Suara dan Wajah Ini Anugerah

Semua Perempuan Itu Cantik

Mendengar pendapat banyak orang tentang kesuksesan dan popularitas yang diraihnya hanya karena kecantikan semata, tidak jarang didengar Raisa. “Tentu senang sekali mendapat pujian cantik, tapi jika dikaitkan dengan apa yang saya dapatkan sekarang, itu artinya mereka belum mengenal saya, mereka tidak benar-benar mengerti apa yang sudah saya lakukan untuk bisa sampai di tahap sekarang ini,” tanggapnya.

Setiap manusia tentu mempunyai kelebihan masing-masing. Bangga menjadi seorang wanita dengan paras yang cantik, tidak membuat gadis kelahiran tahun 1990 ini menjadi sombong, “Setiap perempuan itu terlahir cantik. Saya bersyukur dengan apa yang saya peroleh dan hanya memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.”

Mensyukuri dan Memanfaatkan Yang Dimiliki

Raisa menyadari bahwa penampilan fisik tidak akan bertahan selamanya, namun menjadi soloist perempuan membuat Raisa menyadari akan pentingnya menjaga penampilan. Kualitas suara juga tidak bisa diperoleh begitu saja jika tidak disertai tubuh yang sehat dan fit, “Menjalani pola hidup sehat dengan rutin berolahraga adalah salah satunya.”

Melakukan hal yang disukai dan mengetahui bahwa yang ia nyanyikan bisa dinikmati orang lain, sudah cukup membuat Raisa bahagia. Pendapat beberapa orang bahwa ia menggunakan kecantikannya untuk meraih sukses, tidak membuatnya terganggu untuk terus berkarya, “Saya percaya orang datang ke konser, membeli album, membeli lagu dan menonton video musik saya karena mereka memang menikmati musik yang saya bawakan, atau mungkin karena merasa lagunya mewakili perasaan mereka,” ujar Raisa.

Sama seperti suara, kecantikan memang anugerah yang didapatkannya dari sang pencipta. Sudah seharusnya jika bisa memanfaatkan apa yang sudah dimiliki. Ketika keduanya saya kombinasikan dalam berkarya, bukan berarti kecantikannya menjadi aspek utama yang membawanya pada kesuksesan, “Sukses itu sebuah proses, bukan akhir dari tujuan. Saya sendiri merasa bahwa sekarang masih dalam proses untuk menuju sukses itu sendiri.”

Prestasi adalah hasil kerja keras

Menyanyi telah menjadi bagian dari hidup Raisa. Tentu bukan tanpa alasan, “Saya sudah suka menyanyi sejak kecil. Namun memang baru menentukan untuk menjadi penyanyi selepas SMA.“ Raisa memulainya bukan dengan jalur cepat dan cara yang instan. Berbagai upaya dilakukannya hingga ia berhasil mendapat kesempatan untuk mengembangkan bakatnya dalam bidang tarik suara.

Wanita peraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia tahun 2012 kategori Pendatang Baru Terbaik ini percaya bahwa semua yang berhasil diraihnya merupakan hasil kerja keras. “Selama satu setengah tahun, album ini telah menjadi prioritas saya, sehingga saya selalu berusaha memberikan yang terbaik,” kenang Raisa.

Bertahan di Tengah Persaingan

Bertahan di tengah persaingan industri musik bukan hal yang mudah. Raisa sendiri tidak pernah memandang kehadiran pendatang baru sebagai ancaman, tapi justru memberikan warna baru, “Saya hanya terus berusaha untuk berusaha tetap menjadi diri sendiri, fokus dan jujur dalam berkarya. Satu hal lagi, saya berusaha untuk tidak pernah bernyanyi lipsync di televisi.”

Dari semua upaya yang sudah dilakukan Raisa, masih saja tidak menghindarkannya dari pandangan orang yang mungkin dapat membuatnya tidak nyaman, ”Terlalu memikirkan apa kata orang bisa membuat saya sibuk dan melupakan kemampuan diri sendiri. Lebih baik saya konsentrasi untuk terus berkarya dan memberikan semua yang terbaik,” ujar Raisa Andriana, nama lengkap Raisa.

Foto: Andra Alodita

Share artikel ini:

Artikel Terkait