Saya Benci Senin…sampai Jumat

Bahaya, kalau Anda sudah merasa bukan sekadar "Saya benci Senin" tapi sudah membenci semua hari kerja.

Malas pergi ke kantor, entah itu mengerjakan tugas-tugas Anda atau bahkan hanya sekedar ngobrol bareng rekan-rekan kerja. Belum lagi promosi yang Anda harapkan tidak kunjung dirasakan. Pantas saja Anda tidak betah di kantor. Sebelum kondisi ini makin parah, segara atasi masalah itu!

Biasanya kondisi yang membuat Anda merasa tidak bersemangat setiap harinya akan membuat Anda penat dan mengambil keputusan yang akan merugikan Anda sendiri nantinya. Sebelum menulis surat pengunduran diri, jawab dulu enam pertanyaan di bawah ini :

  1. Apakah Anda sudah menganggap rekan kerja seperti teman ?
  2. Apakah Anda merasa berat untuk meninggalkan tempat kerja ?
  3. Apakah Anda merasa lebih banyak rugi jika mengundurkan diri ?
  4. Apakah Anda sudah terlanjur merasa terikat dengan klien ?
  5. Apakah Anda ragu-ragu mengundurkan diri ?
  6. Apakah Anda yakin jika Anda berhenti akan jauh lebih baik ?

Bagaimana? Jika jawaban Anda minimal tiga dari enam pertanyaan adalah ”Ya”, tandanya Anda bisa mempertahankan pekerjaan Anda. Simaklah berbagai siasat agar Anda memiliki semangat baru dan mengganti kata "benci" menjadi "cinta".

  • Berpenampilan Menawan Membuat Anda Merasa Lebih baik
    Kalau berangkat kerja muka kusam, mata berkantung, dan berpakaian dengan gaya itu-itu juga, pantas saja kalau tiba di kantor, Anda merasa buruk setiap hari. Meskipun hasil kerja Anda memang penting tapi penampilan sangat berpengaruh, bisa mempengaruhi antusiasme Anda dalam bekerja. Atasan pun cenderung mengabaikan Anda dan bukan tidak mungkin atasan akan berpikir seribu kali sebelum memberikan promosi pada karyawan yang terlihat ogah-ogahan di tempat kerja. Membenahi penampilan bisa Anda mulai dari cara berpakaian dan berdandan. Tidak perlu menor-menor, yang penting Anda terlihat rapi dan profesional.
  • Sulap Kantor Menjadi Asyik
    Selain penampilan, situasi tempat kerja juga bisa mempengaruhi kenyamanan bekerja. Anda memang tidak bisa menyulap bos atau rekan kerja yang "reseh" jadi ramah. Tapi untuk situasi kerja yang oke, bisa kita mulai dari meja kerja Anda sendiri. Harap perhatikan meja kerja! Kalau tumpukan kertas dan buku Anda di mana-mana, memo-memo menempel semrawut di monitor komputer, yang membuat Anda tidak nyaman.

    Untuk menyulap meja kerja yang berantakan jadi menyenangkan, Anda bisa memulainya dengan mengambil tiga plastik besar, masing-masing bertuliskan ”buang”, ”simpan”, dan ”kerjakan” yang perlu di pertahankan di atas meja. (tentunya, sambil segara dikerjakan). Hasilnya meja kerja Anda pasti lebih bersih.

  • Proaktif
    Beban kerja harian membuat Anda kelabakan dan sering lembur. Melihat daftar tugas yang menumpuk Anda pasti langsung malas padahal mulai mengerjakan saja belum. Tapi kok ada saja rekan kerja yang bisa tepat waktu tanpa harus lembur? Nah, Anda perlu mangintip resep suksesnya. Perhatikan atau tanya langsung tipnya dalam bekerja dan kalau memungkinkan terapkan untuk diri sendiri.
  • Berpikir Positif
    Ketika rasa malas datang, Anda harus ingat alasan Anda bekerja dan siapa yang diuntungkan oleh pekerjaan Anda. Seperti dua sisi sebuah mata uang logam, setiap hal pasti ada baik dan buruknya, kalau hanya menilai sisi buruk pekerjaan, Anda pasti akan malas dan ingin cepat-cepat kabur dari kantor. Sebaliknya, dengan melihat sisi baiknya Anda pasti akan bersemangat lagi untuk meningkatkan kinerja. Yang penting, tetap berpikir positif.
  • Pikirkan Diri Sendiri
    Senin sampai Jumat, dari pukul 9 sampai 5, itu sudah jadi "jatah" perusahaan. Begitu kantor sudah lewat itu adalah waktu Anda. Lupakan jauh-jauh masalah yang ada di kantor dan tumpukan pekerjaan yang menanti di meja kerja. Mendahulukan kepentingan sendiri juga bisa dilakukan pada kesempatan makan siang sebagai "waktu Anda", ini saatnya Anda bersenang-senang. Makan makanan favorit, belanja kesukaan Anda dan pada saat kembali bekerja Anda jadi semangat lagi.

    Mencintai pekerjaan ternyata tidak sulit, bukan? Idealnya, Anda tidak boleh menjadikan karier Anda sekedar rutinitas yang dilakukan karena terpaksa. Biar lebih nyaman, pekerjaan sebaiknya dijadikan kegiatan yang memang Anda nikmati.

(PT.Nestlé Indonesia bekerja sama dengan HERS Magazine)

Share artikel ini:

Artikel Terkait