Transisi Karier, Bagaimana Menghadapinya?

Hubungan kita dengan pekerjaan yang kini kita jalani dapat berakhir karena berbagai hal. Bisa karena pilihan kita, karena keputusan perusahaan, karena siklus karier, karena usia, atau karena faktor eksternal yang tak bisa kita kontrol.

Jika kita masih tetap ingin eksis di dunia karier, lantas apa langkah yang perlu kita persiapkan? Sebagaimana yang disarankan para ahli, yang paling mendasar di sini adalah membentuk mindset atau kesadaran.

Saat kita masih bekerja sekarang ini, jangan menciptakan mindset yang disebut job security. Dalam arti bahwa kita menggantungkan hidup pada pekerjaan. Kita hanya berpikir untuk mengerjakan apa yang disuruh atau yang penting tidak kena teguran.

Sebaliknya, kita perlu mengganti mindset dengan apa yang disebut career security. Kita menggantungkan kemajuan hidup pada kompetensi atau pengembangan yang kita lakukan. Kita menjalankan pekerjaan bukan semata karena itu tugas, atau supaya tidak kena teguran, tetapi juga menjadikannya ajang untuk mengembangkan diri.

Misalnya kita harus menangani pekerjaan untuk membuka cabang baru. Ketika itu kita terima sebagai ajang pengembangan, tentu efek positifnya banyak. Kita akan mengerjakannya sepenuh hati. Kita akan membuka diri untuk mempelajari keahlian yang dibutuhkan. Kita akan menjaga trust. Dan lain-lain.

Banyak orang yang kemajuannya di karier tertolong oleh berbagai kompetensi yang ia dapatkan saat menjalankan tugas. Itulah yang disebut street smart, sebuah kecerdasan yang diperoleh dari jalan yang tidak direncanakan.

Mindset saja tentu tidak cukup. Seiring dengan bertambahnya usia, kita harus menjaga kesehatan sebab tanpa ini maka semua rencana, semua keahlian yang kita miliki tidak berguna.

Yang mendasar di sini adalah menciptakan penanganan yang semakin bagus terhadap stress atau konflik. Jika selama ini kita melihatnya sebagai tekanan, beban, atau lawan, maka saat ini kita harus beda melihatnya. Kita harus belajar melihatnya sebagai motivasi atau ajang pengembangan.

Kemantapan kita dalam menjalani masa transisi akan bagus dan jelas apabila kita punya aset, baik material, finansial, atau non-material, misalnya relasi, informasi atau yang lain. Tanpa ini, pikiran kita akan mudah dikalutkan oleh realitas.

Terakhir adalah memperjelas apa rencana kita. Terkait dengan karier, apakah kita mau menjadi employee lagi, mau menjadi self-employer dengan professionalitas kita atau ingin menjadi employer?

Karena setiap pilihan ada persyaratan dan persiapan yang berbeda, maka ini sangat  perlu diperjelas. Meski begitu, dalam prakteknya nanti, kita akan tetap menghadapi hal-hal yang di luar rencana.

Untuk menghadapi hal yang semacam itu, menurut pengalaman John F. Kennedy, modalnya bukan ilmu, bukan visi, bukan pula uang. Modalnya adalah keyakinan. Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait