Ajarkan Anak Mencintai Lingkungan

Ada banyak kegiatan yang menyenangkan untuk mengajarkan si kecil tentang  cinta lingkungan. Sudahkah hal itu kita lakukan? Bagi yang masih punya tanah kosong, cinta lingkungan bisa ditanamkan melalui kegiatan berkebun atau mengelola taman di sekitar rumah. Ini akan menjadi kegiatan yang menyenangkan, menyehatkan dan mendidik.

Bagi yang tanahnya sudah habis digunakan untuk bangunan rumah, tidak perlu berkecil hati lalu menghentikan kegiatan ini. Masih ada banyak cara untuk melakukannya selama masih ada kemauan. Di sini yang menjadi kunci utama bukan tanahnya atau lahannnya tapi kemauan dan kreativitas. Banyak ‘kan yang sudah berhasil mengembangkan tanaman melalui media pot atau lainnya.  

Tapi,  bagi anak-anak kita, yang lebih penting dari tanaman dan lahan adalah pendidikan. Cinta lingkungan yang kita ekspresikan ke dalam bentuk apapun haruslah menjadi sarana atau wahana untuk mendidik mereka. Jangan sampai kita hanya menanam untuk menanam atau mencintai hanya untuk mencintai. Semuanya itu harus kita gunakan sebagai alat atau jembatan untuk mendidik.

Cinta lingkungan atau cinta tanaman harus kita upayakan untuk membentuk karakter anak. Karakter inilah yang sudah hampir hilang dari pendidikan kita sehingga menimbulkan berbagai kerusakan di berbagai bidang. Kalau melihat tayangan televisi, jika bangsa lain hutannya bertambah luas, ruang tamannya semakin bertambah, lalu kesadaran lingkungan semakin bagus, tapi kita menjadi bangsa yang sebaliknya.

Ini karena pelajaran di sekolah kita kurang mengajarkan karakter melalui media atau pengalaman riil. Pelajaran lingkungan di sekolah hanya berbicara soal tanaman, tanah, udara, hutan, dan lain-lain sebagai benda, bukan sebagai sarana untuk menanamkan nilai.  Selain itu, cinta lingkungan idealnya harus kita gunakan untuk mengajarkan anak bagaimana mencintai dirinya dengan berbuat baik, mencintai orang lain dengan berkontribusi, mencintai flora dan fauna, termasuk juga menanamkan kesadaran untuk meningkatkan kualitas lingkungan, misalnya untuk mendapatkan udara yang bersih, dan lain-lain.

Cinta lingkungan adalah cinta kebaikan dan cinta pada kebaikan inilah kunci penanaman karakter. Inilah yang kurang optimal dimainkan oleh sekolah, kampus atau kursus-kursus. Karena itu, keluargalah yang harus bisa diandalkan untuk mengajarkan anak untuk mencintai lingkungannya melalui hal-hal kecil dan sederhana yang ditemuinya di kehidupan sehari-hari.

Share artikel ini:

Artikel Terkait