2 Faktor Penting yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Anak

Tidak semua anak memiliki motivasi belajar tinggi. Namun Ibu tidak boleh pantang menyerah dalam memberikan motivasi belajar kepada si kecil. Sebab motivasi belajar memiliki peranan yang penting dalam mendorong kesuksesan belajar pada siswa. Yuk Bu, cari tahu apa saja hal-hal yang mempengaruhi motivasi belajar anak. Dengan begitu, Ibu bisa penuhi dan mengatasi semua masalah yang ada di dalam faktor tersebut. Jika semua faktor sudah saling mendukung, maka proses belajar si kecil pun akan berjalan dengan baik.

 

1. Faktor Internal

Faktor ini berasal dari dalam diri individu yang terbagi menjadi dua, yakni faktor fisik yang meliputi kesehatan jasmani dan keadaan fungsi-fungsi fisiologis dan faktor psikologis yang meliputi minat, kecerdasan, dan persepsi.

  • Faktor Fisik

Agar proses belajar si kecil berjalan optimal, maka dibutuhkan fisik yang sehat. Apabila kondisi fisik anak terganggu, misalnya demam, pilek, pusing, batuk dan sebagainya, maka tak heran jika si kecil merasa cepat lelah, tidak bergairah, dan tidak bersemangat dalam belajar. Selain itu, kekurangan asupan gizi juga bisa mengakibatkan tubuh lesu, cepat mengantuk, konsentrasi menurun, dan sebagainya. Oleh sebab itu, Ibu harus menjaga kesehatan si kecil dan juga penuhi asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang, agar badan kondisi fisik si kecil tetap sehat dan kuat, serta pikiran pun selalu segar dan bersemangat.

Tak hanya itu, adanya kelainnan pada fisik, seperti buta, tuli, patah kaki, lumpuh dan sebagainya, juga bisa mempengaruhi aktivitas seseorang untuk melakukan interaksi dengan lingkungan dalam proses pembelajaran. Panca indera yang baik akan mempermudah seseorang dalam mengikuti proses belajar di sekolah.

 

  • Faktor Psikologis

Faktor psikologis yang mempengaruhi motivasi belajar anak berhubungan dengan hal-hal  yang mendorong atau menghambat aktivitas belajar si kecil. Faktor yang mendorong aktivitas belajar si kecil, seperti rasa ingin tahu yang tinggi, ingin mendapat simpati dari orang tua, guru, dan teman- teman, ingin memperbaiki kegagalan, dan perasaan aman jika telah menguasai pelajaran. Adapun hal-hal yang menghambat aktivitas belajar si kecil adalah, tidak menyenangi mata pelajaran tertentu, merasa tidak aman dan nyaman, dan juga perasaan takut, cemas, dan gelisah.

 

2. Faktor Eksternal

Faktor yang berasal dari luar individu ini terbagi menjadi dua, yakni faktor sosial dan faktor non sosial. Faktor eksternal ini berasal dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar, baik lingkungan sosial maupun nonsosial.

 

  • Faktor Sosial

Pengaruh lingkungan sosial pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan yang meliputi keluarga, guru dan teman si kecil. Proses belajar akan berlangsung dengan baik, apabila guru mengajar dengan cara yang menyenangkan, seperti bersikap ramah, memberi perhatian pada semua siswa, serta selalu membantu anak yang mengalami kesulitan belajar. Begitu pula, pada saat dirumah si kecil tetap mendapat perhatian dari orang tua, baik perhatian material dengan menyediakan sarana dan prasarana belajar, serta perhatian non-material yakni kasih sayang yang akan membuat si kecil merasa aman, nyaman dan percaya diri saat belajar.

Selain itu, pengawasan orang tua terhadap pergaulan si kecil dengan teman-temannya juga diperlukan ekstra pengawasan. Jangan sampai si kecil terbawa dalam suasana belajar yang negatif akibat mendapat pengaruh buruk dari teman-temannya. Sebab, pengaruh dari teman bergaul lebih cepat diterima dalam jiwa si kecil. Pada akhirnya lingkungan masyarakat ikut andil dalam membentuk perkembangan kepribadian si kecil, sebab ia akan selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Oleh karena itu pengawasan dan bimbingan dari orang tua perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran anak.

 

  • Faktor Non-Sosial

Faktor lingkungan non-sosial berasal dari luar individu anak, yakni dari lingkungan si kecil, seperti rumah dan sekolah. Keadaan rumah dan sekolah juga sangat mempengaruhi motivasi belajar si kecil. Dimulai dari kondisi rumah yang nyaman dan suasana yang tenang dan damai akan sangat menunjang kegiatan belajar si kecil. Oleh karena itu, sebaiknya jaga selalu kebersihan rumah dan hindari suasana rumah yang tegang, akibat sering ribut dan cekcok. Hal ini bisa menyebabkan si kecil merasa tidak nyaman dan bosan atau malas untuk belajar di rumah. Ciptakan suasana yang tenang, tentram dan penuh kasih sayang untuk si kecil agar ia merasa betah di rumah dan bisa konsentrasi dalam belajar. Begitu pula dengan suasana di sekolah juga harus menyenangkan. Metode belajar yang diajarkan guru di kelas juga sangat mempengaruhi motivasi belajar si kecil.

Share artikel ini:

Artikel Terkait