Apa Isi Lemari Obat Rumah Anda?

LEMARI obat seharusnya dimiliki setiap rumah tangga. Meski tidak semua jenis obat diperlukan, dan belum tentu semuanya bisa dimiliki tanpa resep, namun kehadiran isi lemari obat, bisa memberi pertolongan sementara pada anggota keluarga terhadap ancaman serangan penyakit, setidaknya menjadi tidak perlu segera mengunjungi dokter bila pertolongan medis diperlukan terjadi pada waktu malam hari.

Jenis obat-obatan apa sajakah yang diperlukan untuk lemari obat di rumah?
Yang pasti kebanyakan dari jenis obat bukan resep dokter. Utamakan dulu jenis obat yang ditujukan sebagai upaya pertolongan pertama, seperti antimencret (diare), antimulas, antimuntah, antidemam, antiflu, dan antinyeri, oralit, selain obat-obat untuk perawatan luka (P3K), serta bidai yang diperlukan bila terjadi patah tulang.

Di luar jenis-jenis obat tersebut, apabila ada anggota keluarga dengan penyakit yang berpotensi terjadi serangan, seperti pengidap asma, jantung koroner (pernah atau diperkirakan bakal akan kena serangan), ayan, kejang-demam (pada anak di bawah 6 tahun), jenis obat-obat penawar untuk meredam serangan juga perlu selalu ada di lemari obat rumah. Termasuk tersedia pula tabung oksigen yang akan berguna sekali bila terjadi serangan sesak napas mendadak.

Tentu saja jenis obat-obat tersebut harus dibeli dengan resep yang diperoleh dari dokter. Perlu diperhatikan bahwa jenis obat ini ada masa kedaluwarsa, maka perlu selalu diperiksa secara berkala, apakah perlu diganti dengan yang baru.

Menyusun obat-obatan di lemari obat, perlu ditata mana jenis obat luar (berlabel kertas biru), dan mana jenis obat minum (berlabel kertas putih). Untuk obat luar perhatikan bila ada jenis obat keras (berlabel hitam), karena sifat racunnya. Penempatan jenis obat luar dan jenis obat minum jangan tercampur, untuk mencegah agar tidak sampai salah ambil.

Untuk menghindari kemungkinan salah minum, atau salah pakai obat yang diambil dari lemari obat, bacalah terlebih dulu etiket pada kemasan obat, apakah benar itu obat yang kita maksud untuk dipakai. Kebiasaan memindahkan obat ke kemasan obat jenis lain yang bukan miliknya, harus langsung diganti tulisan di etiketnya dengan nama jenis obat yang terisi, agar tidak salah pakai.

Semua jenis obat yang bukan ditebus dengan resep dokter (obat bebas, dan obat bebas terbatas) bukan untuk dipakai berkepanjangan, melainkan hanya untuk pertolongan pertama sehari-dua belaka. Bila dengan obat rumah keluhan, gejala, dan tanda penyakitnya ternyata masih tidak mereda, terlebih bila bertambah parah, saatnya segera minta pertolongan dokter.

Obat batuk, misalnya. Di sana biasanya tertulis peringatan, apabila dalam waktu sekian hari batuk belum mereda, hentikan pemakaian obat ini, dan mintalah nasihat dokter. Artinya, hanya akan sia-sia bila tetap melanjutkan obatnya, mengingat selain tak bakal sembuh, efek samping obat juga perlu dipikirkan. Kendati hanya obat bebas, tetap saja memiliki efek samping. Maka membiasakan minum obat bebas bukan sikap yang bijak dalam mengobati penyakit.

Hal lain yang perlu diingat, bahwa tidak semua keluhan sama boleh diberi obat yang sama. Tidak semua keluhan pada mata, boleh diberikan obat mata yang sama. Obat tetes mata yang dijual bebas bukan untuk semua penyakit atau keluhan pada mata. Penyakit mata merah lebih dari satu penyebabnya. Maka tidak semua jenis mata merah, sama obatnya. Tidak pula bakal mempan bila diberi obat tetes mata bebas, bisa jadi malah membahayakan mata yang memakainya.

Obat tetes mata akan berubah sifat bila disimpan untuk waktu lama. Begitu juga obat tetes mata yang sudah pernah dipakai (sudah dibuka), sebaiknya perlu dipertimbangkan untuk tidak memakainya lagi sudah sudah lama pernah dibuka. Sekali sudah dibuka, apalagi kalau sudah tersentuh mata, dan menutupnya tidak rapat, dan menaruhnya di tempat yang tidak sejuk, maka sifatnya akan berubah. Tetes mata bisa berubah menjadi pekat, dan berbahaya jika masih digunakan.

Lemari obat sebaiknya diletakkan di tempat yang sejuk, agar obat tidak rusak oleh udara yang panas. Selain itu obat perlu digantung pada dinding, atau tempat yang tak mudah dijangkau oleh anak. Lemari obat sebaiknya terkunci juga, dan mudah mendapatkan kuncinya kalau sewaktu-waktu dibutuhkan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait