©shutterstock

6 Kesalahan Mendisiplinkan Anak dan Imbasnya

Pintar dan rajin belajar, orang tua mana yang tak ingin memiliki anak seperti itu. Apalagi tanpa repot-repot mengingatkannya, dia sudah dengan sigap melakukannya dengan suka rela. Sayangnya tidak semua anak demikian. Layaknya yang diketahui, anak-anak lebih suka bermain seharian. Hal itu kadang membuat orang tau agak kesal dan berusaha mendisiplinkannya.

Meski begitu, beberapa tindakan mendisiplinkan anak yang dilakukan orang tua ini ternyata kurang tepat dan berdampak buruk bagi si kecil. Apa saja? Berikut ini ulasannya.

Menjadikan kebohongan sebagai alasan
“Bu, kenapa gak boleh main hujan-hujanan?”, beberapa orang tua kan menjawab banyak monster yang berwujud kilat atau bisa membuat tubuh hanyut. Walau hanya untuk memberitahu si kecil agar dia tak mudah bermain pada kondisi cuaca yang buruk, namun cara yang dilakukan kurang tepat. Saat kelak dia sudah berpikir lebih matang dia akan sadar bahwa sejak kecil ibunya sering mengajarinya berbohong. Jawablah dengan jujur, minimal dengan mengatakan hujan bisa menyebabkan sakit demam dan pilek.

Membentak anak
Meski kadang si kecil suka membuat kesal Anda, tetapi cobalah untuk tidak membentaknya. Kebiasaan ini akan membuat karakter si kecil menjadi lebih keras dan sulit untuk diatur. Bahkan, dia akan ikut membentak saat Anda menyuruhnya. Ini karena kebiasaan yang sering diterimanya sudah melekat dalam pola pikir anak.

Menyuruh ayah untuk mengatasi si kecil
Kadang kalau ibu sudah tak bisa mengatur buah hatinya, langsung meminta ayah untuk menanganinya. Padahal, saat itu mungkin saja ayah sedang lelah dan emosinya tidak terkontrol sehingga bisa membentak si kecil lebih keras lagi. Imbasnya, si kecil semakin tertekan dan merasa tidak disayangi oleh kedua orang tuanya.

Memberikan suap
“Ayo Nak tidur, nanti Ibu kasih duit” atau “Sekolah dulu ya, nanti ibu belikan mainan yang baru”, kedua pernyataan ini mungkin biasa terdengar. Sebagian ibu sering menyuap anaknya agar bisa melakukan rutinitasnya. Meskipun tujuannya baik, namun cara ini bisa membuat pemikiran si kecil berorientasi pada uang dan berujung pada ketidakrelaan dalam melakukan berbagai hal.

Memberikan banyak aturan
Bagaimana pun juga buah hati Anda masih kecil, jadi jangan terlalu banyak memberikan aturan yang bisa menekannya. Sesuaikan dengan porsi usianya. Bagi waktu belajar dan bermain secara seimbang. Jika tidak, si kecil menjadi stres dan membuatnya malas untuk belajar maupun pergi ke sekolah.

Mengacuhkannya saat kalah
Kalah dan menang adalah hal biasa dalam sebuah pertandingan. Apalagi bagi anak-anak yang notabene bagian dari proses tumbuh kembangnya. Jangan terlalu berambisi untuk mendorong si kecil  memenangkan sesuatu kompetisi, namun mengacuhkannya saat dia tak berhasil. Kebiasaan ini bisa membuatnya patah semangat. Biarkan dia berkreasi sesuai dengan kemampuan dan apa yang diinginkannya.

Tugas orang tua hanya mengarahkan dan mengingatkan ketika salah serta memberikan dukungan dan kasih sayang agar anak bisa berhasil menggapai cita-citanya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait