Pentingnya Kearifan Di Tempat Kerja

Apa itu kearifan? Di kamus, kearifan itu diartikan dengan kebijaksanaan. Orang bijak adalah orang yang sanggup menjalankan pilihan positif (baik, benar, dan bermanfaat) bagi diri sendiri dan orang lain untuk hal-hal yang sifatnya pilihan (tidak jelas salah-benarnya).

Menjadi orang yang semakin bijak itu sangat penting bagi keharmonisan kita di kantor, keluarga, atau di mana saja. Ini karena tidak semua persoalan yang kita hadapi sanggup ditemukan jawabannya di logika kita atau logika ilmu pengetahuan. Pengetahuan seringkali hanya berbicara soal benar-salah, efektif-tidak efektif, efisien-tidak efisien.

Karena kearifan itu penting, maka ada yang menyimpulkan bahwa tingkat kebahagian dalam jiwa seseorang itu bukan tergantung faktor / atribut eksternalnya, tetapi lebih karena filsafat hidup yang dianutnya. Jika filsafat yang dianutnya lebih sering didasarkan pada nilai-nilai kearifan, maka orang itu semakin bahagia.

Apakah kearifan itu ditentukan oleh umur? Prakteknya, semakin tua seseorang biasanya semakin arif, tapi sebetulnya umur tidak menentukan. “Menjadi tua itu kepastian, tetapi menjadi arif itu pilihan”, kata sebuah iklan. Apakah kearifan itu ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman? Prakteknya memang sering begitu, tetapi pengetahuan dan pengalaman tidak menjamin.

Faktor apa yang menjadikan kita manusia yang lebih bijak / arif? Kearifan itu tergantung pada apa yang bisa disebut dengan sejumlah istilah, yang antara lain: penyerapan, pengolahan, penghayatan atau perubahan. Kita hanya akan menjadi bijak kalau:

  • Mau menyerap pengalaman dan pengetahuan diri sendiri atau milik orang lain untuk perubahan-diri yang lebih baik
  • Mau menyerap pelajaran dari Tuhan dalam kehidupan ini

 

Pelajaran dari Tuhan itu ada yang disampaikan melalui tulisan, seperti Kitab Suci, atau melalui abstraksi dan contoh-contoh, entah itu oleh alam atau hewan. Sun Tzu menemukan konsep mengembangkan organisasi perang 2500 tahun lalu melalui pemaknaan terhadap gaya hidup semut.

 

Apa makna kearifan yang didapatkan? Masyarakat semut hidup untuk menjalani tujuan berdasarkan peranannya. Tujuan dari hidup adalah menjalankan tujuan. Tujuan itu dijalankan dengan terus mencari informasi dan menyebarkan informasi itu kepada yang lain, secara terus menerus sehingga ada ikatan tim yang solid. Kalau organisasi mampu mengamalkan ini, pasti hasilnya bagus.

Kita juga perlu belajar pada air supaya lebih arif. Air itu sifatnya fleksibel dan ordered (teratur). Di tempatkan di mana saja, air mampu beradaptasi dengan fleksibilitasnya. Meski beradaptasi, namun air tetaplah menjadi air (ordered). Kalau kita bisa seperti air, maka kita tidak pernah patah atau luntur oleh lingkungan.
Intinya, sumber kearifan itu tak terbatas. Kitalah yang membatasi diri sendiri dengan menolak melakukan perubahan atau penyerapan. Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait