10 Ide Parenting Sebagai Resolusi Tahun Baru yang Wajib Dilakukan Orang Tua

Menjadi orangtua adalah sebuah pekerjaan seumur hidup yang wajib dilakukan. Jika ada kendala atau kesulitan, yang bisa Ibu lakukan adalah memperbaiki proses dan cara saat menghadapi Si Kecil.

Tahun demi tahun pun berlalu, seiring itu pula anak akan terus bertumbuh. Selagi masih di awal tahun, inilah saat yang tepat untuk membuat komitmen menjadi orangtua yang lebih baik lagi bagi Si Kecil. Berikut ide resolusi tahun baru untuk para orangtua yang wajib diwujudkan pasca berkumandangnya terompet tahun baru.

 

1. Lebih Bersabar

Semua orangtua pasti selalu diuji kesabarannya saat menghadapi Si Kecil. Bahkan tak heran Ibu pun mengeluarkan amarah dengan berteriak, membanting barang, bahkan sampai memukul anak, yang bisa meninggalkan sakit di hatinya dalam waktu lama. Yang bisa dilakukan adalah membuat resolusi tahun baru untuk bersabar dan lebih baik lagi. Caranya, antara lain dengan menghitung 1 hingga 10 atau lebih, mengambil "timeout", atau membayangkan diri berada di tempat yang nyaman dan aman saat amarah memenuhi kepala. 

 

2. Menjadi Contoh yang Baik

Orangtua adalah sosok yang paling ditiru anak. Sebagian belum begitu menyadari bahwa apa yang mereka lakukan sangat mempengaruhi anak. Berikan contoh yang baik sebagai resolusi tahun baru, seperti berbagi, belajar manajemen emosi, dan tidak membicarakan hal buruk.

 

3. Perbanyak Komunikasi
Meski melelahkan sehabis bekerja, Ibu harus tetap meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak. Resolusi tahun baru ibu bisa dimulai dengan memperbanyak komunikasi dengan bertatap mata, dan mengurangi teriakan, terutama dari ruangan lain—akan memperbaiki karakter anak, dimana ia bisa lebih menuruti perkataan Anda dan tidak lagi membantah sekaligus berteriak.

 

4. Lebih Sering Memberi Pujian

Resolusi tahun baru termudah adalah merikan pujian atau penghargaan saat anak melakukan hal-hal positif. Dengan demikian, mereka tidak akan jemu berbuat baik. Secara tidak langsung, hal ini juga akan membentuk karakter positif anak.

 

5. Tepati Janji Anda dengan Anak

Jika Ibu pernah ingkar janji, Anda tidak sendiri. Ribuan orangtua pernah melakukannya, Hal ini akan membuat anak sakit hati dan memendam perasaan tersebut hingga mereka dewasa. Mereka akan menganggap bahwa orangtua mereka tidak dapat dipercaya. Maka dari itu, ingat selalu janji Ibu dengan si kecil dan usahakan untuk segera menepatinya.

 

Baca Juga: Tahun Baru, Waktunya Jadi Ibu Yang Lebih Baik

 

6. Bersikap Adil

Hal ini berlaku bagi para orangtua dengan anak lebih dari dua. Biasanya, hanya si balita yang diberi perhatian lebih. Meski hal ini wajar, tetapi kakak-kakaknya pun perlu mendapat perhatian, walaupun bukan seperti bercanda dengan balita.

 

7. Bersikap lebih disiplin terhadap anak

Disiplin sangat diperlukan untuk mengajarkan anak bagaimana harus bersikap dan mengurangi kebiasaan buruk. Tetapi perlu diingat bahwa mendisiplinkan bukan berarti menghukum tapi memberikan aturan yang jelas di awal dengan komunikasi yang jelas.

 

8. Kenalkan ragam makanan bergizi setiap hari
Makanan bergizi harus selalu tersaji. Untuk menghindari kebosanan, Ibu bisa menyajikan menu baru setiap minggunya. Tujuannya adalah memperkenalkan makanan sehat secara bertahap, dan bukan untuk memaksa mereka makan. Penyajian secara cantik akan membuat anak tertarik makan.

 

9. Lebih Sering Mengajak Anak Membaca
Tak hanya untuk meningkatkan intelektualitas dan membantu meningkatkan komunikasi anak secara verbal, ternyata sering mengajak anak membaca juga dapat mempererat hubungan orangtua dan anak. Dengan meningkatkan frekuensi waktu membaca bersama, Ibu bisa duduk rileks sembari bercanda dengan mereka.

 

10. Perbanyak Waktu Rekreasi
Bermain di ruang terbuka tak hanya bermanfaat bagi si kecil, tetapi juga Ibu. Dengan beraktivitas di luar rumah seperti lari pagi, bermain layang-layang, bersepeda, menangkap bola, Ibu dan si kecil dapat membakar kalori, sehingga mencegah obesitas dan gangguan kesehatan lainnya. Rekreasi atau beraktivitas di luar rumah dapat meningkatkan insting anak untuk mempelajari sekitarnya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait