Tiada Hari Tanpa Bermain

Pengasuh rubrik yang terhormat,

Anak saya kini berusia empat tahun. Di usianya ini, maunya mainan terus sepanjang hari. Sesekali saya menyempatkan diri untuk bermain dengannya. Bagaimana memilihkan permainan yang dapat mendukung perkembangan fisik maupun emosinya? Terimakasih atas penjelasannya. Ny. Danisa – Bandung

Ibu Danisa yang terhormat,

Bagi si Kecil, bermain adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menjadi sarana/media belajar yang paling efektif. Selain melatih imajinasinya, bermain dapat mengasah kemampuan bicara. Bermain merupakan sarana yang baik untuk melatih sosialisasi anak dengan lingkungannya, memahami pikiran dan perasaan orang lain, serta melaih keberanian mengemukakan pikiran dan perasaannya.

Banyak permainan yang menjadi dasar belajar anak kelak. Misalnya, dengan menendang, melempar, dan menangkap bola, anak akan belajar koordinasi gerakan. Dengan bola yang berlainan ukuran, anak juga dapat belajar konsep dasar matematika.

Jiwa sosialisasi anak juga dapat ditumbuhkan lewat situasi yang ada, misalnya bermain dengan teman.

Contoh permainan unutk anak 1-5 tahun:


  1. Permainan Seni
    Merupakan kegiatan bermain yang melibatkan aktivitas seni: mencakup musik dan gerak, serta prakarya. Musik dan gerak: bernyanyi, mendengarkan musik, gerak dan alugm memainkan alat musik, melakukan gerakan berdasarkan kreasi anak.
  2. Permainan Drama
    Merupakan bagian dari bermain pura-pura. Dalam permainan ini anak dapat mengungkapkan semua harapan, perasaan terpendam, tanpa merasa takut salah/ dipersalahkan oleh lingkungan. Anak dapat mengembangkan imajinasinya dan berperan menjadi apa saja yang dia inginkan. Misalnya anak dapat memerankan puteri raja, batman, polisi, dan lain-lain.
  3. Permainan Konstruksi
    Merupakan permainan yang menggunakan sejumlah material, sehingga menghasilkan hasil yang nyata. Hasil tersebut dapat dilihat, dievaluasi, dan dijadikan alat untuk permainan lainnya. Pada permainan ini, anak akan terlatih untuk meningkatkan kemampuan motorik halusnya, koordinasi antara kemampuan penglihatan dan gerakan tangan, kemampuan abstraksi dan spasial (keruangan). Melalui permainan ini, anak dapat menilai hasilnya dan melakukan perbaikan apabila dibutuhkan. Anak dapat melakukan evaluasi sederhana dan menilai tingkat keberhasilannya.
  4. Permainan ”Scientific”
    Sikap-sikap yang dimiliki oleh seorang ilmuwan akan dengan mudah dikembangkan melalui kegiatan bermain. Dalam kegiatan ini sikap seperti selalu ingin tahu, mau mencoba, tidak takut salah, senang mempertanyakan segala sesuatu yang ada di lingkungan dan menerima segala sesuatu yang tidak terduga dicoba untuk digali. Selain itu yang tak kalah penting adalah, semangat untuk melakukan penelitian secara logis juga berkembang. Peran aktif orang dewasa dalam membantu mengembangkan sikap-sikap tersebut di atas, amat diperlukan.
  5. Permainan Fisik
    Merupakan permainan yang melibatkan gerakan tubuh, termasuk otot besar dan halus. Permainan fisik ini penting untuk merangsang perkembangan fisik anak yang berlangsung sangat pesat antara usia 1-5 tahun.

Selain itu, hal yang terpenting adalah orangtua harus menyisihkan waktu untuk bermain bersama si Kecil. Ini akan membuatnya lebih bahagia, lebih cerdas, serta meningkatkan ikatan kasih sayang anak dan orangtua.

PT Nestlé Indonesia bekerjasama dengan GRAMS 2007

Share artikel ini:

Artikel Terkait