Sudah Efektifkah Anda Bekerja?

Ada sebagian orang berpendapat bahwa sering lembur berarti bahwa mereka memang benar-benar bekerja. Padahal itu tak sepenuhnya benar. Ada kriteria lain untuk menentukan apakah seorang karyawan sudah bekerja secara efektif. Apa saja kriterianya?

“Kerja efektif mungkin berbeda-beda kriterianya pada setiap orang. Tapi tetap saja ada aturan yang ditetapkan perusahaan. Dan, itulah yang harus dipenuhi oleh setiap karyawan,” papar Imam Santoso, Psi, Staf Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia.

  • Sesuai Dengan Kriteria Perusahaan
    Menurut Imam, kriteria kerja yang efektif berbeda-beda tergantung bidang usaha. Karena itu, sadarilah di bidang mana Anda berada. Untuk perusahaan yang bisnis utamanya di bidang penjualan, misalnya. Kerja efektif adalah jika bisa mencapai target penjualan, meski kadang membutuhkan banyak sumber daya. Sedangkan untuk perusahaan manufaktur, kerja efektif justru berarti target produksi tercapai dengan sesedikit mungkin sumber daya yang terpakai.
  • Tahu Kapan Lembur Diperlukan
    Bukan berarti sering kerja lembur berarti si karyawan tersebut bekerja dengan baik. “Tidak bisa digeneralisir seperti itu. Rajin itu kan penilaian berdasarkan apa yang terlihat kasat mata. Sementara, motif karyawan untuk kerja lembur sendiri kadang berbeda-beda,” papar Imam. Karena itu, si pegawai harus tahu kapan dia memang perlu lembur.
  • Lembur Untuk Kejar Target
    Idealnya, lembur dilakukan untuk mengejar target produktivitas. Misalnya, di pabrik, lembur dilakukan untuk mengejar waktu pengiriman produk ke pelanggan saat sedang banyak pesanan. Perusahaan sendiri seharusnya sudah mempunyai perhitungan bahwa tugas-tugas tertentu pasti bisa diselesaikan dalam waktu kerja tertentu. Sehingga, jika memang kondisi pekerjaan sedang normal, lembur mungkin tak perlu dilakukan.
    “Karena itu, aktivitas lembur berlangsung atas instruksi dari pejabat berwenang, supaya dipastikan bahwa itu untuk tujuan produktivitas,” jelas Imam. Jam lembur juga harus dibatasi dengan tujuan untuk memastikan energi karyawan tidak terforsir untuk kerja. Jadi rajin lembur justru perlu diwaspadai. Dengan stamina yang kendur hasil kerja karyawan malah patut dipertanyakan akurasinya.
  • Pekerjaan Selesai Dalam Jam Kerja Yang Berlaku
    Yang paling baik dan paling ideal adalah pekerjaan selesai (mencapai target) dalam jam kerja yang berlaku. “Artinya karyawan ditantang untuk berpikir bagaimana cara memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mengerjakan semua tugas agar selesai tepat waktu,” jelas Imam.
    Lalu, bagaimana jika sering lembur tapi pekerjaan tetap tidak beres? Mungkin hal-hal berikut adalah penyebabnya:
    • Tidak bisa mengatur prioritas sehingga ada hal-hal penting yang terbengkalai
    • Sikap menunda-nunda pekerjaan
    • Load kerja terlalu besar sehingga biarpun sudah bekerja lembur tetap saja pekerjaan tidak selesai.
    • Tidak mengerti apa yang dituntut dari pekerjaan.

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan www.hersmagz.com)

Share artikel ini:

Artikel Terkait