@shutterstock

Teknik Mudah Latih Anak Berlari Cepat

Berlari masih menjadi salah satu olahraga yang paling digemari oleh anak-anak. Selain tidak terlalu banyak membutuhkan teknik dan keterampilan yang mendalam, berlari juga bisa dilakukan di semua tempat tanpa harus memerlukan lokasi olahraga khusus. Di samping itu, perlengkapan yang dibutuhkan juga tak terlalu banyak atau sampai membuat si kecil merasa terbebani. Namun demikian, Anda masih perlu memberikan teknik dasar khususnya mengambil tumpuan agar si kecil tak sampai cedera kala sedang berlari.

Ambil tumpuan kaki yang pas
Menggunakan kaki dengan sebaik mungkin adalah modal terbaik yang bisa digunakan oleh seorang pelari. Ajarkan si kecil untuk memasang kaki yang pas dan nyaman. Jangan sampai merasa tegang karena bisa membuat lompatan pertama menjadi tak seimbang. Hal terpenting adalah rileks dan fokus dengan tumpuan pertama agar tak sampai menimbulkan ketegangan otot atau mungkin kram mendadak.

Terus berlari
Usai melakukan tumpuan pertama, kini konsentrasi si kecil harus fokus dengan kaki dan pandangannya. Dalam sebuah kompetisi berlari, melaju dengan kecepatan yang konstan atau stabil adalah cara terbaik untuk menjaga stamina dan energi agar tak sampai ke luar secara boros. Jangan sampai mengurangi kecepatan karena hanya akan membuat otot melakukan relaksasi dan itu membutuhkan banyak energi untuk memulainya kembali layaknya saat tumpuan pertama.

Tambah kecepatan di akhir
Tujuan dari menjaga kecepatan secara konstan saat rute masing panjang agar bisa dikeluarkan secara maksimal menjelang garis finish. Hal ini lazim dilakukan oleh banyak pelari agar bisa menambahkan kecepatan dan meraih posisi yang paling depan. Pada posisi ini, si kecil harus tetap menegakkan badan, karena berlari dengan kecepatan tinggi sambil membungkuk berisiko membuatnya jatuh terjerembap.

Pernapasan
Di sisi lain, berlari juga membutuhkan teknik pernapasan yang baik. Gunanya agar saat berlari tak banyak karbondioksida yang keluar, sehingga tak bisa memperlambat proses metabolisme. Hasilnya energi yang dikeluarkan pun juga menjadi lebih hemat. Ajari si kecil latihan pernapasan dengan menggunakan diafragma atau rongga perut. Sebab, mengatur pernapasan dari hidung akan jauh lebih menguras energi dari pada mengontrolnya lewat mulut. Demikian yang disampaikan oleh Amy Sutton, ahli kebugaran tubuh anak-anak asal Amerika.

Tertarik untuk mengajari buah hati Anda olahraga lari?

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait