Ajarkan Anak Menghargai Uang

“Mama kan tinggal ngambil uang di ATM” Begitu kata Johan saat keinginannya mendapatkan mainan ninja turtle ditolak sang ibu. Buat sebagian besar anak yang kerap melihat orangtuanya mendebit tabungan lewat mesin bank otomatis ini akan menyangka uang begitu mudahnya diperoleh.

Menurut psikolog Rosemini Adi Priatno, anak yang meronta-ronta minta dibelikan sesuatu tak lepas dari kebiasaan orang mengatur pola berbelanjanya. “Beri pengertian pada anak di rumah, seperti, hari ini mama mau belanja sayur, jadi hanya sayur-sayuran yang dibeli. Dan orangtua harus tetap memegang janjinya, jangan malah membeli kebutuhan lain” ujarnya. Ini untuk menanamkan pengertian dalam diri si anak. Sejak usia dini, sebenarnya anak sudah dapat dilatih cara menghargai uang. “Anak dapat juga belajar dari mimik dan nada bicara ibunya saat bicara tentang uang” ujar Rosemini. Saat berumur tiga tahun, anak mulai tertarik mengenal uang. “Sebaiknya orangtua tetap mendampingi anak saat dia jajan, karena mereka belum bisa memilih makanan yang sehat dan yang tidak” jelas lulusan pasca serjana Universitas Indonesia (UI) yang bisa disapa Romi ini.

Terlebih lagi saat berumur 6 tahun, anak mulai kritis mempelajari konsep dasar menggunakan uang. Misalnya, membedakan nilai mata uang logam dan kertas belajar menabung, dan membeli sendiri barang yang disukainya. Romi berpendapat, dasar pendidikan yang tepat di awal usia anak ialah memberi pengertian konsep berhitung. Yang dimaksud bukan 2+2=4, tapi membandingkan dua hal yang berbeda ukuran, atau jumlah secara kasat mata. Misalnya, bola-bola yang ada di wadah A lebih banyak dari bola di wadah B atau balon warna biru lebih besar dari balon warna kuning.

Belajar menahan diri

Romi menyarankan, agar anak diajarkan menunda terutama jika ia ingin membeli sesuatu. Ajarkan menabung pada anak, agar kelak dia menghargai barang yang dibeli dari hasil tabungannya sendiri. ”Jika ingin membeli barang mahal, maka usaha yang dilakukan juga lebih besar. Tanamkan hal itu pada anak, agar dia mengerti nilai dari uang” paparnya. Jika si kecil menabung untuk membeli sesuatu, mainan misalnya, Bantu mereka menghitung jumlah uang yang sesuai dengan harga mainan dari tabungannya. Sebelum membeli, tanyakan padanya seberapa besar keinginannya memiliki mainan tersebut. Romi mengatakan, sebaiknya orangtua menanyakan alasan mainan, mengapa ia membeli puzzle lagi padahal dia sudah punya. Bisanya ini disebabkan karena rasa bosan, jadi anak membeli mainanan yang sama. Untuk itu, orangtua juga harus kreatif memanfaatkan mainan lamanya. “Kalau biasanya puzzle disusun, coba ajak dia mengumpulkan warna merah dari potongan-potongan puzzle itu” tambahnya.

Membuat anggaran sederhana>

Setelah mengajarkan cara menabung di celenggan dan membeli barang favoritnya kini saatnya si kecil belajar tentang anggaran belanja ekonomis secara sederhana, salah satu caranya, dengan membandingkan satu produk dengan produk lain. Ajak si anak memperhatikan harga yang tertera, ukuran dan kualitas pada barang yang akan dibeli. Misalnya, minggu ini Anda membeli tisu merek tertentu dengan harga mahal kemudian di minggu berikutnya beli tisu dengan harga yang lebih murah. Diskusikan pada si kecil, bagaimana perbedaan kedua tisu lalu putuskan bersama. Pelajaran ini dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari si kecil.

Tawarkan cara mendapatkan uang tambahan

Si kecil bisa memperolehnya jika bersedia membantu pekerjaan Anda seperti membersihkan meja atau membereskan tempat tidur. Anak akan belajar bahwa jika ingin mendapatkan uang, mereka harus bekerja lebih dahulu. Tapi hal ini tak harus diterapkan setiap anak membantu orangtuanya, berilah variasi selain hadiah, misalnya dengan pujian, anak mama pintar atau pa tadi anak kita bantuin mama lho. ”Ini saja sudah membuatnya senang” kata Romi.

Jika anak sudah lebih pintar, beri mereka kesempatan untuk menabung di bank setiap bulan. Sesuai perkembangan mereka, jelaskan sesederhana mungkin mengenai cara kerja bank dan presentase bunga yang didapat setiap bulan. Mereka akan belajar menghitung tabungannya dan membuat prioritas barang yang ingin dibeli. Tapi jangan lupa untuk mengajarkan si kecil menyumbang sebagian kecil uangnya dana sosial dan sedekah. Hal ini mendidik mereka agar senantiasa membantu orang lain.

Hal paling penting, tandas Romi, orangtua harus jadi pelopor dan contoh nyata bagi anak menghargai uang, seperti tak mudah berbelanja barang-barang yang sebenarnya tak dibutuhkan dan membiasakan diri membuat anggran belanja rutin. Selain itu, tambah Romi, orangtua juga tidak bisa memaksakan anak tentang nilai uang secara detail pada usia yang masih dini. “Yang penting Anda tegas saat menolak permintaannya membeli sesuatu. Jangan memaksa mereka mengerti sesuatu sebelum waktunya, orangtua harus belajar bagaimana perkembangan anak di usia tertentu dan cara mengolahnya” katanya. (Mita Zoelandari)

Tips Mengenalkan Uang

 

Kerjasama antara ibu dan anak merupakan pelajaran penting yang harus dilakukan dalam aktivitas sehari-hari. Ketika anak meninggalkan masa balitanya, ajak mereka ke bank atau ATM, gunakan kesempatan itu untuk berdiskusi mengenai kegunaan uang serta bagaimana Anda menggunakannya. Pelajaran tersebut akan tertanam dalam dirinya sampai mereka beranjak dewasa. Mulailah mengajari anak menghargai uang dengan bijaksana, hal ini akan membantu mereka menjadi orang yang bertangung jawab dan mandiri di kemudian hari. Jika kesulitan menemukan cara yang tepat untuk mengajarkan nilai uang pada si buah hati, Anda dapat mencoba beberapa tips berikut ini:

 

     

     

     

    Terkadang anak merengek minta dibelikan es krim, padahal mereka sudah menghabiskan uangnya. Hindari mengatakan ‘ibu tidak punya uang’, karena akan fatal bagi anak jika ia melihat Anda membeli barang baru. Jangan sampai anak menyindir Anda dengan ‘katanya tidak punya uang’. Jadi Anda tetap mengabulkannya, mereka akan beranggapan bisa dengan mudah meminta dari Anda meski uangnya sudah habis

     

     

     

     

     

    Membuat komitmen bersama tak ada salahnya jika sesekali Anda menjanjikan akan memenuhi permintaan anak jika ada sisa uang yang Anda bawa. Katakan bahwa jika ada sisa yang baru Anda akan belikan komik kesukaan yang sesuai dengan harga dan jumlah yang telah disepakati sebelumnya. (Mita Zoelandari)

     

     

    Share artikel ini:

    Artikel Terkait