Anak Kreatif Dengan Olah Barang Bekas

Setiap anak lahir dengan dibekali sekian potensi untuk tumbuh-kembang menjadi manusia kreatif. Hanya makhluk manusia yang diberi kapasitas ini. Hewan diberi hanya sedikit. Tumbuh-tumbuhan tidak diberi. Kreativitas adalah alat hidup (beraktualisasi) yang paling penting. Kedudukan kreativitas ini melebihi ilmu pengetahuan, keahlian, atau gelar kesarjanaan. Karena itulah  kita perlu senantiasa mengasah dan mengembangkan daya kreasi anak.

Mengasah dan mengembangkan kreativitas punya peranan yang sangat penting, bahkan lebih penting dari potensi itu sendiri. Artinya, apabila ada anak yang terlahir kreatif, tapi bila kurang diasah dan dikembangkan, maka kreativitasnya akan tumpul.

Salah satu proses untuk mengembangkan atau mengasah adalah dengan memberikan rangsangan (stimulasi) yang bisa mengembangkan kreativitas mereka sehingga membantu membentuk jalur belajar di otak anak.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan kreativitas anak dengan cara-cara yang menyenangkan, menguntungkan, murah, dan mendukung program-program peningkatan kualitas lingkungan. Salah satunya adalah mendorong dan memfasilitasi mereka untuk berkreasi dengan membuat apa saja dari barang yang sudah tidak terpakai. Barang-barang ini biasany sudah ada secara rutin di depan mata,  misalnya kardus susu, tempat tisu, botol bekas,  dan masih banyak lagi. Jadi, jangan cepat-cepat membuang kemasan yang sudah tidak terpakai, karena bisa menjadi media kreativitas anak. 

Sejumlah barang bekas itu dapat diolah menjadi barang kerajinan, mainan yang bagus, atau barang seni atau hiasan rumah tangga dan bahkan untuk media pembelajaran. Bahkan seorang guru di Jateng berhasil membuat peta Indonesia dari kardus bekas susu yang dihias warna-warni sedemikian rupa sehingga membuat anak-anak senag belajar. Ada juga salah seorang pengusaha kerajinan Indonesia yang produk-produknya diminati di 11 negara dan semua itu bahannya adalah barang bekas pasta gigi, plastik, dan beberapa limbah industri. Semua bahan tadi digunakan untuk membuat beragam hiasan rumah tangga seperti dekorasi, bunga hias, hingga tas yang kini mulai dikenal khalayak ramai dan dijual di pasaran dengan harga yang layak.

Untuk mengajak anak berkreasi dengan barang bekas Ibu tidak perlu berpikir untuk membuat benda-benda yang terlalu rumit. Bisa dimulai dengan membuat garasi untuk mobil-mobilan Si Kecil, misalnya, cukup dengan membuat lubang menyerupai pintu garasi di satu sisi kotak sepatu, kemudian Si Kecil bisa menghias garasi barunya dengan cat air. Atau yang lebih menarik lagi, si gadis kecil tentunya senang main masak-masakan bukan? Daripada membeli kompor mainan dengan harga mahal, Ibu bisa membuatnya sendiri bersama anak dari kardus bekas yang ukurannya agak besar. Bukan hanya mainan, koran dan amplop besar yang sudah tidak terpakai bisa digunakan sebagai pembungkus kado. Biarkan anak berkreasi dengan cat air diatas koran dan amplop besar yang sudah dipotong hingga terbuka lebar. Jika ada yang beruang tahun, tinggal gumakan untuk membungkus kado. Paper bag yang sudah tidak terpakai pun bisa dihias kembali untuk kemasan kado. Anak kreatif, sampah berkurang, dan si penerima tentu senang menerima kado yang dikemas secara personal.

Tentunya saat pengerjaan ada hal-hal yang harus diperhatikan orangtua. Misalnya penggunaan benda bekas perlu dipastikan kebersihannya, mengawasi anak ketika menggunakan gunting, untuk proyek yang lebih besar seperti membuat kompor mainan, segala aktivitas memotong jangan melibatkan anak, dan memastikan semua benda yang digunakan seperti lem dan cat aman untuk anak.

Contoh-contoh di atas membuktikan bahwa siapapun bisa kreatif asalkan mau menemukan jawaban dari pertanyaan sederhana ini: “Kreasi apakah yang bisa saya ciptakan secara kreatif dari barang yang ada, menggunakan alat yang ada, dan hari ini juga bisa dimulai?” Pasti akan ada sekian jawaban yang bisa kita temukan. Tentu, untuk menghasilkan kreasi kreatif yang berkualitas bagus dibutuhkan motivasi, praktek yang terus menerus dan otak-atik otak.

Yang sangat penting lagi di sini adalah mengajak si kecil untuk melihat bukti dari kreasi orang lain lalu mendorongnya untuk menciptakan dengan otak kreatifnya. Selamat mencoba.  

 (Foto oleh: Puan Dinar)

Share artikel ini:

Artikel Terkait