Serba Serbi Dan Manfaat Mengkonsumsi Teh

Apa saja manfaat dari mengkonsumsi teh? Apa saja jenis dari teh dan kapankah saat terbaik untuk mengkonsumsinya ?

Teh. Siapa tidak kenal minuman segala usia ini, tampil dalam banyak rasa dan dapat disajikan di berbagai suasana juga waktu. Teh adalah minuman paling populer sedunia dikenal sejak ribuan tahun lampau. Daun teh dihasilkan oleh pohon Camellia sinensis, tumbuh di daerah tropis dan subtropis pada ketinggian sampai dengan 2500m dpl. Masih berkerabat dengan magnolia; jika daun teh tidak rutin dipetik, tinggi pohon dapat mencapai lebih dari 3 meter.

Diperkirakan pohon teh berasal dari India dan sampai ke China sekitar tahun 200, yang akhirnya menjadi minuman tradisional (termasuk Jepang). Teh baru memasuki benua Eropa di tahun 1610 yang dibawa oleh bangsa Belanda dan ditahun 1644 memasuki Inggris hingga jadi bagian tidak terpisahkan dari tradisi minum teh sore hari (tea time). Dan semenjak itu penyebaran teh ke seluruh dunia tidak dapat dibendung lagi. Teh berasal dari berbagai negara produsen besar seperti China, Taiwan, Indonesia, India, Srilanka juga beberapa daerah di Afrika.

Teh siap seduh atau saji diproses dari pucuk daun yang dipanen dan dikeringkan. Daun muda ini mengandung zat anti-oksidan polyphenols dan memberikan rasa kesat di lidah. Banyak ahli berpendapat bahwa teh memiliki banyak nilai kebaikan bagi kesehatan. Sesuai hasil riset, teh memang terbukti memperlihatkan fungsi untuk menurunkan resiko penyakit kanker, jantung, menekan kolesterol dan menjaga penyakit Parkinson untuk tidak menjadi semakin parah. Kandungan zat anti-oksidan menetralisir radikal bebas yang menyebabkan banyak kerusakan di tubuh manusia. Di bawah ini adalah rangkuman berbagai sumber dari manfaat atau kebaikan dari minum teh untuk kesehatan, juga bagaimana cara penyajian yang  baik dan benar.

  • Ukuran daun teh adalah faktor penting dalam pemilihan teh yang terbaik. Potongan kecil daun teh bubuk adalah yang terbaik karena segera menjadi minuman teh sewaktu diseduh dengan air panas dibandingkan potongan yang besar.
  • Teh bubuk lebih digemari dibanding teh dalam kantong (teh celup). Jika memilih teh celup, pastikan seluruh kantong tenggelam dalam air panas agar seluruh zat polyphenols dikeluarkan secara maksimal. Tidak perlu membiarkan kantong teh mengapung atau terlalu lama di dalam cangkir/mug.
  • Air panas yang digunakan menjadi faktor yang penting, air mendidih akan membuat zat polyphenols dilepaskan secara optimal dari daun teh. Idealnya lama teh diseduh sekitar 2 sampai 5 menit, kurang dari dari durasi ini zat polyphenols tidak terlepas secara baik.
  • Metode lain adalah merebus daun teh bubuk menggunakan air dingin dan memanaskan sampai mendidih dan siap saji. Apapun metode yang dipilih, jangan biarkan teh diseduh lebih dari 15 menit karena kandungan kafein akan semakin tinggi.
  • Gunakan poci kecil untuk teh bubuk yang akan diseduh. Poci tertutup ukuran kecil dipercaya akan memberikan rasa yang penuh dan baik.
  • Untuk rasa terbaik pada teh hijau,  seduh teh bubuk dengan air bersuhu 90°C. Air panas yang ideal akan mengurangi rasa pahit yang berlebih dari teh hijau.
  • Teh hijau tidak melewati proses fermentasi,  daun teh langsung dilayukan dengan panas sehingga memiliki zat polyphenols yang tinggi.
  • Sedangkan untuk teh hitam (oolong tea) waktu penyeduhan sekitar 5 menit, untuk rasa yang tidak terlalu pahit, cukup diseduh 1 menit.
  • Hindari mengkonsumsi teh pada saat perut tidak terisi atau kosong. Zat cathechins akan menghasilkan rasa mual dan menstimulasi keluarnya asam lambung yang berlebih.
  • Minum teh setelah bersantap akan membantu proses pencernaan makanan didalam lambung
  • Minumlah teh selagi hangat atau segar. Tidak disarankan untuk meminum teh yang sudah didiamkan lama karena mikroorganisme dapat berkembang sehingga bisa saja menimbulkan rasa tidak nyaman diperut.
  • Seperti jamaknya, tidak perlu minum atau mengkonsumsi teh terlalu banyak tiap hari dengan harapan memperoleh kesehatan baik; Anda akan menuai keburukannya. Teh memiliki sifat diuretik, meningkatkan produksi urine yang mengakibatkan cairan tubuh dan mineral yang berkurang.
  • Teh mengandung kafein seperti dalam kopi. Bagi beberapa orang akan mengakibatkan sulit beristirahat, turunnya selera makan dan gangguan pencernaan.
  • Penambahan aroma dalam teh bisa memberikan tampilan berbeda dari rasa teh biasa. Jahe segar dapat mengurangi gas dalam perut juga memiliki zat anti-oksidan dan memperbaiki sirkulasi darah. Khasiat lain, teh jahe dapat  menenangkan bagi penderita mabuk perjalanan;  jadi ide bagus untuk meminumnya sebelum memulai perjalanan panjang.
  • Teh chrysant yang dicampur dengan teh hitam biasa disajikan di restoran-restoran makanan cina.
  • Pilihan praktis banyak tersedia melalui teh siap saji dalam kemasan kotak UHT atau botol PET. Kandungan zat anti-oksidan tetap tinggi dari teh segar yang diseduh air panas, idealnya inilah jenis teh yang layak dikonsumsi untuk mendapat efek kesehatan yang baik.
  • Secangkir teh setelah makan siang akan menjauhkan Anda dari rasa kantuk.
  • Tiap cangkir teh hitam mengandung kafein yang sedang, sekitar 40milligram (dibanding kopi, hampir dua kalinya), teh hijau 20milligram dan teh herbal biasanya tidak memiliki kafein.
  • Karena kebaikan yang sangat dibutuhkan manusia, banyak produk  di luar minuman yang menambahkan ekstrak teh ke dalam produk makanan sampai kosmetik: pelembab bibir, gel mata, sabun, lotion kulit dan banyak lagi. Teh adalah baik bagi kita.

Share artikel ini:

Artikel Terkait