sejak tahun 2008 dan menghadirkan berbagai kelas tari, termasuk belly dance. Berdasarkan pengalamannya, Adith menuturkan bahwa kebanyakan orang yang mengikuti kelas belly dance karena merasa bisa olahraga tanpa merasa berolahraga. Seru dan menyenangkan, juga karena bisa bertemu banyak temen perempuanyang dari sini bisa terjalin persahabatan dan sehat karena melepas stress, penat setelah bekerja. Kebanyakan dari mereka kemudian juga merasa lebih mengenal dan percaya diri terhadap tubuhnya. Efeknya secara tidak langsung, jelas pada kesehatan dan kebugaran, serta stamina.

Penasaran ingin meliuk mengikuti musik gambus sekaligus mendapatkan tubuh yang lebih sehat? Yuk, ikut belly dance, Bu.

Share artikel ini:

Artikel Terkait