Agar Balita Tak Lagi Susah Makan

Melihat balita susah makan tentu menjadi permasalahan tersendiri bagi orang tuanya. Bukan cuma kebutuhan nutrisi yang khawatir tidak terpenuhi, balita susah makan juga dikhawatirkan mengalami keterlambatan atau masalah tumbuh kembang.Karena itu, penting bagi orang tua tahu cara mengatasi anak susah makan. Salah satu cara orang tua untuk mengatasi anak susah makan adalah meningkatkan keterampilan makan pada anak sehari-hari, mulai dari umur enam bulan hingga tiga tahun.

 

 

Periode ini, menurut Dokter Desie Dwi Wisudanti, merupakan periode kritis cara meningkatkan keterampilan makan anak.

“Apabila periode ini tidak dimanfaatkan secara optimal dapat timbul masalah makan pada anak,” ujar Desie.

Banyak faktor yang dapat membuat balita susah makan. Bukan hanya kebiasaan, budaya, tingkat ekonomi atau umur. Obat-obatan yang dikonsumsi kadang juga dapat membuat balita susah makan.

Baca Juga : Mengenal Periode Si Kecil Susah Makan

Nah, berikut ini beberapa tips bagi orang tua untuk mengatasi anak susah makan:

1. Berikanlah makanan anak sesuai dengan usia dan perkembangannya. Beri porsi yang cukup bukan berlebih, jika anak merasa kurang ia boleh minta tambah.

2. Variasikan menu, perubahan rasa, keragaman dan penyajian yang menarik diperlukan agar anak tidak cepat bosan.

3. Lebih baik memberi makanan yang padat gizi dan berenergi tinggi dalam porsi kecil dari pada kudapan yang akan mengganggu timbulnya rasa lapar.

4. Mengatur dengan baik jadwal pemberian makan dan kudapan. Pilih kudapan yang sehat seperti buah-buahan.

5. Ciptakan suasana yang menyenangkan dan buatlah acara makan menjadi saat yang menggembirakan buat anak.

6. Biarkan anak makan sendiri sehingga anak merasa mampu, dipercaya oleh orangtua, semakin mandiri dan kemampuan motoriknya juga akan terlatih dan berkembang baik.

7. Secara bertahap perkenalkan suatu makanan baru pada waktu dan dalam porsi sedikit terlebih dahulu.

8. Jangan memburu anak agar makan dengan cepat.

9. Jangan bosan pula untuk menawarkan. Boleh jadi waktu makanan baru itu ditolak ,bukan karena tidak suka, tapi karena faktor lain.

10. Masukkan unsur gizi ke dalam makanan kesukaan anak.

11. Memperkenalkan aneka jenis makanan sejak dini. Degan begitu diharapkan anak semakin terbiasa dengan makanan rumah.

Share artikel ini:

Artikel Terkait