Apa Yang Membuat Orang Menunda Pekerjaan?

Mungkin hampir semua orang pernah menunda pekerjaan. Kalau dilihat dari akibat, semua penundaan itu berakibat kurang bagus. Cuma memang kadarnya berbeda-beda, ada yang masih bisa ditangani tapi ada yang sudah fatal.

Bila penundaan itu sudah sering kita lakukan dan efeknya sudah merugikan diri sendiri dan orang lain atau organisasi dalam kadar / tingkat yang sudah merusak atau merugikan,  maka ini tidak bisa kita biarkan.

Harus ditemukan solusinya. Untuk melangkah pada solusi itu, kita lebih dulu perlu melihat sebab-sebabnya yang mungkin.

Ada penundaan yang disebabkan oleh sikon (situasi dan kondisi), misalnya saking padatnya jadwal atau karena ada faktor eksternal tertentu. Agar dampaknya tidak merusak, kita bisa mengantisipasi atau melakukan komunikasi.

Ada penundaan yang disebabkan karena incompetence kita, misalnya kurang bisa manajemen waktu atau kurang skill. Untuk mengantisipasinya, kita harus belajar manajemen waktu dari mulai prioritas atau menggunakan catatan dan meningkatkan skill.

Yang paling berbahaya adalah ketika penundaan itu disebabkan oleh faktor-faktor psikologis, antara lain tidak mampu mengontrol diri, kurang komitmen atau kurang bertanggungjawab. Ini tidak bisa ditangani seketika.

Umumnya, faktor-psikologis itu terkait dengan nilai dan motif yang sudah terbentuk dari sejak kecil, bisa karena pendidikan lingkungan atau karena orangnya sendiri yang tidak mau dididik.

Karena berada di jiwa manusia, maka pengaruhnya bukan semata pada menunda pekerjaan, tapi hampir ke seluruh / sebagian besar sistem penanganan masalah pada orang itu, misalnya suka membatalkan janji sepihak, kurang sempurna pekerjaannya, sering bikin masalah.

Solusinya bagaimana? Yang paling mendasar adalah harus punya dorongan yang kuat untuk berubah. Jangan menganggap ini biasa atau punya justifikasi.

Agar dorongan itu muncul, bikinlah target perubahan yang riil dan terukur,  misalnya mendorong diri untuk berprestasi di kantor, rumah, atau pun di pekerjaan.

Dengan target itu, kita latihan mengontrol diri (mendorong dan melarang diri) dari yang kecil sampai yang besar dan latihan berkomitmen, terutama pada diri sendiri dan orang lain.

Seiring dengan perubahan yang kita perjuangkan, pasti ada akan perbaikan yang kita rasakan. Jadi, kuncinya ada pada dorongan dan kontrol. Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait