Tips Menghadapi Psikotes

Psikotes sudah menjadi semacam tahapan yang harus dilalui oleh calon karyawan atau calon pemegang jabatan baru. Bahkan tidak sedikit organisasi yang mengadakan psikotes untuk melakukan pemetaan baru dari SDM yang ada.

Tidak ada jurus yang dijamin pasti berhasil atau pasti gagal untuk menghadapi tes ini. Ini karena tujuan psikotes sebenarnya bukan untuk mengeluarkan penilaian si A gagal atau berhasil, tetapi lebih pada seberapa cocok si A dengan kualifikasi pekerjaan yang dituntut.

Atau bisa juga dipakai untuk mendapatkan gambaran mengenai tingkat kecocokan calon. Kalau calon yang melamar banyak, tentu perusahaan tidak mungkin menerima semua. Untuk mendapatkan calon yang paling memiliki kecocokan, organisasi membutuhkan psikotes sebagai penyaring.
 
Sangat mungkin terjadi seseorang mendapatkan hasil tes yang tidak sesuai dengan kenyataan tentang dirinya bila kesiapan menghadapinya tidak optimal atau saat menghadapinya kacau balau. Supaya itu terjadi, beberapa persiapan yang perlu  dilakukan, antara lain:

  1. Pastikan Anda cocok dengan posisi yang Anda lamar atau temukan argumentasi yang menjelaskan beberapa kecocokan
  2. Pastikan Anda mengetahui dimana dan kapan tes akan berlangsung. Datanglah beberapa menit sebelum waktu yang dijadwalkan. Kalau Anda terlambat, pikiran Anda akan terganggu oleh perasaan bersalah
  3. Untuk pertanyaan yang harus Anda jawab, misalanya data diri, cepatlah Anda mengisinya dan usahakan selengkap mungkin, seperti yang diminta formulir. Tanyakan kepada penguji jika Anda kurang paham.
  4. Untuk pertanyaan yang tujuannya mengetahui diri Anda secara kompetensi mental dan kerja, yang biasanya dalam bentuk multiple choice atau absolute ( Ya / Tidak), tidak usah Anda berpikir terlalu lama, mencari yang paling sempurna. Berpikir terlalu lama menandakan Anda kurang kenal dengan diri sendiri. Jawablah yang paling sesuai dengan diri Anda.
  5. Jika ada perintah memilih gambar atau menggambar, usahakan memilih yang menjelaskan keaktifan, kepositifan, atau kedinamisan, sesuai dengan iklim organisasi atau tugas pekerjaan
  6. Jika ada pertanyaan yang menuntut ketelitian, lingkari atau tandai kata kuncinya.
  7. Untuk pertanyaan yang menuntut penjabaran dan argumentasi, dengan waktu yang terbatas, pilihlah yang paling mudah dulu. Jangan sampai Anda terlalu memikirkan pertanyaan yang sulit sehingga waktunya habis. 

Sangat manusiawi kalau kita merasa gugup dan grogi. Letupan perasaan ini tidak bisa dihilangkan. Yang perlu kita lakukan adalah mengelolanya atau mengalihkannya. Misalnya saja dengan memunculkan self-talk yang menenangkan atau mempositifkan batin.

Katakan kepada diri sendiri, misalnya: ”Ini biasa, perlu tenang, tidak ada alasan riil untuk grogi berlebihan”, dan lain-lain.  Self-talk tidak bisa mengubah kenyataan yang di luar diri Anda, tetapi dapat mengubah kenyataan yang ada di dalam diri Anda.

* lifeskill facilitator, penulis dan learning counselor

Share artikel ini:

Artikel Terkait