Stimulasi Tepat Agar Anak Lancar Berbicara

Seorang Ibu tentu berbahagia menyaksikan anak yang terampil berbicara. Komunikasi menjadi menyenangkan. Keintiman antara Ibu dan sang buah hati pun kian bertambah.

Namun semua itu bukan sebuah hal yang tiba-tiba bisa tercapai, lho, Bu. Butuh proses panjang dan Ibu harus aktif terlibat di dalamnya. Begitulah pendapat Vera Itabiliana, seorang psikolog anak dalam sebuah talkshow yang digelar Dancow Parenting Center, beberapa waktu lalu.

"Melatih berbicara perlu stimulasi," kata Vera Itabiliana.

Stimulasi atau rangsangan tersebut, kata Vera lagi, harus diberikan rutin dengan cara yang interaktif. Dalam artian, Ibu mengajak si kecil berbicara meski ia baru bisa mengucapkan satu kata yang tak jelas terdengar seperti 'num'.

Nah, inilah beberapa tips yang bisa Ibu lakukan saat merangsang keterampilan bicara si kecil. Agar tumbuh kembang balita berjalan baik:

Terus Ajak Berbicara
Tak peduli kapan dan di mana, Ibu harus terus mengajak si kecil berinteraksi. Pada saat makan, misalnya, stimulasi yang Ibu berikan bisa berupa cerita kepada si kecil soal makanan yang sedang mereka makan atau tentang warna makanan tersebut. Selain itu, saat Ibu menyuapi sang buah hati, Ibu juga bisa berkata, "ayo, buka mulutnya' atau "hap".

Hati-hati Memilih Kata
Jangan sembarangan menggunakan kata saat merangsang anak berbicara. Sebabnya, anak akan mengingat dengan baik apa yang Ibu ucapkan. Ibu tentu tak mau ia mengeluarkan kata makian dan umpatan ketika mulai berbicara, kan? Tumbuh kembang balita Anda malah menuju arah yang salah.

Bangun Suasana Menyenangkan
Pengetahuan yang Ibu sampaikan akan dapat diterima dengan baik jika suasana menyenangkan. Jadi, bangunlah suasana yang membuat si kecil tenang. Mengobrol sembari menyaksikan hujan bisa menjadi salah satu pilihan. Setelah bercerita soal hujan, persilakan ia sejenak menadahkan tangan agar dapat menampung air hujan.

Ia Harus Menaruh Perhatian
Ibu harus memperhatikan, ke mana mata si kecil saat Ibu ajak berbicara. Jika ia serius memerhatikan suati obyek, Ibu bisa mengubah pembicaraan dan mengajaknya untuk membahas hal yang sedang ia perhatikan.

Jangan Berbicara Cepat
Dalam masa tumbuh kembang balita, ia belum bisa menyimak setiap kata dengan cepat. Jadi, Ibu harus berbicara pelan agar si buah hati bisa mendengar dan mencerna setiap kata yang dilontarkan.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait