©shutterstock

Anak Laki-laki atau Perempuan, Manakah yang Paling Cepat Pertumbuhannya?

Baik anak laki-laki atau perempuan sudah sepantasnya disyukuri saat memilikinya. Anak menjadi anugerah dari Tuhan yang tak semua orangtua mampu mendapatkannya. Jika sudah mendapatkannya, langkah yang bijak adalah merawat dan menyayanginya dengan sepenuh hati. Terlepas dari hal itu, tahukah Anda jika ada perbedaan proses tumbuh kembang antara anak laki-laki dan perempuan?

Ditinjau dari sisi pembentukan tubuhnya, David Stein, PhD, profesor psikologi kesehatan dari Virginia State University, Petersburg, mengatakan ada pengaruh hormon dalam proses tumbuh kembang anak. Walau hormon testosteron akan lebih memberikan pengaruhnya pada tubuh setelah masa pubertas, namun hal ini sudah turut memberikan pengaruh pada usia anak-anak.

Demikian juga adanya esterogen dan progesteron yang banyak dijumpai pada tubuh anak perempuan.  Hormon ini juga memberikan pengaruhnya pada tubuh setelah anak benar-benar melewati tahap pubertas. Hanya saja, pengaruh testosteron pada anak laki-laki lebih memberikan efek pembentukan tubuh yang lebih signifikan, sehingga idealnya anak laki-laki memiliki tubuh yang lebih tinggi dan besar dari pada anak perempuan. Di samping itu, asupan yang mereka makan juga berbeda takaran kalorinya.

Perbedaan kecepatan tumbuh ini tidak hanya dari bentuk fisiknya saja. Dari segi kecakapan berkomunikasi misalnya, anak laki-laki kebanyakan lebih dulu. Dr. Leonard Sax, penulis Boys Adrift, mengungkapkan anak perempuan cenderung lebih suka warna dan tekstur daripada bentuk wajah dan keaktifan bergerak. Hal ini membuat proses penyerapan kosakata yang bisa merangsangnya untuk lebih aktif bicara menjadi terhambat.

Meski begitu, pemahaman terhadap hal-hal baru lebih cepat dilakukan oleh anak perempuan daripada anak laki-laki. Menurut Michael Gurian, Ahli terapis anak asal Amerika, anak perempuan lebih mudah untuk mendisiplinkannya, sehingga membuatnya lebih mudah memahami suatu hal secara utuh saat Anda ajarkan. Berbeda dengan anak laki-laki yang cenderung lebih reaktif. Ini membuat kebanyakan orang tua selalu kesulitan menyampaikan beragam hal baru lantaran dia lebih sulit untuk mendisiplinkan.

Maka dari itu, untuk membesarkan anak, perlu dilakukan pendekatan yang berbeda agar mereka tetap bisa tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Namun, bukan berarti Anda harus memperlakukan mereka secara tak seimbang atau tidak adil. Tetap sayangi mereka dengan porsi yang sama, karena bagaimanapun anak kado terindah buat orang tua.

Share artikel ini:

Artikel Terkait