Terobsesi Memiliki Tubuh Langsing

Kalau Anda perhatikan, beberapa tahun belakangan ini berbagai pusat kebugaran dan klinik perawatan tubuh semakin populer dan tak pernah sepi dari pengunjung. Semua orang seakan berlomba untuk memiliki tubuh langsing dengan berbagai cara, mulai dari berolah raga, melakukan perawatan tubuh, hingga mengkonsumsi berbagai pil pelangsing.

Apakah masyarakat kini menjadi makin terobsesi dengan tubuh langsing? Tampaknya begitu. University Hospital of Columbia dan Cornell University merujuk pada hasil penelitian yang dimuat dalam Nutrition Journal yang menunjukkan 83% dari para mahasiswi tetap berdiet tak peduli berapa pun berat tubuh mereka. Sementara data di Inggris menunjukkan sekitar 25% masyarakatnya melakukan diet, bahkan semakin banyak saja pria dan anak-anak melakukannya! Dengan berbagai alasan, orang terkadang melakukan hal-hal ekstrim untuk menurunkan berat badan karena kecantikan kerap diasosiasikan dengan tubuh ekstra langsing.

Menurut Dr Andrew Hill, chairman Association for the Study of Obesity dan pengajar Behavioural Sciences di Leeds University, salah satu obsesi disebabkan oleh media dan industri fashion yang telah mengubah kriteria bentuk tubuh ideal dalam seabad terakhir. “Akibatnya kini ada kesenjangan yang amat besar antara imajinasi dengan kondisi yang sebenarnya, hingga terseret dalam aspek visual yang sebenarnya superfisial,” ujarnya.

Kepedulian terhadap masalah kesehatan juga menjadi salah satu pendorong obsesi ini. Bisa dimengerti, karena dengan menjaga berat tubuh dalam batas normal, akan mengurangi risiko terhadap berbagai penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, mungkin juga kanker.

Bila dilakukan dengan cara yang betul, sebenarnya menjaga berat badan normal, baik untuk kesehatan. Namun jika sudah berlebihan dan dilakukan dengan cara yang membahayakan kesehatan, maka bisa jadi seseorang ‘kecanduan’ untuk menjadi langsing. Beberapa kemungkinan penyebab antara lain:

  • Obsesi ingin selalu langsing, terus-menerus merasa gemuk meskipun berat badan sebenarnya normal atau bahkan kurus.
  • Mengkonsumsi amat sedikit makanan, bahkan kerap sangat kurang dibanding kebutuhan gizi dan kalori yang dibutuhkan. Akibatnya tubuh menjadi tidak sehat karena kurang asupan gizi dan energi.
  • Sering olah raga kelewat batas, bahkan diluar kemampuan tubuh. Olah raga tanpa jeda, dengan intensitas tinggi secara terus-menerus (over-training) tidak membuat tubuh menjadi bugar, sebaliknya dapat mengancam kesehatan karena dapat mencederai otot dan persendian, bahkan mengganggu jantung.
  • Mencoba berbagai jalan pintas untuk mendapatkan tubuh lebih langsing, dengan pil/jamu pelangsing atau mempertimbangkan berbagai jenis operasi. Keinginan mendapat hasil secara instant kerap membuat seseorang mencoba berbagai obat-obatan atau treatmentt yang bisa jadi mengancam kesehatan.
Tips untuk menekan obsesi tersebut sebagai berikut:
  • Ubah cara berpikir. Menurunkan berat badan memerlukan proses (waktu) dan kesabaran yang berkesinambungan. Cara yang terbukti baik dan aman adalah, berolah raga teratur dan atur pola makan yang sehat.
  • Gunakan patokan “body mass index” WHO. Jika kilogram berat badan (BB) dibagi meter kuadrat tinggi badan (TB) atau (BB : TB2) = 18 – 25; artinya berat badan anda masih pada batas normal.
  • Berkonsentrasi pada hal lain selain menurunkan berat badan. Lakukan kegiatan yang menyenangkan, perluas lingkungan sosial, isi waktu dengan aktivitas baru sehingga pikiran tidak tersita pada masalah berat badan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait