5 Tips Agar si Kecil Menghargai Perbedaan

Lewat kata dan perbuatan, Ibu dapat mendidik anak soal empati dan pentingnya menghargai orang lain, terlepas dari semua perbedaan yang ada.

Jika dulu ukuran kecerdasan anak kerap merujuk pada IQ (Intelligent Quotient), maka kini banyak ahli menekankan pentingnya membangun EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Social Quotient), sebagai modal keberhasilan anak. Kemampuan berinteraksi dengan berbagai kalangan adalah keterampilan sosial yang berperan penting mendorong anak untuk berempati, bekerja sama, dan saling menghormati. Semua kemampuan tadi tentu sangat diperlukan kelak saat si Kecil dewasa dan masuk dalam dunia kerja dan lingkungan sosial.

Membangun kemampuan berinteraksi dan saling menghormati dengan orang dari berbagai kalangan tidak dapat dilakukan secara instan maupun dipelajari lewat nasihat semata. Anak-anak memerlukan contoh yang nyata. Sebagai Ibu, Anda biasanya menjadi model utama bagi si Kecil. Anak-anak telah menyadari adanya perbedaan sejak usia sangat muda, meski orang dewasa di sekitarnya tidak pernah membicarakannya. Meski menyadari adanya perbedaan, mereka belum memahami apa arti perbedaan tersebut. Dari orang-orang dewasa di sekitarnya ia belajar tentang arti dan sikap dalam menghadapi perbedaan.

Diane Maluso, Associate Professor of Psychology di Elmira College, juga menekankan pentingnya peran orang tua tersebut mendidik anak. “Anak-anak belajar tentang sikap orang tua terhadap orang lain dari cara orang tuanya berinteraksi dan dengan ungkapan-ungapan yang dilontarkan mengenai orang lain,” ujarnya. Lewat sikap serta bahasa yang digunakan orang tuanya terhadap orang lain, si Kecil belajar tentang konsep diri dan relasinya dengan orang lain.

Jika Ibu memiliki hubungan baik serta menunjukkan rasa hormat pada orang yang berbeda baik secara fisik, gender, sosial maupun ekonomi, maka si Kecil akan belajar bahwa semua perbedaan tersebut bukanlah sesuatu yang harus dipermasalahkan. Namun jika Ibu justru kerap meremehkan atau berbicara dengan tidak sopan pada orang-orang tertentu, jangan heran jika si Kecil akan melakukan hal yang sama. Contoh paling sederhana, ingat-ingatlah cara memperlakukan pembantu rumah tangga dan sopir di rumah. Kalau Ibu kerap berbicara dengan nada memerintah dan meremehkan, siap-siap saja mendengar hal yang sama keluar dari mulut si Kecil.

Pada usia sekolah dasar, pemahaman anak akan status sosialnya serta teman-temannya juga makin meningkat. Itu pun mendorong terbentuknya sikap-sikap tertentu yang berkaitan dengan status sosialnya. Namun begitu, pada usia ini sikap egosentris anak-anak juga telah berkurang dibanding usia balita. Si Kecil pun mulai mampu memfokuskan diri pada kualitas internal seperti kebaikan dan keburukan seseorang, dibandingkan perbedaan eksternal seperti perbedaan ras maupun kelas sosial. Pada tahap ini, lagi-lagi Ibu sangat berperan dalam mendorong anak-anaknya untuk mengeksplorasi perbedaan yang ada. Cara mendidik anak yang tepat adalah memberikan penjelasan terhadap pertanyaan-pertanyaan mereka, dan melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan yang membuka ruang berinteraksi dengan berbagai kalangan.

Berikut beberapa tips mendidik anak agar mereka menghargai dan tidak membeda-bedakan orang dari berbagai kalangan:
1. Buka kesempatan untuk mempelajari berbagai perbedaan, seperti berinteraksi dengan berbagai kalangan, sebisa mungkin dimulai dari lingkungan terdekat seperti teman-teman bermainnya, kerabat hingga kegiatan-kegiatan rekreasi.

2. Pilih mainan, buku dan film yang merefleksikan berbagai jenis individu yang berbeda seperti usia, profesi, latar belakang sosial – ekonomi, suku bangsa dan lain-lain.

3. Berikan kesempatan pada anak-anak untuk bermain bersama teman-teman seusianya. Bermain adalah cara terbaik bagi anak-anak untuk belajar berinteraksi dan bekerjasama dengan orang lain.

4. Kemampuan memahami apa yang dirasakan orang lain atau berempati adalah kemampuan yang penting dimiliki anak. Untuk menumbuhkannya, bantu si Kecil mengungkapkan perasaaan mereka dan dorong mereka untuk membayangkan perasaan orang lain. Dengan begitu, si Kecil akan memahami bahwa seperti dirinya, orang lain juga senang bila diperlakukan dengan baik dan sedih bila diperlakukan tidak baik

5. Saat anak-anak semakin besar dan mengajukan pertanyaan tentang berbagai perbedaan yang ada, dukunglah dengan memberikan informasi yang sesuai dengan usia mereka.

Share artikel ini:

Artikel Terkait