Asyiknya Memilih Sekolah Untuk Si Kecil

Memilih sekolah untuk si kecil tidaklah mudah. Diperlukan kejelian dan pengamatan yang sangat baik dari setiap orang tua, karena memilih sekolah dapat berarti memilih lingkungan untuk si kecil. Lingkungan untuk belajar, bermain dan berkembang. Dan hal ini akan mempengaruhi proses tumbuh kembang sang buah hati.

BERMAIN DAN MENYENANGKAN
"Sekolah adalah istilah formal yang digunakan untuk sekolah dasar dan seterusnya. Sedangkan untuk jenjang sebelum sekolah dasar biasanya disebut kelompok bermain atau taman kanak-kanak (TK). Dan sesuai dengan namanya, maka diharapkan sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar, anak harus distimulasi dengan cara bermain dan menyenangkan," demikian jelas Henny Supolo dalam acara talkshow yang diadakan Dancow Parenting Center dan Delta Radio 99.1 FM pada hari Kamis, 05 Maret 2009.

Dunia anak adalah dunia bermain, sehingga kenalkanlah segala sesuatunya melalui bermain. Hal ini agar anak tidak merasa bosan atau terpaksa. Sekolah yang mampu menstimulasi perkembangan anak melalui bermain akan membuat siswanya menjadi senang untuk kembali keesokan harinya.

Henny menjelaskan beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan orang tua dalam memilih sekolah untuk si kecil, diantaranya adalah:

  • Tanyalah pada diri kita selaku orang tua, kenapa kita ingin memasukkan anak kita ke sekolah tersebut, kemudian lihatlah dari sisi kebutuhan sang buah hati
  • Perhatikan lingkungan sekolah tersebut, apakah kita menemui keceriaan di dalamnya. Dengan begitu, kita dapat menarik kesimpulan bahwa lingkungan tersebut dapat menciptakan keceriaan pula pada buah hati kita
  • Perhatikan karya dari siswa yang bersekolah di sekolah tersebut. Semakin beragam karya siswanya, maka anak dapat lebih berkembang dari berbagai sisi dengan optimal. Hasil karya ini dapat menggambarkan akan pola pikir dari para pendidiknya, dan hal ini dapat disesuaikan dengan pola pikir kita
  • Kita juga harus melihat dari kelebihan buah hati kita. Setiap anak adalah unik dan berbeda dari anak yang lain, sehingga kelebihannya harus dilihat perindividu.

Selain mempertimbangkan hal-hal tersebut diatas, orang tua juga harus melihat kondisi fisik sekolah tersebut. Syarat-syarat tersebut antara lain adalah:

  • Sekolah sebaiknya memiliki halaman. Ini diperlukan karena anak butuh ruang untuk bergerak
  • Harus memiliki pepohonan. Ini karena setiap anak harus mengenal lingkungan sekitarnya. Anak harus mengenal alam sejak dini.
  • Harus memiliki mainan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas, antara lain balok, warna, dll
  • Yang terpenting adalah sekolah tersebut harus bersih.

PLUS MINUS SEKOLAH SEJAK DINI
Yang perlu diingat oleh orang tua adalah bahwa setiap anak harus senang melakukan segala kegiatan mereka. Jangan ada unsur dipaksa atau keterpaksaan bagi anak. Begitu pula dengan sekolah. Sehingga dampak positif dari sekolah sejak dini dapat diperoleh. Dampak positif yang dapat diperoleh antara lain adalah:

  • Anak akan terlatih bersosialisasi, sehingga akan mengembangkan kemampuan berbahasa, pengenalan diri sendiri, teman. Dampak seperti ini dapat diperoleh melalui kelas playgroup atau preschool.
  • Pada tingkat yang lebih lanjut, yakni tingkat taman kanak-kanak, anak dapat mempelajari rutinitas. Hal ini dapat digunakan sebagai latihan untuk menghadapi jenjang selanjutnya, yakni sekolah dasar dimana pada jenjang tersebut anak akan menemui berbagai mata pelajaran yang harus diketahui.

Namun, dimanapun si kecil bersekolah, yang terpenting adalah pendidikan dari orang tuanya. .Jangan limpahkah seluruh tugas mendidik anak kepada orang lain. Sebaiknya kita juga menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan pendidik, sehingga perkembangan sang buah hati dapat kita pantau.PENTINGNYA SARAPAN

Menurut Dra. Rienani Mahadi, seorang nutrisonis dari PT. Nestlé Indonesia dalam acara yang sama, sarapan sangat penting dilakukan karena ketika pagi hari, cadangan energi kita sudah habis. Mengingat jarak waktu antara makan malam dan makan keesokkan harinya cukup jauh, yakni sekitar 10-14 jam. Selama waktu tersebut, walaupun dalam keadaan tidur, sel-sel dalam tubuh kita tetap bekerja dan hal ini akan menggunakan cadangan energi yang ada.

Waktu sarapan juga tidak tergantikan apabila si kecil merangkap porsi makan siangnya. Hal ini karena kebutuhan gizi tidak dapat dipenuhi hanya dalam satu kali waktu makan, dan juga tubuh juga memiliki keterbatasan untuk mengabsopsi makanan apabila dalam jumlah yang sangat besar, sehingga jangan membiasakan si kecil untuk meninggalkan atau menghilangkan satu kali waktu makannya dalam sehari.

SEGELAS SUSU…CUKUPKAH?
Dengan memberikan makanan yang beraneka ragam, maka akan memenuhi kebutuhan gizi si kecil. Aneka ragam pangan itu terdiri dari makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, lauk pauk sebagai sumber protein dan lemak, sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral, dan susu sebagai pelengkap.

Selain itu, orang tua juga harus dapat memastikan bahwa penyerapan makanan pada si kecil dapat berlangsung secara optimal. Sehingga, kesehatan saluran cerna sang buah hati mutlak harus diperhatikan. Melalui saluran cerna yang terjaga dengan baik, maka daya tahan tubuh juga akan terjaga dengan baik. Dan, untuk menjaga kesehatan saluran cerna, maka pemilihan susu yang mengandung mikoroorganisme menguntungkan dapat dilakukan.

Tips agar anak disiplin untuk sarapan:

  • Sajikan makanan dengan menarik.
  • Biasakan untuk membentuk jam biologis anak untuk sarapan, sehingga anak akan terbiasa untuk sarapan.
  • Berilah contoh pada anak dengan membiasakan diri untuk sarapan, karena anak adalah peniru ulung,
  • Ajarkan sejak dini, dan bila anak sudah berumur 3 tahun, maka kita dapat melibatkan anak untuk menentukan menu sarapan mereka. Dari sini kita bisa menyisipkan konsep membaca, menulis dan berhitung pada sang buah hati.
  • Buatlah suasana sarapan adalah suasana menyenangkan dimana seluruh anggota keluarga dapat berkumpul dan makan bersama. Hal ini dapat meningkatkan keeratan antar anggota keluarga yang lain.

Selain sarapan, orang tua juga harus memperhatikan bekal yang dibawa oleh si kecil ke sekolah. Rienani mengatakan bahwa makanan yang dimasak sendiri adalah yang terbaik, karena kita mengetahui kualitas dari makanan tersebut. Namun, apabila terpaksa harus membeli, kita dapat memilih makanan yang dimasak bersama dengan bungkusnya, seperti lemper, lontong, arem-arem, dll. Kita juga dapat membeli makanan dari orang lain, yang kita yakin cara memasaknya, sehingga kebersihan makanan tersebut dapat terjamin.

Share artikel ini:

Artikel Terkait