Ayahku si raja Dongeng: menjadi Story teller Untuk Anak

Bercerita atau menuturkan sesuatu pada anak banyak manfaatnya. Apakah Anda sudah menjadi story teller yang baik?

Malam ini cerita apa yang akan Ada tuturkan pada si kecil? Tentang si kancil atau tentang seorang anak kecil yang mengamen di pinggir jalan? Apapun yang akan Anda sampaikan sangat berharga bagi mereka. Melalui bercerita Anda dapat mengajarkan banyak hal padanya.

Manfaat bagi Ayah dan Anak
Orang tua dulu sering menyelipkan aneka pesan melalui dongeng. Dengan begitu pelajaran lebih mudah di cerna dan nasehat lebih sedap didengar. Sampai sekarang “khasiat” mendongeng atau bercerita sama jitunya. Baik untuk pendengar (anak) maupun pendongeng (ayah).

Melalui materi cerita ayah bisa mengulas atau mengkaji suatu keadaan. Bahkan, Anda dapat mengetahui pemahaman anak tentang suatu hal.Dengan bercerita Anda juga dapat menanamkan filosofi, nilai dan etika. Sehingga, anak dapat memahami mana perbuatan yang baik dan mana yang salah. Mengerti tentang makna pengorbanan dan rasa tanggung jawab. Tentu, tanpa kesan mendikte atau menggurui. Semakin banyak menceritakan sesuatu pada si kecil, semakin banyak pula wawasan yang dimilikinya.

Bercerita adalah cara mentransfer pengetahuan dengan kemasan yang unik. Anda bisa bercerita sesuai dengan kebutuhan anak.Di tengah kesibukan dan kehidupan yang materialistis, bercerita adalah media hiburan murah tapi efektif yang dapat Anda berikan pada anak. Bercerita tidak membutuhkan dana dan dapat dilakukan kapan dan dimana saja.

Yang lebih penting kegiatan mendongeng yang dilakukan ayah pada anaknya dapat memberikan hubungan psikologis antara ayah dan anak. Sehingga keduanya menjadi lebih dekat. Meleburkan batas yang terjadi karena aktifitas masing-masing. Dengan begitu ayah dapat menjadi teman anak yang sesungguhnya. Anak tidak takut untuk mengungkapkan perasaan dan pendapatnya. Komunikasi yang baik mudah terbentuk. Kondisi ini akan memperkecil kemungkinan anak melakukan hal-hal negatif akibat pengaruh buruk lingkungan.

Pendongeng yang baik
Figur ayah sangat istimewa dan menyimpan daya tarik tersediri bagi anak. Kebersamaan bersama ayah sangat unik. Umumnya ayah dapat lebih atraktif dan mempunyai gaya yang khas dan berbeda dengan figur ibu. Banyak anak yang memilih ayah yang menjadi pendongeng ketimbang ibu. Tapi, apakah Anda ayah (pendongeng) idola si kecil?

Menjadi pendongeng yang baik bagi anak sebenarnya tidak sulit. Ada berbagai cara agar dongeng yang Anda tuturkan bisa di simak. Pertama yang perlu diingat, Anda harus percaya diri. Seolah-olah Anda berada dalam cerita yang akan dituturkan. Jangan ragu berimprovisasi. Hal ini justru membuat cerita semakin menarik. Jika memungkinkan sesuaikan dengan kondisi si kecil. Misal ketika anak sedang merasa takut, ceritakan tentang kisah pahlawan yang pemberani.

Terpenting dari semua itu, lakukan dengan sepenuh hati. Bila Anda benar-benar lelah untuk berdongeng jangan memaksakan diri. Anda hanya perlu memberikan alasan yang masuk akal bagi si kecil.

Saat bercerita …

  • Jangan pernah mendominasi. Sesekali mintalah si kecil berkomentar.
  • Jika memungkinkan tanyakan dongeng atau cerita apa yang diinginkan anak.
  • Hargai setiap pendapatnya.
  • Bila perlu biarkan si kecil yang melanjutkan atau menentukan akhir cerita.
  • Anak mudah sekali merasa bosan, jadi jangan menceritakan dongeng yang sama. Kecuali, si kecil memintanya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait