Ayo, Nak, Kenalan dengan Permainan Tradisional

Seberapa sering Ibu melihat seorang anak memainkan permainan tradisional pada masa sekarang? Sangat sedikit barangkali. Hampir semua anak, khususnya di kota besar, tumbuh dengan beragam aplikasi permainan di perangkat elektronik.

Padahal, tak semua permainan yang tertanam di perangkat elektronik itu memberikan pelajaran untuk sang buah hati, lho, Bu! Lagipula, mengutip pernyataan psikolog anak Vera Itabiliana di situs AntaraNews, terlalu sering anak menggunakan perangkat elektronik akan menghambat perkembangan kemampuan motorik, kognitif, dan sosial-ekonomi anak.

Jadi, kenapa Ibu tak mulai memperkenalkan si kecil dengan beragam permainan tradisional? Tak cuma bermanfaat karena mengenalkan mereka dengan kebudayaan Indonesia, anak sekaligus juga bisa berolahraga. Soalnya, hampir semua olahraga tradisional melibatkan kegiatan fisik yang melatih otot-otot. Rajin bergerak, berat badan ideal anak pun tetap terjaga, kan?

Nah, inilah beberapa pelajaran yang bisa dipetik anak dari permainan tradisional yang ada di Indonesia:

Baca Juga : Dampak Permainan Outbond Bagi Perkembangan Anak

- Menghargai Proses
Berbeda dengan permainan di perangkat elektronik yang tinggal 'klik', permainan tradisional membutuhkan persiapan, semisal memasang tali dalam permainan layang-layang. Proses itu akan mengajarkan mereka bahwa butuh proses untuk mencapai sesuatu.

- Mengajarkan Kesabaran
Persiapan yang dilakukan sebelum melakukan permainan tradisional juga akan melatih kesabaran si kecil.

- Mengembangkan Kecerdasan
Hal ini terlihat dalam permainan dakon. Permainan mengumpulkan biji lebih banyak dari lawan ini bisa melatih keseimbangan otak kiri dan otak kanan anak.

Mengembangkan Kreatifitas
Contohnya pada permainan pesawat-pesawatan yang terbuat dari kertas atau kardus. Anak mulai mencari bahan yang dinilainya cocok untuk menjadi pesawat, lalu merancang pesawat agar terlihat menarik.

- Mengasah Sosialiasi
Permainan tradisional umumnya memang hanya bisa dimainkan secara bersama-sama. Walhasil, anak akan terlatih berinteraksi dengan rekan sebayanya. Selain itu, anak juga akan terlatih berdisiplin dan respek karena harus mentaati peraturan-peraturan yang ada dalam permainan.

Itulah beberapa manfaat permainan tradisional. Tak kalah dari permainan yang ada di perangkat elektronik, kan? Nah, selamat mencoba, Bu.

Share artikel ini:

Artikel Terkait