Saat Harus Meninggalkan Kantor

Sehandal apa pun Anda membagi dan dan mengatur jadwal agar kehidupan profesional dan keluarga tetap seimbang, pasti ada saat-saat dimana Anda harus meninggalkan pekerjaan untuk urusan keluarga, atau sebaliknya harus melewatkan urusan keluarga karena tak bisa meninggalkan pekerjaan.

Dua kondisi tadi sebenarnya wajar saja dialami oleh orang tua yang bekerja. Tak perlu merasa bersalah, karena menyeimbangkan dua kepentingan ini memang tidak mudah. Yang lebih penting adalah cara Anda menghadapinya, agar tak ada yang merasa dirugikan dan semua kewajiban dapat berjalan dengan baik.

Jika Anda harus meninggalkan kantor untuk urusan keluarga, pastikan Anda melakukan beberapa hal berikut sebelumnya:

  • Sebisa mungkin beritahu atasan dan rekan satu tim kerja sejak jauh hari, kapan Anda harus meninggalkan kantor, sehingga mereka dapat bersiap-siap untuk menangani atau mendelegasikan tugas Anda pada waktu tersebut.
  • Sampaikan dengan jelas apa alasan Anda harus meninggalkan kantor. Dengan cara penyampaian yang sopan dan alasan yang masuk akal, atasan pasti tak ragu memberi ijin.
  • Berikan progress report dari pekerjaan yang sedang Anda tangani, agar semua tahu status pekerjaan Anda.
  • Persiapkan semua pekerjaan agar selesai sebelum Anda meninggalkan kantor, sehingga tidak memberatkan rekan kerja atau mengganggu kinerja tim dan departemen Anda. Terutama bila pekerjaan Anda merupakan bagian dari suatu proses yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh selesainya setiap tahapan dengan baik.
  • Siapkan semua dokumen yang berkaitan dengan pekerjaan yang sedang Anda tangani, lalu informasikan pada rekan kerja cara mengaksesnya sehingga saat diperlukan mereka dapat menemukannya dengan mudah.
  • Sebisa mungkin tetap aktifkan alat komunikasi seperti ponsel, agar rekan kerja mudah menghubungi Anda bila memerlukan informasi.

Ada kalanya keharusan meninggalkan kantor terjadi secara mendadak. Kalau hal ini yang Anda alami, berikut berapa trik yang dapat Anda terapkan:

  • Saatnya meminta bantuan rekan kerja, untuk membantu menyelesaikan tugas atau menggantikan Anda untuk sementara. Agar rekan kerja dengan senang hati membantu, Anda pun harus menunjukkan hal yang sama sebelumnya dengan membantu atau menggantikan mereka saat diperlukan.
  • Beritahu atasan segera, dan jelaskan hal darurat apa yang mengharuskan Anda meninggalkan kantor.
  • Informasikan bahwa jika diperlukan, Anda akan bekerja lembur lain waktu untuk menyelesaikan tugas yang belum terselesaikan.

Sebaliknya, jika yang terjadi adalah Anda tak dapat meninggalkan kantor untuk mengurus keperluan keluarga, ada beberapa langkah yang dapat menjadi pilihan sehingga keluarga pun tak terbengkalai:

  • Kerjasama dengan pasangan, siapa tahu saat itu beban kerjanya tak sepadat Anda, sehingga untuk kali ini ia yang "bertugas" mengurus keperluan keluarga.
  • Punya sistem pendukung yang baik, seperti keluarga (ayah, ibu, adik, kakak) atau sahabat, yang dapat dimintai bantuan saat diperlukan. Misalnya mengantar atau mendampingi anak saat acara sekolah. Jika perlu bicarakan dan sampaikan jauh hari bahwa Anda mengharapkan kesediaan mereka membantu jika suatu saat diperlukan.
  • Manfaatkan teknologi seperti ponsel untuk terus memantau apa yang dilakukan keluarga sehingga Anda dapat memberi saran seandainya mereka menghadapi kesulitan.
  • Agar tak kehilangan momen-momen penting, terutama yang berkaitan dengan kegiatan anak, minta pasangan atau keluarga yang menemani anak merekam kegiatan tersebut dengan kamera video. Sehingga Anda dapat menyaksikannya sembari mendengar cerita anak tentang apa yang dilakukannya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait